RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Hati-Hati Membeli Tiket Garuda di Traveloka bagi Anggota GarudaMiles

    April 6th, 2017

    Pengguna GarudaMiles pasti kenal dengan namanya Award Mileage atau Tier Mileage
    Untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat keanggotaan GarudaMiles, membutuhkan award atau tier dengan nilai tertentu.
    Contohnya untuk menaikkan jenjang dari Blue ke Silver maka harus minimal 10 kali terbang dalam setahun.
    Namun, tidak semua penerbangan dapat dihitung sebagai syarat untuk menaikkan atau mempertahankan keanggotaan, contohnya kelas penerbangan E, U, R, X, O, Z, L tidak akan dihitung oleh Garuda. (Sumber: https://garudamiles.com/TopHome-id-ID/perolehan-miles/kalkulator-mileage/ )

    Sayangnya, apabila anda terbang dengan memesan tiket melalui Traveloka, kelas-kelas ini tidak diinformasikan sejak awal. Baru terlihat setelah E-Tiket diterbitkan dan biasanya tidak diindahkan sehingga baru sadar setelah terbang dan pada laporan Mileage tidak masuk sebagai penghitung kewajiban mempertahankan keanggotaan.

    Saya mengalami sendiri dengan 4 kali penerbangan di tahun 2017 yang tidak dihitung oleh Garuda Indonesia.

    Setelah malam ini saya konfirmasi ke Traveloka melalui fasilitas chat, maka mereka mengakui hal tersebut.

    Kesimpulannya, hati-hati memesan tiket Garuda Indonesia di Traveloka apabila anda adalah pemegang GarudaMiles yang ingin mempertahankan tingkat keanggotan atau hendak menaikkan level keangotaan GarudaMiles anda.


    Menculik Miyabi (sebuah resensi)

    May 10th, 2010

    Niat awal untuk ke Planetarium Taman Ismail Marzuki, tapi apa daya tiket pertunjukan terakhir telah habis terjual, maka kaki melangkah ke Studio XXI yang kebetulan berada satu kompleks dengan TIM.

    Dari 4 studio dan 4 film yang ada, kebetulan hanya film Menculik Miyabi ini yang belum ditonton. Juga tertarik dengan siaran Apa Kabar Indonesia pagi di TV One beberapa hari yang lalu, yang menampilkan pemeran film ini.

    Film Menculik Miyabi langsung dibuka dengan penampilan Maria Ozawa, tokoh yang kontroversial pada film ini dengan penolakan kedatangannya di Indonesia dan fatwa haram yang dikeluarkan. Namun, jangan berharap Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi pada film-film vulgar di luar sana. Dari awal hingga akhir film, tidak ada satupun adegan Miyabi bersama dengan berbagai lelaki dalam pose menggoda 🙂

    Miyabi, yang merupakan bintang iklan sebuah produk snack diminta oleh pimpinan tempat dia bekerja untuk mengantarkan hasil undian produk tersebut ke Jakarta. Rencana kedatangannya dimasukkan dalam blog pribadi dan kebetulan dibaca oleh 3 orang penggemarnya, yaitu Kevin, Bimo, dan Aan.

    Kevin, adalah seorang pemuda yang “culun” di kampusnya, menyenangi seorang gadis bernama Jessica yang sayangnya sudah berpacaran dengan Mike yang bergaya “preman”.

    Read the rest of this entry »


    Alangkah Lucunya (Negeri Ini) – Sebuah Resensi

    April 25th, 2010

    Satu lagi film Indonesia berkualitas muncul pada tahun ini. Setelah berbagai film-film sebelumnya, seperti Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan lain-lain (tidak termasuk film pocong-pocongan lho yah…), pada bulan April tahun 2010, sebuah film yang mengangkat kondisi nyata anak Indonesia sehari-hari.

    Film ini dimulai dengan menggambarkan seorang anak muda, lulusan S1 Managemen yang bernama Muluk.

    Muluk, sebagai seorang yang baru saja lulus kuliah, tentu saja berupaya untuk mencari kerja. Dengan berbekal ijazah yang dimiliki serta surat kabar yang memuat berbagai lowongan kerja, dia keluar masuk berbagai perusahaan untuk melamar. Namun, semua lamaran tersebut tidak membuahkan hasil. Malah, di sebuah perusahaan, pengetahuan manajemen yang dimilikinya dinyatakan tidak berguna karena pimpinan perusahaan tersebut sudah mencoba segala jenis manajemen, mulai manajemen China, hingga manajemen Arab namun tidak berhasil menyelamatkan perusahaannya. Juga pada saat melamar di perusahaan lain dan ditawarkan untuk menjadi TKI, sebuah bayangan hukum cambuk TKI di Malaysia segera menghinggapi pikiran Muluk yang langsung ditolak mentah-mentah.

