RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Modus Persekongkolan Pada Tender Cepat

    Perubahan demi perubahan yang terjadi dalam regulasi mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah dikeluarkan dengan amat cepat. Belum selesai pemahaman terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 yang terakhir diubah melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2015, saat ini sudah diganti dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018.

    Harus kita akui, bahwa perubahan tersebut memang sudah sepatutnya dilaksanakan karena proses perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin membuat penyederhanaan kegiatan pengadaan barang/jasa perlu untuk diakomodir dalam peraturan perundang-undangan.

    Salah satu perubahan yang cukup signifikan dalam percepatan proses pemilihan penyedia yang dimulai pada tahun 2015 dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 4 Tahun 2015 adalah mekanisme percepatan E-Tendering melalui E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat. Perubahan ini yang tetap dipertahankan pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 dengan nama Tender Cepat.

    Namun, perubahan ini justru menjadi sarana oknum-oknum tertentu untuk melakukan proses persekongkolan dalam memilih penyedia tertentu yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

    Memanfaatkan percepatan yang menjadi ruh utama dari Tender cepat, mereka melakukan persekongkolan dengan tahapan:

    1. Menentukan merek barang tertentu yang ingin diadakan
    2. Memastikan bahwa merek tersebut hanya dapat dipenuhi oleh penyedia tertentu saja
    3. Meminta penyedia yang sudah “dikondisikan” untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang akan dipersyaratkan, seperti Brosur yang harus ditandatangani oleh produsen/distributor, surat dukungan dari produsen/distributor, surat kelaikan barang, surat uji barang, dan berbagai persyaratan lainnya.
    4. Membuat paket tender dengan memilih metode tender cepat dan memasukkan persyaratan tersebut pada persyaratan kualifikasi
    5. Karena tender cepat dapat dilakukan minimal 3 hari kerja, maka tentu saja penyedia yang “tidak dikondisikan” tidak akan mampu memenuhi persyaratan tersebut
    6. Melakukan klarifikasi dan pembuktian kualifikasi kepada peserta terendah dan menggugurkan karena tidak mampu membawa surat-surat yang diminta
    7. Memenangkan penawaran tertinggi yang tentu saja sudah melengkapi dokumen yang dipersyaratkan
    8. Karena tidak ada sanggahan dan sanggahan banding, maka penawar terendah tidak bisa mengajukan protes
    9. SPPBJ dikeluarkan, kontrak ditandatangani, semua happy, negara merugi

    Mari kita lihat permasalahan ini berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

    1. Berdasarkan ketentuan Pasal 109A Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perubahannya, Percepatan pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa dan dilakukan dengan hanya memasukkan penawaran harga untuk pengadaan barang/jasa yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi dan teknis.
    2. Dari ketentuan ini saja, sudah jelas bahwa E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat/Tender Cepat hanya dilakukan terhadap penyedia yang sudah terseleksi melalui SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia) sehingga tidak memerlukan penilaian kualifikasi. Juga telah jelas bahwa pengadaan yang akan dilaksanakan tidak memerlukan penilaian administrasi dan teknis lagi.
    3. Banyak PPK dan Pokja belum memahami perbedaan antara Kualifikasi dengan Penawaran.
    4. Berdasarkan Pasal 56 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perubahannya, kualifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu dari Penyedia Barang/Jasa.
    5. Persyaratan kualifikasi terdiri atas persyaratan administrasi kualifikasi yang terdiri atas Ijin Usaha, Akta Pendirian/Perubahan, Pajak, dan dokumen-dokumen lainnya yang relevan dengan penyedia barang/jasa serta persyaratan teknis kualifikasi yang terdiri atas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiilki oleh Penyedia, Peralatan, Pengalaman dan Modal. Seluruh persyaratan kualifikasi ini tidak berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan, tetapi persyaratan yang menggambarkan apakah suatu penyedia tersebut dinyatakan qualified atau tidak.
    6. Persyaratan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, seperti surat dukungan pabrikan, brosur, peralatan dan personil yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan, seluruhnya merupakan persyaratan yang merupakan bagian dari persyaratan penawaran dan nantinya akan dievaluasi pada tahap evaluasi penawaran.
    7. Prinsip E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat/Tender Cepat adalah prinsip persaingan yang menitik beratkan hanya kepada harga penawaran, sehingga apabila masih diperlukan persaingan dan penilaian pada administrasi dan teknis penawaran, maka seharusnya PPK dan/atau Pokja tidak memilih metode ini melainkan menggunakan metode Tender biasa yang tetap memerlukan evaluasi.
    8. Surat dukungan, brosur, dan persyaratan penawaran juga bukanlah dokumen kualifikasi sehingga tidak dapat diminta pada tahap pembuktian kualifikasi hanya dengan alasan bahwa tidak ada pada SIKAP. Tentu saja tidak akan mungkin ada kolom untuk dokumen-dokumen tersebut, karena SIKAP hanya menilai dokumen kualifikasi dan kinerja penyedia saja.

