Postingan saya di facebook kemarin sepertinya menjadi salah satu postingan paling populer sepanjang memiliki akun Facebook, padahal hanya memuat 2 baris kalimat dalam satu paragraf.
Postingan tersebut adalah “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, hari ini resmi saya memasukkan Surat Pernyataan Pengunduran Diri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Semoga keputusan ini adalah yang terbaik dan senantiasa diberi keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.”
Nah, singkat saja khan dan maknanya juga jelas dan tegas 😀
Paragraf ini sampai mengundang 82 like dan 130 komentar. Ada yang menyampaikan ucapan selamat, ada yang mengucap syukur, ada yang mendoakan semoga lebih baik, tapi banyak juga yang mempertanyakan alasannya.
Malah ada yang menghubungi via inbox dan ada yang menelepon langsung karena tidak percaya terhadap berita tersebut. Diantara yang menelepon ada yang bilang saya jadi gila karena orang lain berlomba-lomba untuk masuk PNS dan saya sendiri malah keluar dari PNS 😀
Pada tulisan ini saya akan menyampaikan alasan mengapa saya keluar dari PNS
Seperti yang rekan-rekan ketahui dari tulisan di blog ini, sejak awal tahun 2011 kehidupan saya banyak berubah. Salah satu perubahan terbesar adalah meninggalkan dunia TI yang selama ini digeluti dan berganti menjadi dunia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ).
Sejak awal tahun, bahkan sebelum dinyatakan lulus dalam pelatihan instruktur pengadaan barang/jasa pemerintah, sudah banyak jadwal sosialisasi Perpres Nomor 54 Tahun 2010 atau panggilan untuk mengajar dalam bidang PBJ.
Tapi satu hal yang mengganjal dalam hati dan itu sudah lama menghantui.
Sebagian dari permintaan mengajar, selain yang dilaksanakan rutin oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas, yang saat ini sudah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan /Kemdikbud), juga berasal dari masyarakat umum, baik dari institusi pendidikan swasta, institusi penyedia barang/jasa atau pemerintah daerah/pemda.
Yang jadi masalah, selaku PNS saya dituntut untuk hadir di kantor mulai pukul 7.30 hingga 16.00 WIB setiap hari. Hanya boleh meninggalkan kantor dalam rangka tugas kedinasan dan harus membuat surat tugas terlebih dahulu.
Saya terus terang sering menggunakan waktu kerja untuk mengajar PBJ diluar program resmi yang sudah ditetapkan. Bahkan beberapa kegiatan dilaksanakan diluar kota sehingga harus meninggalkan kantor 1 hari penuh. Ini semua sebagian besar hanya berdasarkan ijin lisan kepada atasan langsung yang tentu saja sudah melanggar aturan.
Ini menjadi tekanan batin. Disatu sisi saya memang menyukai untuk mengajar dan merasa perlu untuk terus berbagi ilmu dimana saja, tapi disisi lain aturan kepegawaian juga harus ditegakkan.
Tidak mungkin saya mengajar tentang larangan korupsi, sedangkan saya sendiri melaksanakan korupsi, yaitu Korupsi Waktu 🙁
Tidak mungkin saya mengajar tentang kedisiplinan kalau saya sendiri tidak disiplin.
Sebagai seorang pengajar atau pendidik, kesesuaian antara apa yang diajarkan dengan tindakan adalah hal yang mutlak. Karena ini merupakan cerminan integritas dari seorang pendidik.
Banyak yang menyarankan, “jalanin saja sebagai PNS juga sebagai instruktur, khan bolos sekali-sekali demi membagi ilmu itu tidak apa-apa, banyak juga kok PNS tapi tetap nyambi diluaran.”
Saya memegang prinsip nila setitik dapat merusak susu sebelanga. Apalah artinya kebaikan yang kita ajarkan kalau ditempuh dengan cara yang tidak baik walaupun tujuannya juga baik?
Saya sadar, setiap waktu yang tertulis dalam aturan PNS dibayar dari uang pajak rakyat, artinya harus saya gunakan secara bertanggungjawab sesuai aturan kepegawaian. Tidak ada alasan pembenaran dalam aturan, karena aturan mutlak harus dipenuhi.
