Mengapa Saya Keluar dari PNS

Postingan saya di facebook kemarin sepertinya menjadi salah satu postingan paling populer sepanjang memiliki akun Facebook, padahal hanya memuat 2 baris kalimat dalam satu paragraf.

Postingan tersebut adalah “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, hari ini resmi saya memasukkan Surat Pernyataan Pengunduran Diri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Semoga keputusan ini adalah yang terbaik dan senantiasa diberi keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.”

Nah, singkat saja khan dan maknanya juga jelas dan tegas :D

Paragraf ini sampai mengundang 82 like dan 130 komentar. Ada yang menyampaikan ucapan selamat, ada yang mengucap syukur, ada yang mendoakan semoga lebih baik, tapi banyak juga yang mempertanyakan alasannya.

Malah ada yang menghubungi via inbox dan ada yang menelepon langsung karena tidak percaya terhadap berita tersebut. Diantara yang menelepon ada yang bilang saya jadi gila karena orang lain berlomba-lomba untuk masuk PNS dan saya sendiri malah keluar dari PNS :D

Pada tulisan ini saya akan menyampaikan alasan mengapa saya keluar dari PNS

Seperti yang rekan-rekan ketahui dari tulisan di blog ini, sejak awal tahun 2011 kehidupan saya banyak berubah. Salah satu perubahan terbesar adalah meninggalkan dunia TI yang selama ini digeluti dan berganti menjadi dunia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ).

Sejak awal tahun, bahkan sebelum dinyatakan lulus dalam pelatihan instruktur pengadaan barang/jasa pemerintah, sudah banyak jadwal sosialisasi Perpres Nomor 54 Tahun 2010 atau panggilan untuk mengajar dalam bidang PBJ.

Tapi satu hal yang mengganjal dalam hati dan itu sudah lama menghantui.

Sebagian dari permintaan mengajar, selain yang dilaksanakan rutin oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas, yang saat ini sudah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan /Kemdikbud), juga berasal dari masyarakat umum, baik dari institusi pendidikan swasta, institusi penyedia barang/jasa atau pemerintah daerah/pemda.

Yang jadi masalah, selaku PNS saya dituntut untuk hadir di kantor mulai pukul 7.30 hingga 16.00 WIB setiap hari. Hanya boleh meninggalkan kantor dalam rangka tugas kedinasan dan harus membuat surat tugas terlebih dahulu.

Saya terus terang sering menggunakan waktu kerja untuk mengajar PBJ diluar program resmi yang sudah ditetapkan. Bahkan beberapa kegiatan dilaksanakan diluar kota sehingga harus meninggalkan kantor 1 hari penuh. Ini semua sebagian besar hanya berdasarkan ijin lisan kepada atasan langsung yang tentu saja sudah melanggar aturan.

Ini menjadi tekanan batin. Disatu sisi saya memang menyukai untuk mengajar dan merasa perlu untuk terus berbagi ilmu dimana saja, tapi disisi lain aturan kepegawaian juga harus ditegakkan.

Tidak mungkin saya mengajar tentang larangan korupsi, sedangkan saya sendiri melaksanakan korupsi, yaitu Korupsi Waktu :(

Tidak mungkin saya mengajar tentang kedisiplinan kalau saya sendiri tidak disiplin.

Sebagai seorang pengajar atau pendidik, kesesuaian antara apa yang diajarkan dengan tindakan adalah hal yang mutlak. Karena ini merupakan cerminan integritas dari seorang pendidik.

Banyak yang menyarankan, “jalanin saja sebagai PNS juga sebagai instruktur, khan bolos sekali-sekali demi membagi ilmu itu tidak apa-apa, banyak juga kok PNS tapi tetap nyambi diluaran.”

Saya memegang prinsip nila setitik dapat merusak susu sebelanga. Apalah artinya kebaikan yang kita ajarkan kalau ditempuh dengan cara yang tidak baik walaupun tujuannya juga baik?

Saya sadar, setiap waktu yang tertulis dalam aturan PNS dibayar dari uang pajak rakyat, artinya harus saya gunakan secara bertanggungjawab sesuai aturan kepegawaian. Tidak ada alasan pembenaran dalam aturan, karena aturan mutlak harus dipenuhi.

