Category: Pendidikan

Permendiknas No. 18 Tahun 2010 tentang Juknis DAK Bidang Pendidikan untuk SD

Satu lagi peraturan yang ditunggu-tunggu oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta pengusaha dalam bidang konstruksi, elektronik, alat peraga pendidikan, dan elektronik/komputer akhirnya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Yang agak mengherankan memang nomor peraturan Juknis DAK SD ini lebih dahulu dibandingkan dengan Juknis SMP, tetapi publikasinya dilakukan belakangan. Rupanya ada beberapa item barang pada lampiran yang masih sulit dilaksanakan karena menunggu lisensi pemanfaatan barang tersebut. Dan rupanya, setelah dilihat lebih detail, Permendiknas Nomor 18 Tahun 2010 dan semua lampirannya hanya memuat pekerjaan konstruksi dan buku saja, sedangkan yang berkaitan dengan alat peraga pendidikan, sarana penunjang pembelajaran/alat elektronik pendidikan, sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan dan multimedia interaktif akan diatur kemudian dalam Peraturan Menteri secara tersendiri.

Yang harus jadi perhatian bahwa prosedur DAK Bidang Pendidikan untuk SD ini sama persis dengan prosedur untuk SMP, yang berarti pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan harus menggunakan metode pengadaan barang/jasa. Namun, sama persis dengan Juknis SMP, bagi daerah yang terlanjur menyalurkan dalam bentuk hibah/swakelola dan belum melakukan perubahan MAK menjadi belanja modal, disilakan tetap berpedoman pada Permendiknas No. 5 Tahun 2010.

Bagi yang membutuhkan Juknis ini, silakan membaca dan mengunduh pada tautan di bawah ini:

Read more »

Permendiknas No. 19 Tahun 2010 tentang Juknis DAK Bidang Pendidikan untuk SMP

Bulan Agustus tahun 2010 sepertinya menjadi bulan peraturan yang ditunggu-tunggu. Setelah pada tanggal 6 Agustus 2010 Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada tanggal 25 Agustus 2010 Menteri Pendidikan Nasional juga menandatangani Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 untuk Sekolah Menengah Pertama.

Sejak tulisan saya yang pertama di blog ini yang berjudul Prosedur Pengadaan DAK Bidang Pendidikan dari Segi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan tulisan kedua yang berjudul Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan 2010 wajib dilelang, total hampir 200 komentar pada kedua tulisan tersebut.

Sebagian besar komentar pada tulisan kedua meminta informasi mengenai Juklak DAK yang baru. Untuk memenuhi keinginan pembaca, pada tulisan ini akan saya tampilkan Permendiknas No. 19 Tahun 2010 tentang Juknis DAK untuk SMP yang dilengkapi dengan seluruh spesifikasi barang yang dibutuhkan.

Semoga bermanfaat.

Read more »

SMK RSBI di mata Seorang Perancangnya

“Program RSBI khususnya SMK saat ini tidak sesuai dengan pemikiran saya sewaktu pertama kali merancang program ini”

Kalimat tersebut menjadi pembuka diskusi sekaligus menyentak saya yang sedang asik menunggu pak Kurnijanto dari Cisco Academy bersama beliau di sebuah coffee shop di daerah Jakarta Selatan.

Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan atau disingkat Dikmenjur pada tahun 1998 – 2006 ini kemudian menambahkan, “SMK Internasional sebenarnya bukan dilihat dengan guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut, tapi dengan target minimal 10% lulusannya mampu bekerja di luar negeri sesuai dengan kompetensi yang diperoleh sewaktu sekolah.”

Direktur Dikmenjur yang masih tetap dapat disebut Direktur Dikmenjur karena saat ini nama institusinya sudah berubah menjadi PSMK ini lalu melanjutkan, “sewaktu merancang program RSBI, saya memiliki keinginan agar minimal 10% pangsa pasar kerja di luar negeri diisi oleh bangsa Indonesia. Coba bayangkan apabila ini terjadi, maka alur devisa akan mengalir ke negara kita, juga tingkat kesejahteraan akan naik pesat, serta jejaring Indonesia akan diperhitungkan di mata dunia.”