Dengan alasan utama inilah, daripada terbagi antara PNS dan kesempatan untuk berbagi ilmu yang lebih luas, tanpa dibatasi ijin atasan dan surat tugas, saya memilih untuk melepas status sebagai PNS dan memilih untuk penuh bekerja membagi ilmu dan pengetahuan.
Hal ini juga terinspirasi dari pendapat pak Onno W Purbo, “Saya percaya bahwa nilai seseorang tak akan ditentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, serta banyaknya ilmu. Nilai seseorang akan lebih ditentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat dari seseorang tersebut.”
Dengan bekerja sendiri, tidak menjadi pegawai manapun, saya bebas untuk lebih luas membagi ilmu, lebih bebas menjawab pertanyaan-pertanyaan di forum pengadaan, atau menghadiri permintaan rekan-rekan di seluruh pelosok Indonesia yang membutuhkan pencerahan dalam bidang PBJ.
Khusus untuk permintaan dari daerah, saya pernah cukup terpukul saat menerima disposisi pimpinan saat meneruskan surat permintaan narasumber dari salah satu pemkab. Isinya adalah “perlu dipertimbangkan untuk dihadiri karena bukan instansi vertikal.”
Jadi, kita hanya bisa berbagi pengetahuan hanya kepada instansi vertikal saja? Selain itu tidak boleh?
Kalau alasannya adalah “dahulukan tugas pokok” atau ada pekerjaan yang wajib dilaksanakan atau ada kegiatan yang bersamaan maka wajar saja mendahulukan yang instansi sendiri. Tapi saat itu tidak ada kegiatan, hanya bengong di ruangan saja dan semua pekerjaan telah diselesaikan, mengapa tidak boleh?
Jadi kasihan dengan rekan-rekan yang sudah mengundang, padahal ada beberapa kasus pengadaan di daerah tersebut yang hendak ditanyakan langsung dan tidak bisa hanya sekedar tulisan di forum, blog, atau email.
Oleh sebab itu, saya berketetapan untuk keluar sebagai PNS dan bekerja sebagai pihak swasta dan meluangkan lebih banyak waktu memberikan ilmu dan pikiran apabila dibutuhkan oleh masyarakat.
Masalah rejeki telah ada yang mengatur, tidak perlu khawatir kehilangan pendapatan tetap dan tidak perlu takut karena kehilangan pensiun 🙂
Intinya adalah bekerja dengan ikhlas, karena ada 2 kebahagiaan untuk setiap manusia yang bekerja dengan ikhlas.


salut dua jempol untuk bapak, itulah sebabnya sy kagum dengan pola fikir bapak, dari dulu semenjak di vedc malang. selamat menebar kebaikan pak khalid….
Semangat pak.. rezeki selalu ada kok klo kita jujur. dan postingan ini jujur sekali.
gua salut dengan keputusan Bapak, berapa sih gaji PNS golongan II/c, sama seperti gaji tukang kebun gua di rumah. Kalau Bapak berminat silakan datang ke pabrik atau hubungi saya di Austin Central Texas, saya memerlukan orang-orang yang memiliki dedikasi dan keberanian keluar dari PNS seperti Bapak, mengenai gaji, kami bayar layak, setara gaji chief kami di US. Oh ya rejeki di pabrik lebih besar dan menjanjikan Pak, kami memerlukan manager pabrik yang disiplin dan mampu mengendalikan pegawai. 8010 I-35 North, TX 78753 Austin
betul pak, rejeki udah dari Allah S.W.T. saya bulan januari kemarin keluar dr BRI, sekarang ngajar lagi di SMK Muhammadiyah. Doa saya semoga Bapak sukses selalu, Amin 🙂
Jaya
Kotamobagu
Subhanallah, bagi saya ini adalah inspirasi bagi manusia-manusia yang berkarakter dan berprinsip. Sampean adalah satu dari sedikit orang yang berani hengkang dari kenyamanan hidup dan kepuasan materi. salutky tiada terkira semoga tetap semangat.
dgn gol. IIc , bpk bisa mengikuti penyesuaian ijazah ut naik gol IIIa (jk lulus S1) dan selanjutnya bpk bisa bermohon pindah ke salah satu institusi yg memungkinkan bpk bisa tetap mengajar. Mohon maaf, apa bpk tidak memikirkan jalan ini?
assalaamu’alaikum pak.. 2dpoin aja, bgmn bs resign pak? ktnya ada denda sgala, smthing like ngmbaliin gaji.. boleh di inbox pak biar bisa brbagi cerita..
