Random Post: Ikan Salmon dan Anak TK/SD
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Kisah pengadaan disebuah negara antah berantah…

    October 16th, 2013

    Globe

    Disebuah negara antah berantah yang memiliki beberapa daerah, akan dilaksanakan Pilkadal untuk memilih Kadal-Kadal yang akan menjadi kepala daerah di daerah tersebut.

    Sejatinya pelaksanaan pilkadal, maka para pihak mulai sibuk untuk turut serta dalam kegiatan itu. Burung hantu selalu terjaga setiap malam untuk mengintai mangsanya, burung merpati berkirim kabar, baik kabar burung atau kabar gaib, dan tentu saja para kadal yang melata kesana kemari mencari muka dengan berbagai janji muluk.

    Salah satu yang paling sibuk tentu saja pihak Beruang. Dengan melihat kadal-kadal potensial, mereka mulai mendekati berbagai pihak tentu saja dengan janji-janji tertentu.

    “Jangan khawatir soal dana, berapapun yang dibutuhkan kami bisa bantu,” atau “Semua pengeluaran akan kami tanggung, kalau perlu gesek pakai kartu kami dengan tanpa batas,” merupakan kalimat-kalimat standar yang mereka lontarkan kepada para kadal yang tentu saja menyambut dengan gembira.

    “No free lunch” adalah uangkapan yang tepat untuk hal ini. Beruang sebagai pihak pebisnis tentu saja tidak akan bermurah hati memberikan dana yang melimpah tanpa imbal jasa atau kesempatan di masa yang akan datang. Biasanya kalimat di atas akan disambung dengan “tapi jangan lupakan kami yah kalau anda terpilih menjadi Kadal di daerah ini.”

    Dengan sokongan dana dari pihak Beruang, maka para Kadal menyebar baliho, spanduk, dan brosur kemana-mana. Dengan semangat kehewanan tentu saja tidak mempedulikan lagi tentang polusi gambar dimana-mana. Wajah jelek mereka terpampang dimana-mana, termasuk menyiksa pepohonan dengan memaku wajah mereka di batang pohon. Serangan fajar dilakukan dimana-mana, berbagai bantuan sembako bertuliskan nama dan nomor urut mereka disebar pada kantong-kantong calon pemberi suara, amplop berisi lembaran-lembaran mata uang di negara antah berantah berhamburan kesana-kemari.

    Akhirnya, pelaksanaan Pilkdal sukses dilaksanakan, dan si Kadal menjadi pemenangnya.

    Read the rest of this entry »


    Kebutuhan vs Biaya

    October 5th, 2013

    Video ini saya buat pada tanggal 3 Oktober 2013 saat sedang mengikuti TOT Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan sebagai bagian dari Ujian Akhir pada TOT tersebut.

    Kebetulan setiap orang diwajibkan membuat slide presentasi terhadap topik tertentu yang diundi sebelumnya dan kemudian memaparkan di depan tim penilai.

    Saat pengundian, saya mendapatkan tugas untuk membahas Unit Kompetensi PR.03 yaitu menyusun rencana anggaran dan biaya.

    Saat memperoleh pokok bahasan ini, yang terpikir adalah bagaimana menyampaikan kepada audiens bahwa kebutuhan itu harus sinkron dengan biaya. Jangan sampai kebutuhannya besar, namun biaya yang dipersiapkan justru tidak mencukupi.

    Yang terpikir oleh saya dalam pembahasan ini adalah Iklan salah satu operator telekomunikasi, yang menampilkan seseorang dengan seribu rupiah namun memiliki keinginan yang besar, sehingga untuk naik ojek dengan hanya seribu rupiah hanya diantar beberapa meter saja.

    Read the rest of this entry »