Read more »

Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan 2010 wajib menggunakan prosedur lelang

Akhirnya, setelah informasi dan produk hukum yang simpang siur kesana kemari, juga berbagai diskusi yang juga terjadi pada blog saya mengenai Prosedur Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan dari Segi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pagi ini saya memperoleh informasi bahwa sudah keluar Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen) yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Walikota di Indonesia berisi kewajiban melaksanakan lelang bagi pengadaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan.

Surat edaran ini berdasar kepada Undang-Undang No. 2 Tahun 2010 perihal Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 47 tahun 2009 tentang APBN Tahun Anggaran 2010 khususnya pasal 18 ayat (5b) yang berbunyi “Petunjuk teknis pelaksanaan DAK Pendidikan harus terlebih dahulu dikonsultasikan/mendapatkan persetujuan Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 15 ayat (5) UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Untuk menjamin efektifitas, efisiensi, dan akuntabilitasnya, maka pelaksanaan DAK Pendidikan harus menggunakan metode pengadaan barang/jasa yang mengacu kepada mekanisme sesuai dengan peraturan perundangan dan tidak dalam bentuk blockgrant/hibah ke penerima manfaat atau sekolah”

Read more »

Paradigma Customer Satisfaction menuju Customer Success

Saat ini sudah sering terdengar istilah Customer Satisfaction atau Kepuasan Pelanggan sebagai tujuan dari sebuah layanan institusi atau perusahaan.

Kepuasan pelanggan memiliki tujuan agar setiap program yang dilaksanakan menghasilkan keluaran (output) yang sesuai standar sehingga pelanggan menjadi puas.
Kepuasan adalah tujuan akhir dari berbagai program tersebut sehingga berbagai upaya dilakukan agar hasil akhir sesuai dengan tuntutan pelanggan.

Namun, hari ini, paradigma tersebut mulai bergeser lebih jauh, karena dengan tujuan akhir hanya sekedar “kepuasan pelanggan” sudah tidak memenuhi lagi.

Mengapa ?

Read more »

Jangan paksa kami untuk berbaris pak…

Hari Senin, tanggal 12 April 2010, saat melaksanakan “ritual” pagi yaitu sarapan sambil membaca Harian Kompas, saya tersentak membaca sebuah berita yang tertulis pada Halaman 5 dengan judul berita “Perjalanan Presiden: 470 Kilometer yang menyemangati…” khususnya membaca paragraf terakhir dari tulisan tersebut yang menuliskan “Di mata Presiden, pelajar yang menyambutnya itu dimaknai sebagai semangat generasi muda yang gigih menatap masa depan. ‘Kemarin, saya jalan dari Surabaya ke Malang. Hujan lebat dan sepanjang jalan berdiri pelajar SD, SMP, dan SMA serta pendukung tim sepakbola Arema. Saya terkesan dengan semangat mereka yang tinggi,’ kata Presiden.”

Ya ampun…sontak saya mengerutkan kening dan berpikir, amat tidak pantas justru bangga melihat siswa-siswi kita yang tugasnya belajar malah meninggalkan ruang kelas hanya untuk melambaikan bendera di pinggir jalan di tengah hujan deras :(

Saya jadi ingat cerita sejenis pada tahun 1988 yang saya alami sendiri. Waktu itu saya masih kelas 5 di SD Negeri Mangkura 1 Ujung Pandang. Karena akan ada kunjungan “pejabat” tinggi di sekolah, maka kami diminta untuk bersiap menyambut pejabat tersebut.

Read more »

Faradina Izdhihary: Surat Terbuka Buat Pringadi, Para Murid, dan Wali Murid

Pagi ini, seperti biasa saat menekuni rutinitas pagi, yaitu membaca email yang berasal dari 108 mailing list, saya tertarik dengan tulisan yang diforward oleh pak Muhammad Ihsan, sekjen Ikatan Guru Indonesia (IGI) di mailing list Klub Guru. Tulisan ini mengingatkan saya kepada tahun-tahun mengajar di Makassar, juga kepada kehidupan beberapa orang guru saya yang amat sederhana.

Masih teringat saat saya mengunjungi rumah beliau-beliau yang sederhana, yang terkadang kursinya-pun sudah robak sana-sini, belum lagi perabotan yang apa adanya, namun semangat mengajar dan semangat berbagi ilmu terlihat amat berkobar di mata mereka.

