Malam ini, setelah kembali dari kantor, seperti biasa saya membuka-buka email yang masuk dari berbagai mailing list.
Sebuah tulisan di milis cfbe (center for betterment education) menarik perhatian saya, yaitu tulisan dengan judul di atas yang merupakan terusan (forward) dari milis ke milis.
Setelah membaca, saya jadi tertegun, bahwa ini adalah sebuah informasi yang amat penting, yang merupakan contoh pola pikir yang sama sekali berbeda. Dan seandainya masyarakat kita bisa memiliki pola pikir seperti ini, maka dalam waktu singkat Indonesia akan bergema di seluruh dunia.
Kita selalu terbuai dengan hasil bumi yang melimpah dan kekayaan alam yang bertebaran dimana-mana, namun lupa bahwa saat ini hasil bumi tersebut sedikit demi sedikit sudah dikeruk oleh bangsa lain, dan boleh jadi suatu saat kita akan menjadi ayam yang mati kelaparan di lumbung padi.
Karena tertarik untuk menulis ulang artikel tersebut, saya mencari di Google nama penulis awalnya, dan ketemu dengan blog Ust. Sarwat yang merupakan penulis awal artikel ini. Link lengkapnya dapat diperoleh disini. Namun untuk mempermudah pembaca, saya tuliskan ulang artikel tersebut dibawah ini.
Read more »
Doraemon, sebuah komik Jepang yang menggemparkan dunia, bahkan oleh Jepang sendiri dianggap sebagai Duta Jepang, merupakan sebuah karaker yang sudah amat dikenal dimana-mana.
Dengan “baling-baling bambu, kantong ajaib dan pintu kemana saja” membuat semua orang dibawa berkhayal kepada kecanggihan teknologi masa depan.
Sudah puluhan bahkan ratusan jilid komiknya beredar di Indonesia, juga film layar lebarnya berkali-kali sudah dibuat, dan masih tetap menarik perhatian juga.
Nah, berikut ini adalah episode terakhir dari Komik Doraemon, semoga bagi yang belum tahu dapat membacanya ^_^
Maaf kalau agak lama membukanya, karena full gambar…
Read more »
Setelah berdiskusi santai sambil menyelesaikan sarapan pagi di Bandara Narita, akhirnya kami segera menuju ke lokasi parkir kendaraan di bandara tersebut.
Masih terngiang di telinga diskusi mengenai ikan salmon yang telah saya tuliskan pada tulisan sebelumnya.
Keluar dari pintu bandara menuju tempat parkir, udara dingin segera menyerang (5 derajat celcius tuhhh…), untung sejak di Indonesia sudah bersiap-siap dengan sweater dan jaket, karena info tentang suhu sudah diperoleh melalui internet.
Read more »
Salah satu perbincangan hangat sambil menikmati segelas teh hangat ala Jepang dan hidangan khas Jepang di Bandara Narita adalah diskusi tentang kebudayaan dan pendidikan Jepang.
Judul di atas muncul sewaktu melihat lauk yang dinikmati pada sarapan hari ini adalah “ikan salmon”
Read more »
Setelah janji kemarin untuk menuliskan tulisan mengenai kegiatan di Jepang dan China, hari ini sy mencoba “mencicil” beberapa janji tulisan itu.
Sebelum memulai, sebelumnya diinfokan bahwa dalam kegiatan ini saya mendampingi Kepala Biro PKLN, pak Gatot yang bertujuan untuk melihat secara langsung aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis IT di Asia, utamanya di negara Jepang dan China.
Read more »