    Read the rest of this entry »


    Avatar (Sebuah Resensi)

    December 20th, 2009

    Kalau mendengar kata “Avatar”, mungkin kita langsung teringat dengan salah satu komik dan kartun yang cukup populer yaitu Aang “The Last Airbender” yang menguasai 4 Elemen.

    Namun, Avatar yang dimaksud disini bukanlah Avatar Aang, melainkan sebuah tubuh buatan yang direkayasa secara Genetik untuk suku tertentu di Planet tertentu.

    Kebetulan saat libur “long weekend”, jadi saya mencoba untuk sedikit bersantai dan beristirahat. Salah satu target utamanya adalah menonton film. Film yang menjadi target utama adalah Avatar ini dan Sang Pemimpi. Karena film ini adalah film animasi, maka saya tidak tanggung-tanggung menontonnya, yaitu mengambil pemutaran film yang 3 Dimensi, agar efek animasinya lebih jelas.

    Latar belakang dari Film ini adalah pada tahun 2154. Pada waktu itu, seluruh sumber daya bumi telah habis terkuras, akibat keserakahan manusia. Untuk menemukan sumber daya alam yang baru, maka manusia melakukan eksplorasi kemana-mana, termasuk ke Planet Pandora, yang merupakan bulan dari Planet Poliphemus, satu dari tiga planet gas yang mengorbit bintang Alpha Centauri A, 4.3 Juta Tahun Cahaya dari Bumi

    Penambangan di Planet Pandora dilakukan oleh sebuah perusahaan dan untuk mengamankan pelaksaan penambangan, mereka mempekerjakan tentara bayaran yang berasal dari marinir dengan persenjataan yang amat lengkap. Salah satu mantan marinir yang dipekerjakan adalah Jake Sully, seorang marinir handal yang cacat sewaktu bertempur di bumi, Jake tidak mampu menggunakan kedua kakinya dan harus berjalan dengan bantuan kursi roda.

    Read the rest of this entry »


    Sop Konro Bagi Jiwa (Resensi Buku)

    November 18th, 2009

    Buku adalah Jendela Dunia, ungkapan ini cukup familiar di telinga kita dan menurut saya memang benar demikian adanya. Hal ini karena dengan aliran-aliran tulisan yang menggambarkan sesuatu dan tertulis di dalam buku akan mampu membawa pembacanya ikut serta mengalami hal-hal yang dituliskan oleh penulisnya.

    Buku Sop Konro Bagi Jiwa, seperti paragraf di atas, akan mampu membawa pembacanya menikmati berbagai rasa kehidupan. Mulai manisnya kehidupan, guruh, asin, asam, bahkan pahit, seperti nano-nano.

    Mengapa ?

    Bagaikan semangkuk Sop Konro, sebuah makanan khas dari Makassar, potongan rusuk sapi atau kerbau diracik dengan campuran bumbu-bumbu alami seperti ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, dan garam, serta pengolahan secara tradisional akan menghasilkan hidangan khas, eksotik, dan unik dibandingkan sop atau sup lainnya di nusantara, Buku ini juga memiliki karakteristik yang unik serta berbeda dibandingkan dengan buku lainnya.

    Read the rest of this entry »


    Transformer 2 – Revenge of The Fallen (sebuah resensi)

    June 25th, 2009

    Akhirnya, salah satu dari beberapa film yang saya tunggu-tunggu keluar juga. Walaupun sudah antri pada jam 2 siang, namun tetap dapat tiket untuk pemutaran jam 21.30, itu juga dapat baris paling ujung kanan. Untung tidak tepat di depan layar. Kasihan juga dengan mereka yang bela-belain beli tiket tapi dapatnya yang di depan layar. Bisa kejang leher tuh 😀

    Namun, perjuangan untuk bisa mengikuti pemutaran film Transformer 2 di hari pertama pemutarannya tidak sia-sia. Banyak perubahan yang terjadi dibandingkan dengan Transformer 1 dulu, utamanya dari segi animasi, efek gambar, dan suara.

    Karakter-karakter lama dan beberapa karakter baru juga diambahkan untuk memperkuat alur cerita, juga kejenakaan BumbleBee dan kebijakan Optimus Prime masih tetap ditampilkan.