Disini terlihat jelas bahwa kekurangan materi bukanlah menjadi penghambat kepada profesi mereka untuk mencerdaskan anak bangsa.

Karena tulisan ini amat bagus, maka saya menuliskan ulang pada blog ini disertai tautan ke tulisan aslinya.

Read more »

Inovasi Tanpa Batas

Acara Kick Andy malam ini (Jumat, 5 Maret 2010) terasa berbeda, bukan hanya karena jauh hari sebelumnya sudah diinfokan oleh rekan-rekan di SMKN 1 Surabaya, atau email dari Direktur SEAMOLEC untuk menyempatkan menonton, tetapi juga karena ini adalah tampilan pertama salah satu hasil didikan SEAMOLEC pada acara yang dipandu oleh Andy F. Noya.

Tema malam ini adalah “Inovasi Tanpa Batas” yang menyingkap temuan-temuan aplikasi dalam bidang Software dan orang-orang yang berada di dalamnya.

Salah satu yang tampil pertama kali adalah kelompok “Putri Petir” yang membuat baju khas untuk bermain game “Tari Saman” dengan mengacu kepada game Ayo Dance.

Tampilan kedua adalah  kelompok pemuda   yang menciptakan aplikasi yang mampu mengontrol komputer hanya dengan gerakan mata. Aplikasi ini bernama “Eye BPod”. Melalui aplikasi ini, maka orang yang memiliki keterbatasan fisik, utamanya tangan, tetap mampu untuk mengoperasikan komputer.

Tampilan ketiga adalah pembuat game angklung heroes & nusa challenge, yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia melalui game. Angklung heroes  adalah game yang memainkan angklung dengan berbagai ragam lagu daerah, sedangkan nusa challenge merupakan game/quiz yang memperlihatkan ciri khas kebudayaan di Indonesia. Kedua game ini dapat ditemui dan dimainkan di Facebook.

Read more »

NISN akan digunakan hingga Perguruan Tinggi

Hari ini, 3 Maret 2010, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan Nasional, Sawangan; Menteri Pendidikan Nasional, bapak Muhammad Nuh menyampaikan sebuah statemen yang sangat membahagiakan, yaitu meminta kepada rektor-rektor Perguruan Tinggi agar dapat menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sejajar dengan NIM yang saat ini sudah ada.

Hal ini bertujuan agar data peserta didik dapat terlacak hingga sampai Perguruan Tinggi.

Statemen ini seperti air yang sejuk di tengah dahaga NISN sejak “tidak bertuan” dan “tidak diperhatikan” mulai tahun 2008.

NISN adalah bagian dari program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dirintis sejak tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN), serta sempat mengalami pasang surut di dalam pengelolaannya.

Masih lekat di ingatan saya sewaktu berdiskusi pada awal tahun 2006 mengenai program NISN. Amat banyak suara-suara “sumbang” dan miring yang beranggapan bahwa program ini hanyalah sekedar program mimpi. Bagaimana mungkin mendata ulang seluruh siswa di Indonesia ? Juga apa mungkin membangun sebuah database raksasa yang melingkupi puluhan juta siswa ?

Read more »

Bagaimana terhubung dengan SEA EduNet ?

Logo SEAMOLECAnda ingin memperoleh materi Buku Sekolah Elektronik (BSE) namun tidak memiliki koneksi internet ? Hendak mendownload materi tersebut tapi koneksi amat lambat ?

Anda ingin memperoleh video-video pembelajaran terbaru tapi jauh dari perkotaan dan tidak tersedia jaringan apapun ?

Anda ingin mengikuti training online secara jarak jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC ?

Anda ingin mengikuti pembelajaran atau kuliah jarak jauh yang disampaikan oleh guru/dosen terbaik secara real time ?

Solusinya adalah dengan terhubung dengan SEA EduNet.

Dan itu semua dapat diperoleh TANPA BIAYA BULANAN/Berlangganan, cukup dengan menyiapkan perangkat-perangkat yang sederhana dan mudah di dapat dan yang paling penting tidak membutuhkan koneksi internet apapun.

Pada tulisan sebelumnya, sudah saya paparkan secara mendalam mengenai pengertian dan manfaat dari SEA EduNet. Pada tulisan ini akan saya paparkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat terhubung dan menikmati layanan-layanan dari SEA EduNet.

Read more »

WordPress Theme Design