Dengan alasan utama inilah, daripada terbagi antara PNS dan kesempatan untuk berbagi ilmu yang lebih luas, tanpa dibatasi ijin atasan dan surat tugas, saya memilih untuk melepas status sebagai PNS dan memilih untuk penuh bekerja membagi ilmu dan pengetahuan.

Hal ini juga terinspirasi dari pendapat pak Onno W Purbo, “Saya percaya bahwa nilai seseorang tak akan ditentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, serta banyaknya ilmu. Nilai seseorang akan lebih ditentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat dari seseorang tersebut.”

Dengan bekerja sendiri, tidak menjadi pegawai manapun, saya bebas untuk lebih luas membagi ilmu, lebih bebas menjawab pertanyaan-pertanyaan di forum pengadaan, atau menghadiri permintaan rekan-rekan di seluruh pelosok Indonesia yang membutuhkan pencerahan dalam bidang PBJ.

Khusus untuk permintaan dari daerah, saya pernah cukup terpukul saat menerima disposisi pimpinan saat meneruskan surat permintaan narasumber dari salah satu pemkab. Isinya adalah “perlu dipertimbangkan untuk dihadiri karena bukan instansi vertikal.”

Jadi, kita hanya bisa berbagi pengetahuan hanya kepada instansi vertikal saja? Selain itu tidak boleh?

Kalau alasannya adalah “dahulukan tugas pokok” atau ada pekerjaan yang wajib dilaksanakan atau ada kegiatan yang bersamaan maka wajar saja mendahulukan yang instansi sendiri. Tapi saat itu tidak ada kegiatan, hanya bengong di ruangan saja dan semua pekerjaan telah diselesaikan, mengapa tidak boleh?

Jadi kasihan dengan rekan-rekan yang sudah mengundang, padahal ada beberapa kasus pengadaan di daerah tersebut yang hendak ditanyakan langsung dan tidak bisa hanya sekedar tulisan di forum, blog, atau email.

Oleh sebab itu, saya berketetapan untuk keluar sebagai PNS dan bekerja sebagai pihak swasta dan meluangkan lebih banyak waktu memberikan ilmu dan pikiran apabila dibutuhkan oleh masyarakat.

Masalah rejeki telah ada yang mengatur, tidak perlu khawatir kehilangan pendapatan tetap dan tidak perlu takut karena kehilangan pensiun :)

Intinya adalah bekerja dengan ikhlas, karena ada 2 kebahagiaan untuk setiap manusia yang bekerja dengan ikhlas.

122 Comments

  • By Meiyun Nurul Dyah Ayu, 1 February 2012 @ 07:54

    Keputusan yang menurut saya tepat untuk diambil pak….
    Bismillah, Alloh akan selalu meridhoi bapak.

  • By Ahmad Wancik, 1 February 2012 @ 08:31

    Dua Jempol untuk keputusannya Pak.
    Kalau sudah jalannya mungkin itu adalah yang terbaik. Soal rejeki sudah ada bagiannya masing2.
    Semoga semakin sukses dengan ilmu, pengetahuan dan pemikiran yang dibutuhkan oleh masyarakat.

  • By Anto, 1 February 2012 @ 08:34

    Aku nanti mundur dari PNS nya kalo uang untuk nyogok nya dah balik

  • By khalidmustafa, 1 February 2012 @ 08:37

    @Anto, uang gaji sampai pensiun sih tidak akan pernah cukup untuk bayar uang nyogok :D
    Supaya cepat, makanya banyak yang korupsi :)

  • By heriyanto, 1 February 2012 @ 08:39

    mantap pak, semoga sukses

  • By Laily, 1 February 2012 @ 08:52

    Keputusan yang tepat Pak :)

  • By Sujono, 1 February 2012 @ 08:52

    Super hebat, God Bless You ……!!!

  • By Prayitno, 1 February 2012 @ 09:02

    pak khalid, kaget saya bapak menempuh jalan ini.

    semoga semua jalan yang pak khalid tempuh barokah karena berbagi ilmu untuk sesama dan dapat menjadi patokan untuk kita semua.

    aminnn

  • By ita, 1 February 2012 @ 09:03

    kenapa tidak menggunakan jalur Widya Iswara sj pak?

