Telemedicine, apakah dapat diterapkan di Indonesia ?
Latar Belakang
Di sebuah ruang kecil yang cukup nyaman, dengan monitor LCD 42”, seperangkat komputer personal (PC), beberapa kursi yang diatur cukup rapi, kami duduk mendengarkan penjelasan dari seorang staf teknis dan didampingi seorang dokter.
Tiba-tiba pada layar tertulis “Incoming Call” dan sejurus kemudian muncul tampilan wajah seorang dokter dan seorang ibu-ibu setengah baya di monitor tersebut. Pria yang melayani kami segera menyapa dokter yang melakukan panggilan telekonferensi itu dan dijawab dengan permintaan dalam bahasa Inggris yang cukup lancar, agar dia dapat dipertemukan dengan dokter ahli penyakit dalam.
Kebetulan yang menemui kami selain staf teknis tersebut adalah seorang dokter ahli bedah jantung, sehingga dijanjikan akan segera dipanggil dalam waktu 3 menit.