Langkah yang baik, PNS memang bukan harga mati, pak.. Suatu saat saya juga akan mengambil langkah seperti yang Bapak ambil.. daripada prinsip2 hidup harus digadaikan, lebih baik berhenti.. paling tidak sebelum masuk usia pensiun saya udah mengundurkan diri.. hehehe..
Assalamu’alaykum pak.
Gak tau saya pengen koment bagaimana pak…saya banyak belajar dari membaca tulisan2 bapak ttg PBJ…saya tidak berani menyayangkan apapun atas semua yang bapak ambil untuk langkah kedepan…saya hanya menyayangkan, betapa bangsa ini selalu membuat orang2 seperti bapak harus “terjungkal dan terjun bebas” dari “dalam negeri” sendiri…
Pak, bila semua orang yang jujur harus “berlarian” keluar, maka yang tersisa untuk bangsa ini hanyalah para preman dan premanisme. Dan tentu, kita tidak ingin bangsa ini (baca : PNS bangsa ini) isinya hanya preman yang bisanya hanya mengkorup uang rakyat.
SALUT atas keteguhan bapak…
sekedar menambahkan kpd rekan2 yang memberi saran utk mjadi widyaiswara…apakah dengan menjadi widyaiswara dapat menjamin keadaan akan lebih baik dan sesuai dengan prinsip kita?
Hidup adalah pilihan, semoga kita selalu menjadi org yang lebih baik dan menjadi lebih bermanfaat bagi lebih baaaanyak orang meskipun bukan sbg pegawai negeri sipil.
saya bukan org yang paling lurus, hanya ALLAH SWT yg maha menutupi aib dan membolak-balikkan hati manusia, terkadang sy masih sering lupa dan lemah iman tentang :
kepada siapa kita bergantung, kepada siapa kita memohon, dan siapa yang memberi kita rezeki dan segala kemudahan dunia akhirat, hanya ALLAH SWT.
Comment ini juga sebagai pengingat bagi saya sendiri bahwa saya perlu meneguhkan prinsip yang benar dan …
Mohon do’a dari kawan2 smua bahwa saya bisa memiliki keteguhan prinsip yang benar seperti bapak Khalid (mengingat saya msh mjadi PNS)
Salut Pak Khalid Mustafa.
Saya belajar banyak dari bapak, lewat tulisan-tulisan yang inspiratif.
Saya pernah diundang mengisi pelatihan LPMP Yogyakarta di Sahid SOLO tahun 2011 – waktu itu bapak mengisi juga. Sayang saya tidak bisa ketemu bapak untuk berdiskusi karena jadwal saya setelah bapak.
anyway..sukses pak pasca PNS.
Pak Khalid sudah memerdekakan diri dan Merdeka
Hore! 🙂
Happy Procure pak *mengutip Guskun
apapun pilihan..hanyalah sebuah jalan yang telah jauh2 ditetapkan…pak khalid hanya mengikuti yang telah disuratkan…pilihan hanyalah sebuah kata mediator untuk mengatahui ketetapan yang telah ditetapkan…
mundur 1 langkah untuk melompat lebih jauuuuhh lagi ya pak…..(saluutt atas kekayaan hati bapak)
Kami di kota kecil nun jauh di pelosok sulawesi masih terus berjuang utk negri tercinta pak…
saya kira pertimbangannya yang lebih berat adalah saat pemilik sertifikat yang masih staf diharuskan jadi PPK yang harus memikul tanggung jawab demikian berat, disamping potensi korupsi waktu seperti yang disampaikan pak Khalid. Amanat perpres 54/2010 yang mengharuskan PPK memiliki sertifikat ‘mengorbankan’ staf bersertifikat untuk menjadi PPK. Memikul tanggung jawab yang tidak sepadan dengan keberadaannya sebagai staf. Memiliki sertifikat yang semula dianggap anugerah, berubah menjadi musibah.
tunggu saya pak..akan ku ikuti jejakmu..
sy mau tanya kpd pak khalid n rekan-rekan, kalo keberatan jadi ppk karena tingginya tanggung jawab (terlebih kondisi tidak mendukung untuk menjalankan pengadaan yang jujur), bolehkah sertifikat itu dikembalikan ke lkpp? Daripada memaksakan sesuatu yang berpotensi menjadi musibah di masa datang ..
jadi inget pak onno w purbo yang keluar pns, saatnya totalitas membagi ilmu ke seluruh nusantara pak dosen :-).. merdeka !!
Mantab Pa, saya selaku PNS mendukung Bapak, krn byk PNS yg korupsi tenang2 saja (merasa tidak bersalah. Allah SWT Maha Pemberi rizki bagi hamba2nya.2 JEMPOL UNTUK BAPAK
Ass wr wb, yth pak Khalid. Salam kenal. Salut utk langkah bpk krn mnrt saya jd PNS kmgknn utk mudharat sgt besar. Saya ingin menanyakan prosedur pengunduran diri PNS seperti apa dan apakah ada penalti jika kita mengundurkan diri setelah kita baru diangkat mjd PNS?. Trims atas infonya. wass
Anda orang baik. Saya temukan blog Anda di tengah refreshing update perkembangan public procurement di Indonesia. Hal yang beberapa tahun terakhir saya tinggalkan setelah involved sekian lama. Blog Anda sangat informatif. Keep your good work, and good way in which you share many essential Indo public procurement information with others.
DS
http://www.lkpp.go.id%2Fdownload.php%3Ffile%3Ddownload%2FBuku%2520Konsolidasi%2520Keppres%2520No%252080%2520Th%25202003_KOMPL
http://www2.adb.org/Documents/Produced-Under-TA/35120/
Jadinya pak Khalid makin punya waktu tuk berbuat yang bermanfaat tanpa meningggalakan mudarat ……halalan thoyyibah
Terima kasih kepada seluruh rekan yang sudah mendoakan. Saya hanya bisa memberikan doa yang sama untuk anda 🙂
Alhamdulillah, selepas dari PNS, waktu saya menjadi jauh lebih bermakna dan bermanfaat bagi banyak orang.
Sekarang saya konsen untuk meningkatkan ilmu dalam bidang pengadaan agar lebih mampu untuk membantu dan melayani 🙂
Salut,
Memang banyak dilematik di pemerintahan, saya juga tinggal menunggu waktu saja untuk resign dari PNS, insya Allah.
Bagaimanapun, di swasta bisa dapat pensiun, walaupun sifatnya lump sum, enaknya dana lump sum tsb bisa diputar lagi :).
Semoga sukses, Pak.
assalamu alaikum wr wbr
sesungguhnya yang kita cari adalah kebahagiaan, harta, jabatan, status, wanita, atau makhluk lainnya bukanlah pemilik kebahagiaan. Sesungguhnya pemilik kebahagian itu adalah Allah SWT. Allah akan beri kebahagiaan kepada siapa saja jika ia jalankan perintah dan tinggalkan larangan Allah sesuai sunnah nabi Muhammad SAW. Saya adalah dosen akuntansi unhas dapat kebahagiaan setelah latihan menjalankan perintah Allah, sehingga saya sarankan kepada bapak jika ingin bahagia dekatlah kepada allah dalam keadaan pegawai negeri atau tidak pegawai negeri.
wassalam
abdurrahmansalamak@gmail.com
Pak, boleh dishare proses pengunduran dirinya berapa lama? saya mengajukan sejak menjelang akhir tahun lalu tapi masih tertahan terus, gak diproses2 sama yang berwenang. gimana ya baiknya apa langsung ngajuin ke BKN langsung bisa? Kalau bisa diinfo ya pak, makasih sebelumnya
Pak..kalo ga keberatan saya minta no handphone bapak…dan seandainya bapak berkenan,saya mau konsultasi sama bapak,tentang prosedur dan tata cara bapak pada saat mengundurkan diri…terima kasih !!!!
Salut buat Pak Khalid atas keputusannya.
Juga salut lagi buat Bapak yang Golongan II/c tapi ilmu Bapak sangat luas dan hebat.
pak, salut atas tulisan bapak, saya juga insya Allah sedang proses menulis surat pengunduran diri, mencari-cari di internet tapi baru ketemu beberapa. kira2, bisa kirim contoh surat pengunduran diri bapak, untuk contoh format buat saya tiru. Bismillah, insya Allah saya memulai 2013 di rumah saja, berhenti korupsi waktu dan lebih berusaha keras bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat. terima kasih tulisannya pak 🙂
Pak Khalid, apakah tulisan di blognya sudah dibukukan? Mestinya sudah bisa jadi buku.
Pak Satria, belum ada nih 🙂
Saya belum mahir utk menulis buku yang berasal dari Blog. 2 buku yang pernah saya tulis, keduanya amat teknis.
saya juga seorang PNS, terkadang hati ini merasa risih dengan ikatan PNS, Aturan yang dibuat hanya untuk sia-sia dan contra dengan kondisi, saya guru, mengajarkan anak untuk jujur, tetapi di dalam nilai guru harus berbohong.. (mau keluar tetapi tidak punya skill dan modal, aku yakin rezeki sudah di atur, tetapi bukan berarti tanpa usaha.. bingung) 🙁
Assalamualaikum.
Salam Kenal Dan salut dg keputusan bpk.
Saya Seorang pns, berencana untuk resign. Mohon share Surat permohonan pengunduran diri sbg pns ke email saya v3fitri@gmail.com.
Terimakasih Pak, smg Allah memberkahi bpk n keluarga. 🙂
assalamualaikum
sekedar kommentar jg.
keputusan yang pasti awalnya sulit’
tapi setelah dijalani pasti memberikan kelegaan,
saya rasa tidak ratusan atw ribuan orang yg dihalangi kerja ‘jdi PNS’ seperti yg dikatakan sikampong kita, wong kursi yg diambil cuma 1 koq..
🙂
Saya salut dengan pak Khalid… Beruntung saya menemukan blog ini karena saya mencari info tentang PBJ yang mana ini menyangkut dengan pekerjaan saya. Luar biasa, pak Khalid berani mndur sebagai PNS hanya untuk masalah prinsip… Jujur saya belum bisa seperti ini pak…
Semoga langkah Pak Khalid dimudahkan kedepannya.. Amin
Asslm,,
Salm kenal n salut ats keputusan bpk
Sya jg seorg pns yg saat ini sdg mengalami perang batin krna posisi yg sya tempati saat ni, byk kebijakn2 atsan yg tidak sjalan dgn hati nurani sya
Stiap hari tidur sya tdk nyenyak, sya sdh mrasa tdk tahan lg da keinginan yg kuat utk mngundurkn diri tpi msh terbentur dgn amanat ortu, istri n anak.
Mohon share bagaimana cara bpk meyakinkn kluarga klo ni adlh kputusan trbaik, skalian share srt prmohonan pengunduran diri bpk kmrn ke email sya shin.khen@yahoo.com
Makasih, smoga kputusan ni yg trbaik bagi qt smua,,amin
Saya juga seorang PNS yg sedang bingung ttg tata cara mengundurkan diri.bs di share,pak,surat pengunduran diri&tata caranya ke email saya? mitmith_qt@yahoo.com . Suwun..
Pikiran ente sangat PENDEK sekali
Mohon infonya pak tata cara pengunduran diri PNS seperti mba mita…dan contoh surat pengunduran diri PNS tlg diemailkan. Apakah prosesnya sampai keluar SK lama?
Perkenankan saya menceritakan kisah saya
Saya mantan pns gol saya terakhir 3d, dan sdh 2 tahun ini saya berhenti jadi pns. Alasan saya berenti karena tdk ingin terus terusan memberikan nafkah yg haram utk anak istri saya. Terus terang sbg pns dan karena memegang jabatan strategis saya sangat banyak menerima easy money (suap dsb) dan uang sangat mudah saya dapat hidup pun sangat nyaman tapi at the end of the day saya sadar semua yg saya dapat adalah haram, dan dgn tekad bulat saya ingin menyudahinya padahal masa kerja saya msh panjang saya masih berumur 40 th .