  • By adiyat, 1 February 2012 @ 09:08

    semoga mas menjadi org yg beruntung :) amin.

  • By khalidmustafa, 1 February 2012 @ 09:17

    @ita, golongan sy sekarang II/c, butuh waktu bertahun2 untuk III/a agar memperoleh jalur widyaiswara. Daripada menunggu lama, maka berbuat secepatnya saja :)

  • By agus, 1 February 2012 @ 09:29

    seandainya birokrasi di Indonesia ini seperti pola pikir bapak…… betapa indahnya pemerintahan ini, semoga bapak mendapat keridhoan Allah. Anti dan malu korupsi mulai dari diri sendiri

  • By PakPur, 1 February 2012 @ 09:30

    Selamat berbahagia Mas … mhn izin share … ini berita langka dan ajaib di Indonesia ;)

  • By guskun, 1 February 2012 @ 09:31

    sebagai sahabat saya bisa memahami dan mendukung dari jauh ……
    semoga berkah

  • By heldi, 1 February 2012 @ 09:36

    Semoga saya bisa mengikuti semua kebaikan pa Khalid… Sukses selalu pak…

    Salam Pengadaan
    heldi y

  • By Dedy, 1 February 2012 @ 09:38

    Terharu saya membaca tulisan Bapak,… sungguh hal yg luar biasa menurut saya. sangat jarang orang yang seperti bapak dan sangat bertanggung jawab… menambah nilai kekaguman saya ke pada Bapak… Terus semangatt pak.. semoga Allah meridhai

  • By nicolas, 1 February 2012 @ 09:43

    Salut,,,,,saya sendiri sudah bosan jadi PNS dengan segala kemunafikan birokrasinya. Jika saya memeliki usaha/pekerjaan lain selain PNS yang sekiranya bisa menafkahi keluarga, saya pasti akan melakukan hal serupa seperti yang anda lakukan.
    Selamat berkarir dan salam…..

  • By Ilmiati Hasna (etha), 1 February 2012 @ 09:58

    Salut buat Pak Khalid…
    “sampe nangis jadinya… :(
    hebat atas keputusan yang diambil, krn tidak semua orang bisa melakukan hal itu..
    SEMANGAT PAK!!! :) Good Luck…. :)

  • By rizal razai, 1 February 2012 @ 10:18

    seseorang yang dalam perjalanan karirnya menemukan sesuatu yang ternyata itu adalah pilihan hatinya selama ini ada kecenderungan untuk meninggalkan hal yang sedang dia jalani dan kemudian dia memulai dengan pilihan hatinya tersebut…seperti saudara saya ini, Khalid Mustafa….aku juga menunggu hal tersebut datang kepada saya…..

  • By Gianjar, 1 February 2012 @ 10:34

    Kaget saya bacanya pak,… terakhir saya ktemu bapa yaa… pelatihan PBJ,….pilihan itu ada juga dalam hati saya, tapi keberanian untuk menatap masa depan saat pilihan telah diambil itu yang masih menjadi ganjalan, Selamat kepada bapak yang telah menemukan jalan keluar atas apa yang menjadi “pertanyaan” yang sebenarnya ada pada banyak PNS.
    Semoga dimanapun Bapak berada senantiasa dapat memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat.
    Salam hormat
    Gia

  • By joko mukti, 1 February 2012 @ 10:39

    Apresiasi utk P Khalid (salam kenal), keputusan tsb sangat personal walapun emang ga ‘umum’, tp pertanggunganjawab qt di hadapan Allah jg personal kok. Sptnya senada dg saya (http://djokomukti.blogspot.com/2008/02/aku-telah-resign.html) n http://djokomukti.blogspot.com/2011/09/dulu-aku-jg-pernah-selingkuh.

  • By yellowish, 1 February 2012 @ 11:13

    I’d be in next line after ikatan dinas.
    Percaya Allah ada.
    Simple.

  • By saiful bari, 1 February 2012 @ 12:00

    kenapa tidak pindah aja ke Instansi LPSE?…ato mbalik ke LPMP jadi Widyaiswara?…

  • By saiful bari, 1 February 2012 @ 12:04

    maaf, maksudnya pindah ke LKPP

  • By bas, 1 February 2012 @ 12:58

    tdk semua orang bisa atau hrs seperti bpk khalid.

