Random Post: Pelatihan PBJ PPM-PI
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Selamat Jalan Sahabat…

    Abbas Supardi

     

    Pakaian putih abu-abu, duduk agak di belakang, tubuh kurus tinggi, pendiam, dan sorotan mata penuh rasa ingin tahu, adalah kesan pertama bertemu dia sewaktu di Makassar.

    Saat itu saya berada di depan kelas, diperkenalkan oleh Pak Warsono (Alm), guru mata pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Negeri 2 Makassar (Sekarang SMK Negeri 3) untuk memberikan materi Web Desain sebagai salah satu uji coba penerapan program Teknologi Informasi (TI) Tandem pola 300 Jam.

    Ya. Abbas adalah salah satu kelinci percobaan program TI masuk SMK pertama di Indonesia. Saat itu bentuknya adalah tandem kepada kejuruan yang sudah ada selama 300 jam pelajaran. 3 kejuruan tersebut adalah Technical Support (TS), Web Design (WD), dan Help Desk (HD).

    Walaupun mata pelajaran ini benar-benar baru, yaitu membuat website, ditambah gaya ngajar saya yang meledak-ledak, tidak membuat semangatnya luntur, malah langsung terlihat bahwa siswa ini punya kemampuan luar biasa dari sisi web design.

    Membuat website langsung menggunakan script HTML murni, dilahap mentah-mentah. Materi tabel dalam tabel yang biasanya memusingkan siswa lain, dilahap hanya dalam sehari.

    Inilah yang membuat Abbas menjadi pilihan saya untuk mewakili Makassar dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS) tingkat propinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya, kecurangan dalam menentukan peserta yang akan mewakili Sulsel di tingkat nasional yang dilaksanakan di Malang menghilangkan kesempatan dia untuk maju ke ranah nasional. Hal ini juga sempat membuat saya mengundurkan diri dari urusan SMK hampir selama setahun.

    Setelah hal tersebut, saya hilang kontak dan hanya mendengar bahwa justru setelah lulus SMEA malah pindah dari jurusan ekonomi dan masuk ke STMIK Dipanegara.

    Artinya, “racun” ilmu komputer yang saya berikan lumayan manjur.

    Tahun 2006, saat saya hijrah ke Jakarta dan Biro PKLN memerlukan tenaga dalam bidang Web Design, pikiran saya langsung terarah ke Abbas, dan kebetulan juga sudah lulus dari STMIK Dipanegara. Maka sejak saat itu, ikut jugalah Abbas menjadi warga Jakarta.

    Semangat belajar Abbas mengantarkan dirinya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI), walaupun jurusannya jauh menyimpang dari ilmu yang dimiliki, yaitu Hubungan Internasional. Waktu saya tanya, mengapa ambil jurusan tersebut, jawabannya adalah “supaya bisa keliling dunia.”

    Tentu jawaban tersebut membuat saya melongo.

    Nah, saat sedang berjibaku dengan tesis inilah, pola hidup tidak sehat mulai hinggap. Yaitu begadang tidak tidur sampai pagi di salah satu restoran makanan yang full AC sehingga dinginnya menusuk tulang dan parahnya lagi dipenuhi dengan asap rokok 🙁

    Rupanya penyakit ini menggerogoti secara perlahan, yang mencapai puncaknya hari Sabtu lalu (11 Oktober 2014), saat saya pulang dari Mamuju, menjumpai dirinya dalam kondisi amat tidak sehat dan segera saya larikan ke UGD.

    Hari ini, murid sekaligus sahabat saya ini akhirnya menghadap Yang Kuasa. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, masih sempat meminta dimandikan. Rupanya ingin tetap bersih hingga akhir.

    Selamat jalan sahabat, semoga engkau diberi kebahagiaan di sisi-Nya. Semoga amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT dan semua dosa-dosamu dihapuskan oleh-Nya.

    Aamiin Ya Rabbal Alamin.

     

    3 responses to “Selamat Jalan Sahabat…”

    1. Heri Cahyo says:

      turut berduka cita pak,
      semoga almarhum diberikan ampunan atas Segala khilafnya dan diberikan pahala atas amalbaiknya dan diberikan tempat yang baik di sisi ALLAH SWT

      Aamiin

    2. Hendra says:

      Turut berdukacita, semoga amal ibadah nya di terima Allah SWT. Amin…

    3. Prayitno says:

      Semoga amal ibadah mas abbas diterima Allah SWT. Aamiin

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *