“Program RSBI khususnya SMK saat ini tidak sesuai dengan pemikiran saya sewaktu pertama kali merancang program ini”
Kalimat tersebut menjadi pembuka diskusi sekaligus menyentak saya yang sedang asik menunggu pak Kurnijanto dari Cisco Academy bersama beliau di sebuah coffee shop di daerah Jakarta Selatan.
Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan atau disingkat Dikmenjur pada tahun 1998 – 2006 ini kemudian menambahkan, “SMK Internasional sebenarnya bukan dilihat dengan guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut, tapi dengan target minimal 10% lulusannya mampu bekerja di luar negeri sesuai dengan kompetensi yang diperoleh sewaktu sekolah.”
Direktur Dikmenjur yang masih tetap dapat disebut Direktur Dikmenjur karena saat ini nama institusinya sudah berubah menjadi PSMK ini lalu melanjutkan, “sewaktu merancang program RSBI, saya memiliki keinginan agar minimal 10% pangsa pasar kerja di luar negeri diisi oleh bangsa Indonesia. Coba bayangkan apabila ini terjadi, maka alur devisa akan mengalir ke negara kita, juga tingkat kesejahteraan akan naik pesat, serta jejaring Indonesia akan diperhitungkan di mata dunia.”
Read more »
Hari ini, 3 Maret 2010, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan Nasional, Sawangan; Menteri Pendidikan Nasional, bapak Muhammad Nuh menyampaikan sebuah statemen yang sangat membahagiakan, yaitu meminta kepada rektor-rektor Perguruan Tinggi agar dapat menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sejajar dengan NIM yang saat ini sudah ada.
Hal ini bertujuan agar data peserta didik dapat terlacak hingga sampai Perguruan Tinggi.
Statemen ini seperti air yang sejuk di tengah dahaga NISN sejak “tidak bertuan” dan “tidak diperhatikan” mulai tahun 2008.
NISN adalah bagian dari program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dirintis sejak tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN), serta sempat mengalami pasang surut di dalam pengelolaannya.
Masih lekat di ingatan saya sewaktu berdiskusi pada awal tahun 2006 mengenai program NISN. Amat banyak suara-suara “sumbang” dan miring yang beranggapan bahwa program ini hanyalah sekedar program mimpi. Bagaimana mungkin mendata ulang seluruh siswa di Indonesia ? Juga apa mungkin membangun sebuah database raksasa yang melingkupi puluhan juta siswa ?
Read more »
Anda ingin memperoleh materi Buku Sekolah Elektronik (BSE) namun tidak memiliki koneksi internet ? Hendak mendownload materi tersebut tapi koneksi amat lambat ?
Anda ingin memperoleh video-video pembelajaran terbaru tapi jauh dari perkotaan dan tidak tersedia jaringan apapun ?
Anda ingin mengikuti training online secara jarak jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC ?
Anda ingin mengikuti pembelajaran atau kuliah jarak jauh yang disampaikan oleh guru/dosen terbaik secara real time ?
Solusinya adalah dengan terhubung dengan SEA EduNet.
Dan itu semua dapat diperoleh TANPA BIAYA BULANAN/Berlangganan, cukup dengan menyiapkan perangkat-perangkat yang sederhana dan mudah di dapat dan yang paling penting tidak membutuhkan koneksi internet apapun.
Pada tulisan sebelumnya, sudah saya paparkan secara mendalam mengenai pengertian dan manfaat dari SEA EduNet. Pada tulisan ini akan saya paparkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat terhubung dan menikmati layanan-layanan dari SEA EduNet.
Read more »
Wah, ada apa dengan Dapodik ? Apakah Dapodik yang ini sejenis bahan mudah terbakar hingga mengeluarkan Api ?
Atau karena pemberitaan yang lalu hingga dapodik kebakaran ?
Rupanya, tidak…API disini adalah singkatan dari Application Programming Interface
Ini makhluk apa lagi neh ?
Read more »
Akhirnya, setelah “keributan” dimulai sejak hari Minggu pagi, yang kemudian mulai booming hari Senin melalui berbagai blog yang diposting di berbagai media, dan mencapai puncaknya saat diekspos oleh Detik.com melalui berbagai tulisan, yaitu: “Diknas umbar data jutaan siswa sekolah”, “Data siswa diumbar, Blogger teriak”, “Banyak yang meneriaki, Diknas siap evaluasi”, “Data siswa terumbar, privasi terlanggar ?”, “Pengakses data siswa di diknas harusnya dijaring”, dan “Kacamata asing untuk insiden diknas“, akhirnya pada siang ini secara resmi pengumuman penutupan link untuk mengunduh (download), data dalam bentuk format xls ditutup oleh Depdiknas.