  • By muhammad hilmi, 1 February 2012 @ 13:11

    seharusnya gak perlu keluar….pidah tugas aja di LKPP sebagai fungsional widyaiswara.. ayooo langkah terbaik sebelum waktu terlewatkan…

  • By diaz, 1 February 2012 @ 13:27

    Insya Allah langkah yg bpk ambil sgt tepat.p1 sy ktm bpk d hotel le dian serang-banten n sy lsung tettarik tuk sll follow info2 yg bpk ksh.delamat n salut!

  • By defri aje, 1 February 2012 @ 14:08

    Sungguh kputusan yg sulit krn biasanya kluarga tdk mendukung

  • By Zae Makhrus, 1 February 2012 @ 14:30

    Inspirtaif Pak , saya salut dengan Pak Khalid

  • By Parmono, 1 February 2012 @ 14:48

    Semoga semua PNS meniru langkah pak Khalid, mengundurkan diri semua.

    Sehingga teman2 sarjana yg msh menganggur bisa masuk.

  • By iwan94, 1 February 2012 @ 15:09

    kalo pak khalid nyalon presiden…saya akan coblos pak khalid sampe 1000 kali..toppppp…inspiratif

  • By Yusya Januar M, 1 February 2012 @ 18:07

    Sungguh keputusan yang sangat luar biasa, dan akhirnya saya juga menjadi semakin mantap untuk tidak melanjutkan menjadi PNS. :D

    Terima kasih atas pengaruh yang sudah di berikan pada saya ;)

  • By Andi Kurnia, 1 February 2012 @ 18:20

    Selamat, sungguh sebuah keputusan yang sangat bijaksana, semoga Allah Ridho terhadap Bapak dan Keluarga. Wassalam.

  • By Iwan, 1 February 2012 @ 18:22

    Salut…. keputusan yang hebat….
    Sebagai Sahabat dan Sejawat Instruktur, saya dukung dan doakan semoga ini menjadi yang terbaik untuk Pak Khalid, keluarga dan tentunya NKRI, saya yakin yang lain pun ada yang dalam hati kecilnya punya keinginan sama namun tidak punya keberanian….

  • By Hendriono, 1 February 2012 @ 20:40

    Berani mengambil resiko adalah ciri khas orang yang berfikir dan ingin maju… Menjadi manusia yang bernilai lebih berarti dari pada hidup dalam bayang-bayang birokrasi… Selamat datang di dunia luar negeri… dunia yang menarik dengan berbagai tantangan… dunia yang lebih cerdas untuk di nikmati…

    Selamat datang Pak Khalid Mustafa…

  • By acep, 1 February 2012 @ 20:48

    berbuat benar memang butuh keberanian.
    semoga pak khalid bisa lebih fokus di bidang PBJ

  • By budy, 1 February 2012 @ 21:06

    SEpakat Pak Khalid ;
    saat ini masih banyak yg beranggapan bahwa tugas sbg Trainers lebih penting shg di dahulukan dr tugas utama kita di Satker nya ,,,, Smg keputusan ini mrp jawaban terbaik dr Allah SWT…amin YRA.

  • By Rahfan Mokoginta, 1 February 2012 @ 21:55

    Hidup adalah pilihan. Keputusan apapun yang dipilih, saya yakin dan percaya telah melalui perenungan yang mendalam. Insya Allah senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Maju terus demi mewujudkan Pengadaan yang Kredibel

  • By Danial, 2 February 2012 @ 00:28

    Apapun keputusannya, saya pikir Pak Khalid sudah berpikir matang-matang.. salut dengan keputusannya, Tidak ada yang istimewa jadi seorang PNS menurut saya. Semoga semakin leluasa, tidak terikat waktu, tidak perlu ijin atasan, hanya untuk berbagi ilmunya. Semoga sukses selalu Pak.

  • By Morangkayo, 2 February 2012 @ 06:01

    Salut buat Pak Khalid, keputusan berani & jarang dilakukan oleh seorang PNS tulen. Saya juga seorang PNS tetapi tidak merasakan istimewa jadi PNS atau mungkin jadi pegawai swasta/BUMN sekalipun, sepanjang kita masih sbg pegawai. Saya salut bagi mereka yang mengabdikan diri sebagai wirausaha.