    Sehubungan dengan pembahasan di atas, PPK dan Pokja Pemilihan agar menghentikan berbagai modus kecurangan dalam proses pengadaan barang/jasa dengan memanfaatkan E-Lelang Cepat/E-Seleksi Cepat/Tender Cepat.

    Perlu saya ingatkan, apabila penawaran terendah digugurkan dengan alasan tidak mampu membuktikan surat dukungan atau membawa brosur asli pada tahap pembuktian kualifikasi untuk tender yang dilaksanakan secara cepat, maka sebenarnya PPK dan/atau Pokja sudah membuka peluang untuk digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara Pidana.

    6 responses to “Modus Persekongkolan Pada Tender Cepat”

    1. Atasyudakandita says:

      Mantab uraiannya

    2. Kalam says:

      Singkat, padat, jelas. Terima kasih pak.

    3. Andrie Simatupang says:

      Selamat Siang Pak

      Saya mau bertanya tp mungkin oot pak..

      1.Kami mengikuti lelang pekerjaan konstruksi, dan penawaran kami di urutan ke -5. Tentu saat pembuktian kualifikasi kami tidak diundang, akan tetapi tiba2 saat pembuktian kualifikasi lelang dibatalkan dengan alasan peserta tidak ada yang memenuhi persyratan

      2. Beberapa waktu kemudian diumumkan kembali lelang ulang dan kami kembali mendaftar menjadi peserta. Setelah koreksi aritmatik,kamj kembali di Urutan ke-5. Kemudian pada saat tahap evaluasi kualifikasi, lelang kembali dibatalkan dengan alasan yang sama ..peserta tidak adan yg memenuhi persyratan.

      Pertanyaan kami mohon dibantu pak mengingat keterbatasan kami mengenai peraturan
      1. Pada saat pembatalan lelang, sesuai aturan,apakah panitia diwajibkan membuat berita acara pembatalan lelang yang isinya detail alasan pembatalan,bukan cuma “peserta tidak ada yang memenuhi persyaratan”

      2. Dalam prakteknya di sistem spse 4. Apakah yang bisa dievaluasi penawaran hanya yang 3 besar setelah koreksi aritmatik?
      Hal ini kami tanyakan, karena kami sepenuh hati meyakini bahwa dokumen yang kami buat sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan,akan tetapi krena pembatalannya tidak jelas,kami menganggap dokumen kami tidak di evaluasi krena kami urutan ke-5 . Apa benar seperti itu?

      Terima ksh atas jawabannya

    4. PESUGIHAN UANG GAIB says:

      kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada NYAI atas nomor togel.nya yang NYAI
      berikan 4 angka 5475 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus NYAI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu NYAII. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan NYAII..
      sekali lagi makasih banyak ya NYAI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi NYAI RONGGENG,,di no (((085-286-344-499)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
      juta, wassalam.

      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan…sendiri….

      Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

      1?Dikejar-kejar hutang

      2?Selaluh kalah dalam bermain togel

      3?Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

      4?Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat

      5?Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
      tapi tidak ada satupun yang berhasil..

      Solusi yang tepat jangan anda putus asah….NYAI RONGGENG akan membantu
      anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
      butuh angka togel 2D 3D 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
      100% jebol
      Apabila ada waktu
      silahkan Hub: NYAI RONGGENG DI NO: (((085286344499)))

    5. Eko Harianto says:

      Assalamualaikum, mohon pencerahan.
      Perusahaan kami di gugurkan dengan alasan bahwa surat dukungan distributor yang kami lampirkan tidak mencantumkan jenis bahan secara spesifik (pengadaan bahan bangunan) padahal di LDP dan LDK Panitia hanya meminta “Surat Dukungan Distributor”
      kami hanya melampirkan surat dukungan secara keseluruhan beserta brosur.
      atas pencerahannya sebelum dan sesudahnya kami haturkan terima kasih.

    6. Terima kasih uraiannya Pak Khalid Mustafa, sangat memberi pencerahan kepada kami selaku Jasa dibidang pembuatan dokumen Penawaran.

      Bagi rekan-rekan Penyedia yang membutuhkan persiapan-persiapan kelengkapan seperti tenaga personil (SKT dan SKA), ISO dan OHSAS serta SMK3 Kemnaker RI, VDK Jasa Sertifikasi siap membantu proses sampai selesai, Inshaa Allah, AMANAH.

      ==WA 0 8 5 8 6 0 0 0 1 9 1 8==

      Terimakasih Pak Khalid, saya salah satu orang yang menyukai artikel-artikel yang disampaikan Pak Khalid… Hatur Nuhun…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.