Sebenarnya, menurut teman-teman bagian teknis, link itu sudah ditutup segera pada hari Senin begitu informasi ini diketahui oleh mereka, namun belum diumumkan karena masih harus menunggu konfirmasi dari pejabat terkait. Jadi, saya mengucapkan penghargaan kepada rekan-rekan teknis yang telah “berani” mendahului perintah
Read more »
Minggu ini pemberitaan mengenai program Dapodik atau Data Pokok Pendidikan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sayangnya, peningkatannya ke arah yang kurang baik.
Minggu ini saja ada 2 email yang masuk ke mailbox saya, 1 email dari rekan Suyana sebagai penanggung jawab Dapodik Wilayah Maluku dan Papua, dan 1 lagi justru datang dari Pak Gatot, Direktur SEAMOLEC yang merupakan penggagas program Dapodik ini.
Tapi, sebelum rekan-rekan membaca lebih jauh, saya menyarankan untuk membaca 2 laman dibawah ini sebagai dasar berpikir.
- Dapodik, apakah hanya sebuah program mimpi ?
- NISN, melanggar “privacy” orang lain ?
Read more »
Entah mengapa, kemarin produktifitas menulis lumayan tinggi. Setelah rapat lelang yang berlangsung seharian di kantor, semangat menulis artikel menjadi lebih “menghangat”, mungkin karena “mood” sedang baik.
2 artikel sepanjang 5 halaman untuk masing-masing artikel selesai dalam semalam, dan walaupun untuk artikel pertama sebagian besar diambil dari website Mitra SEAMOLEC, namun tulisan pada website tersebut juga dibuat oleh saya sendiri
Saya mencoba berbagi tulisan tersebut disini, dan inilah tulisan pertama yang berkutat seputar Mitra SEAMOLEC.
Read more »
(Oleh: Gatot Hari Priowirjanto, Bondan S Prakoso, Adi Nuryanto, dan Khalid Mustafa)
Makalah ini disampaikan pada e-Indonesia Initiative 2008 (eII2008)-Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia,21-23 Mei 2008, Jakarta
Abstrak
Untuk membangun program perencanaan pendidikan yang valid, terukur dan berkesinambungan diperlukan data-data pendukung yang lengkap, valid, akuntabel, dan terbarukan (up to date). Berdasarkan pada kebutuhan tersebut, Biro Perencanaan Setjen Depdiknas membangun sistem pendataan terbaru dalam skala mikro secara terpusat, daring (online) dan waktu-nyata (real time) yang disebut dengan Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Untuk mendukung sistem Dapodik tersebut, Biro Perencanaan Setjen Depdiknas juga membangun sistem jaringan pendidikan skala nasional yang disebut dengan Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional). Dapodik mengelolai: data sekolah, data siswa,dan data guru/ karyawan. Untuk menjaga validitas data pokok pendidikan tersebut maka diterapkan sistem penomoran khusus sebagai identitas tunggal (Single Identity Number) yang bersifat unik, relatif tahan terhadap perubahan, dan berlaku seumur hidup untuk setiap entitas data yang diolah (sekolah, siswa, dan guru/karyawan). Sistem Dapodik berbasis open source menggunakan database secara terpusat dan aplikasi pengelolaan data yang berbasis web. Aplikasi tersebut dapat diakses secara daring dalam batasan dan tingkatan hak akses tertentu oleh Dinas Pendidikan propinsi/kota/kabupaten, melalui infrastruktur Jardiknas atau koneksi internet. Dalam perkembangannya, sistem Dapodik yang mulai diterapkan sejak bulan September 2006 lalu hingga saat ini telah mengumpulkan dan mengelola data sebesar 41 juta siswa, 240 ribu sekolah dan 2.7 juta guru/karyawan dalam rentang waktu kurang dari 2 (dua) tahun.
Read more »
Jumat malam, 4 April 2007 telah dilaksanakan acara lepas sambut Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional, dari Bapak Gatot Hari Priowirjanto kepada Bapak Agus Sartono.
Acara cukup meriah dan dihadiri hampir seluruh pegawai pada Biro PKLN dengan jumlah di atas 200 orang. Dibawah ini adalah suasana acara yang sempat saya rekam.
Read more »
Pukul 11.02 hari ini (tanggal 22 Februari 2008), sebuah sms masuk ke HP saya dari Pak Bondan dengan bunyi “Data NISN sudah berkepala 4.”
Segera saya membuka web site NISN dan langsung melihat pada rekap data, dan benar tertulis “Total siswa yang terdaftar pada 22/02/2008 pk 11:09:12 = 40.084.073 orang”
Read more »