  • By zaliyus, 2 February 2012 @ 08:30

    Jalan terbaik Pak..
    Makan dari yang halal lebih baik dari makan dari hasil Korupsi..
    keputusan yg tepat.

  • By Totok Dariyanto, 2 February 2012 @ 09:13

    salut dengan keputusan bapak…..!

  • By andi zabur rahman, 2 February 2012 @ 12:51

    Dear Pak Khalid..
    Keputusan Mundur sebagai PNS merupakan pilihan hidup Bapak untuk memilih jalan yang sesuai dengan karakter dan cita-cita Bapak.
    sejak tahun 2010 Bapak sudah bersama saya di LPKN membantu dalam berbagi ilmu dengan seluruh peserta, berarti merujuk alasan bapak diatas, saya ikut andil mengambil waktu kerja bapak di PNS, sehingga akhirnya bapak memutuskan keluar dari PNS..heheheheh.
    tapi apapun itu kita tetap bisa berjuang untuk Bangsa dan negara meski status kita out the box..
    saya doakan semoga pilihan ini menjadi yang terbaik buat Bapak..
    Good Luck..

  • By wawan, 2 February 2012 @ 13:43

    Saya salut & acung jempol dengan anda, hidup adalah pilihan, dan pilihan adalah yang terbaik bagi kita dan orang lain…

  • By Rafie, 2 February 2012 @ 15:39

    Berbahagialah orang yg mampu memegang teguh pada prinsip yg diyakini benar.

    Dari sekian paragraf saya paling menyukai kalimat ini “Sebagai seorang pengajar atau pendidik, kesesuaian antara apa yang diajarkan dengan tindakan adalah hal yang mutlak. Karena ini merupakan cerminan integritas dari seorang pendidik”

    Selamat berjuang, smoga yg terbaik selalu menyertai Pak Khalid. Sangat sedikit orang yang berani mengambil “Keputusan Hebat” seperti yg pak Khalid lakukan.

    * Teguh Pendirian

  • By eko, 2 February 2012 @ 15:50

    Semoga Allah meridhoi keputusan pak Khalid….salut buat bapak yang berani mengambil keputusan untuk berhenti menjadi PNS, disaat banyak orang malah bermimpi untuk menjadi PNS…sekali lagi semoga ini jalan yang terbaik buat bapak..amiin …..

  • By Pemula, 2 February 2012 @ 19:40

    Saya baru belajar PBJ mau mundur jadi PNS, utang di BRI masih banyak…

    saya dukung Pak Khalid, mungkin jejak bapak akan saya ikuti

  • By atas yuda kandita, 2 February 2012 @ 22:49

    pak khalid, keputusan Anda untuk keluar dari PNS membuat saya salut. tetapi membenturkan aturan kepegawaian dengan dedikasi kepada negeri (berjuang dalam perbaikan Pengadaan Barang dan jasa di lingkungan pemerintah utamanya), menurut hemat kami bukanlah konsideran yang tepat.
    perjuangan teman-teman instruktur PBJ mengajar, kami yakin tidak didorongi dengan sebuah upaya untuk mencari keuntungan pribadi. kami yakin dilandasi niatan baik untuk memperbaiki pengadaan barang dan jasa di negeri ini.
    mungkin pak khalid pernah mendengar salah satu Saudara kita ditugaskan mengajar di Raja Ampat (bukan instansi vertikal), sampai hampir tersesat menuju daratan Australia.
    sebuah perjuangan pak, untuk negeri ini.
    Dan demikian adanya peraturan kita, akuntabilitas, sebagaimana kita pernah diskusikan itulah yang menjadi landasan dan prinsip kita dalam bergerak.
    Bahkan hukum bukan hanya, an sich, pada pasal pasal yang tercantum di dalamnya, melainkan esensi utama dalam hukum itu sendiri.
    Mohon maaf saya menguraikan terlalu panjang dalam komentar ini, karena kita semua berkeyakinan masih banyak celah dalam birokrasi yang masih dimanfaatkan, berkarya sebagai PNS yang sejati, babu rakyat sejati………….
    tetapi sekali lagi, salut kepada pak khalid

  • By Awan Harun, 3 February 2012 @ 08:50

    Two Thumbs buat Bapak, saya kagum dengan pendiriannya, moga saya bisa mengikuti di kemudian hari.