Singkat cerita saya keluar dan membuka usaha sendiri tetspi selama 2 tahun ini usaha yg saya jalani bangkrut dan satu persatu aset saya yg saya dapat selama jadi pns saya jual utk bertshan hidup (mungkin ini kehendak Allah utk membersihkan ) 2 tahun ini hidup saya istri dan anak2 sangat berat dan kadang ada penyesalan knp berenti jadi pns, tapi mungkin dibalik semua ini ada rencana yg indah dari Allah utk saya , istri dan anak2, moga Allah memberikan saya dan keluarga kekuatan dan kemudahan utk melanjutkan perjuangan hijrah bagi mendapatkan rezeki yang halal .
to eyang subur…semoga saja berakhir indah,,semua keputusan pasti ada resiko, jadi nikmatilah apa yang menjadi resiko yang anda putuskan..itu akibat menjadi manusia MUNAFIK,,sadarkan anda bahwa anda ini terlalu munafik ???ana bilang selama 2 taun anda memberikan uang haram buat anak istri???mungkin anda lupa dengan gaji anda yang belum di potong zakat 2,5% jadi uang anda jadi HARAM…anda keluar PNS gara2 tergiur akan keuntungan yang besar menjadi pengusaha,sesudah di coba malah bangkrut,ataukah anda memang sudah tidak memiliki SDM lagi karna tidak bisa apah2???good job manusia munafik
Pak,, boleh share proses resign-ny bagaimana??
Apa cukup menulis surat pengunduran diri ke atasan langsung atau Es.2 atau Es.1?? Atau langsung ke BKN??
Kalau saya tanya ke Kepegawaian terkait prosedur,, pasti akan ditahan dgn alasan “sayang”.. Trims..
sy seorang pns..mohon dishare kan contoh surat pengunduran diri ke email sy pak.. tks.
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saya ingin mengikuti jejak pak Khalid, apabila Bapak berkenan mohon dapat dikirimkan contoh surat pengunduran diri dari PNS beserta persyaratan lain yang harus dilengkapi. Alamat email saya : suudianwar@gmail.com
Terimakasih atas bantuannya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
wah kayaknya salah satu fansnya Onno W purbo, saya kira saya sendiri yang fans sama beliau… salut buat bapak satu ini… Pilihan yang sangat berat… jadi nambah semangat berwira usaha..
Saya PNS sejak 2010. Namun sejak 2011 keinginan berhenti PNS hingga sekarang tak pernah hilang dari benak. Tahun 2012 saya merintis bisnis sambil mengisi waktu ‘luang’ PNS, hasilnya sekarang keinginan berhenti PNS semakin tak tertahankan lagi. Bukan karena saya PD bisnis saya bakal lancer terus tapi sepertinya saya sudah sampai pada titik akhir dimana menjadi wirausahawan lebih baik bagi saya dimata Tuhan daripada menjadi PNS. jadi wirausahawan kita pegang kendali semuanya. Jadi PNS? Semua dikendalikan system dan atasan dan selama systemnya masih seperti sekarang sih, saya gak punya mimpi untuk mengikuti jenjang karir di PNS apalagi makin tinggi jabatan maka peluang korupsi makin terbuka lebar. Walau kita sudah berusaha untuk menyucikan harta tapi system di PNS lah yg membuat hal putih dan hitam bias jadi abu2 (tidak jelas status harta kita)
thanks artikelnya menginspirasi saya, berusaha mandiri untuk wirausaha
In shaa Allah segera mngikuti jejak penulis. Merasa terbebani kerja di sini, meski beban kerja terhitung ringan. Nyari rezeki lewat dagang ajalah, ketahuan halal n berkah.
Anyway….
di indonesia itu jadi pns kayaknya memang idaman bgt. Tapi buat saya gak ada menarik2nya lho jadi pns…
ini tidak generalisir, tapi banyak pelayanan umum milik pemerintah yg pelaku pelayanannnya justru sangat “tidak melayani”
Maaf kalo keluar topik, cuma mau bilang, jadi pns? Biasa aja kali….
Mantap sekali.. dan sangat menginspirasi…
Aslmlkm..
WaaaaaaaaaH bener2 kaget sekali saya….
Padahal pekerjaan yg paling berharga menurut saya adalah PNS….
Sya dengar jg menurut survei 99% warga indonesia ingin menjadi PNS..dan tidak sdkit banyak yg berkorban menjadi tenaga honor bertahun tahun dan juga ada yg tidak d gaji, ada jg sampe umurnya cukup pensiun kalo jddi pns tp tidak ada pengangkatan…alhouakbar..makanya sya kaget sekali.dengar semua ini.
Emang tidak ada jln keluar gitu..nyambi misalnya..pokonya banyak mungkin jalan lain supaya tdk meninggalkan pns.
Tp sya jg menghargai keputusan bpk mudah2 itu yg terbaik..amin….