    Film ini dibuka dengan informasi bahwa sebenarnya pasukan robot telah hadir di Bumi jauh sebelum Allspark datang. Bahkan sudah terjadi peperangan hebat di Bumi antara Prime bersaudara sejak 17.000 tahun sebelum masehi.

    Read the rest of this entry »


    Laskar Pelangi (sebuah resensi)

    September 26th, 2008

    Sejak mengetahui bahwa Laskar Pelangi akan dibuat film, maka sejak itu juga saya bertekad untuk menyaksikan filmnya.

    Mengapa ?

    Karena novel Laskar Pelangi juga merupakan salah satu novel yang paling berkesan bagi saya. Yang menceritakan pendidikan disebuah daerah dengan sangat gamblang, beserta suka duka guru maupun siswanya yang bening bagaikan air.

    Hari ini merupakan pemutaran perdana film tersebut serentak di Indonesia (atau cuman Jakarta yah…), dan karena pengalaman dengan pemutaran perdana film-film lainnya, dimana biasanya penuh sesak atau memperoleh tempat duduk barisan depan yang amat sangat tidak nyaman sekali, maka hari ini, untuk pemutaran pukul 16.45, saya sudah antri di Plaza Senayan XXI pukul 10.00 WIB 😀

    Akhirnya, malah menjadi pembeli tiket yang pertama 😀

    Nah, bagaimana resensi dan kesimpulan saya ?

    Read the rest of this entry »


    Iron Man (Sebuah Resensi)

    May 4th, 2008

    Akhirnya kesampaian juga untuk istirahat dan menonton film di hari minggu. Biasanya hari seperti ini digunakan juga untuk bekerja.

    Bersama 7 orang teman serumah, ramai-ramai menuju ke Studio 21 di Blok M Plaza. Pilihan film yang hendak dinikmati adalah Iron Man, sebuah film yang diangkat dari novel Marvell. Maklum, semua yang nonton adalah orang-orang IT, jadi setelah melihat film yang ada, tidak jauh-jauh dari IT juga 😀

    Karena hari minggu, cukup banyak juga yang menonton film ini, dimana kami bertujuh terpaksa menempati jejeran ke 5 dari depan pada sayap kiri layar.

    Cerita ini dimulai dari seorang Billiuner yang mewarisi pabrik senjata terbesar di Amerika dari ayahnya, dan juga seorang yang amat jenius, yaitu Tony Stark, yang telah menciptakan sebuah misil penghancur yang luar biasa kuat. Perusahaan ini dijalankan bersama dengan seorang sahabat ayahnya yang bernama Obadiah Stane, yang telah mengabdi pada perusahaan tersebut selama 30 tahun.

    Read the rest of this entry »


    Cloverfield (sebuah resensi)

    February 27th, 2008

    Setelah memiliki blog ini, banyak yang nanya2, “kok pak Khalid sekarang dah jadi pengamat film dan telekomunikasi yah ?”

    Jawabannya, kalau untuk film, sepertinya untuk hiburan aja kok. Berhubung hobi main game dah mulai ilang, kayaknya diganti dengan hobi nonton. Juga sengaja nulis resensinya untuk melatih daya ingat dan kemampuan nulis.

    Sedangkan untuk telekomunikasi, emang benar-benar iseng aja. Kebetulan ada ide, ya langsung nulis. Jadi tidak pakai riset-risetan, cukup berbekal web site dan kalkulator 😀

    Berikut ini adalah film yang saya tonton pada hari selasa kemarin (26 Februari 2008) sepulang kantor.

    Read the rest of this entry »


    Ayat-Ayat Cinta (Sebuah Resensi)

    February 25th, 2008

    Hari ini entah mengapa kondisi tubuh masih terus naik dan turun. Malah siang hari sempat tertidur sejenak di ruang kerja karena perasaan pusing yang kelewat kuat.

    Akhirnya pukul setengah 5, udah mulai tidak kuat dan akhirnya segera meninggalkan kantor. Kebetulan si ncuy juga “kena racun”, jadinya balik cepat…hehehe…

    Namun…sambil berjalan menuju lift, kok tiba-tiba ada pikiran lain yah…kepikir untuk sedikit bersantai nonton film. Bolak-balik diskusi dengan ncuy, disepakati untuk nonton aja di Plaza Senayan, mumpung dekat dari kantor. Jadilah berjalan berdua ke Studio 21 Plaza Senayan.

    Read the rest of this entry »