  • By eny, 3 February 2012 @ 12:11

    Apapun keputusan Pak Khalid itu sudah dipertimbangkan dengan seksama. Semua orang berhak menentukan jalannya sendiri. Semoga ini menjadi akhir yang baik dan awal dari sesuatu yang lebih baik lagi.

    Tapi…(hehe ada tapinya :D ) belajar dari Pak Khalid soal PBJ masih diterima kan?
    ini yg paling penting :)

  • By sikampong, 3 February 2012 @ 15:26

    sy apreseasi baik kputusan pak khalid, tp maaf jk sy berpendpt lain..
    jika diibaratkan pak khalid sbg penyedia barang berdasar Perpres 54, dimana pihak menteri sbg pengguna dan biro kepegawaian sbg PPK, maka alur critanya seperti ini:
    pihak BKD tlah mengumumkan scr luas kpd seluruh masy terkait spesifikasi teknis yg dibutuhkan organisasi dan smua pensyaratan administrasi tlah dirinci scr jelas dlm form pendaftaran/pengumuman, semua ketentuan terkait kualifikasi ijazah , penempatan, gaji, masa kontrak kerja hingga 55 thn pak khalid penuhi dan dilegalisasi dlm sebuah tandatangan pd surat permohonan yg kemudian dimasukkan dlm satu sampul (dok.kontrak), sampai kpd tahap evaluasi dimana semua pensyaratan administratif tlah dipenuhi oleh bapak dan dlm tes kemudian bapak dinyatakan lulus, dan INGAT impacnya ratusan bahkan ribuan yg terhambat jadi PNS krn klulusan bapak, maka stlh proses pengumuman BKD sbg PPK mengeluarkan SPPBJ dlm bentuk SK skaligus melakukan Sumpah PNS didepan pengguna anggaran (menteri), dan mulai saat itu bapak melaksanakan tugas dan setiap perkembangan dibayar dg gaji bulanan. Ditengah perjalanan ternyata oleh bpak menemukan beberapa kendala karena juga ikut tender pd PA lainnya, krn menganggap PA yg lama banyak keinginan dan cendrung ga menantang maka bapak memutuskan utk putus kontrak dan lanjutkan proses kontrak pd PA yg baru yg tentunya scr basic dan profit sangat menjanjikan.
    Nah mnurut alur cerpen itu maka mnurut sy ada beberapa aturan yg bapak labrak:
    1.perpres 54 pasal 118 ayat (1) huruf d. pengunduran diri, dan e. tdk dpt melaksanakan pekerjaan.. karena sy berpendapat bahwa suasana yg bapak alami sbg staf dg predikat gol II.c (yg tertekan) belum wajar memberikan alasan pembenaran dg berdasar pd pasal 91 tentang keaadaan kahar.. hehe
    2.karena menghalangi ratuan bahkan ribuan orang karena kelulusan bapak maka bapak bisa dikenakan hukuman pelanggaran HAM. Karena hak asasi manusia termasuk didlmnya “Hak untuk mendapatkan pekerjaan”.. hehe..
    3.salah satu syarat utk pensiun dini adalah Usia telah mencapai 50 tahun, kan bapak Khalid baru belasan, khan… hehe
    4.semuanya hanya just kidding, daeng!!

  • By Itom, 3 February 2012 @ 17:35

    Welcome to real world…

  • By yudi, 3 February 2012 @ 21:36

    Salut buat p khalid…..
    tapi maaf, saya tidak percaya klo p khalid baru golongan IIc…sekali lg saya tidak percaya.
    bisa dibaca ulasan pada setiap tulisan p khalid, selalu jelas dan mendidik

  • By maston, 3 February 2012 @ 21:49

    seperti komentator yang laen…hidup adalah pilihan, mungkin pak khalid merasa lebih nyaman dengan pekerjaan di PBJ, karena di PNS ada kebijakan-kebijakan yang kadang tidak sejalan dengan hati nurani, apalagi dengan peraturan Alloh. selamat pak khalid…

  • By ridhwan, 3 February 2012 @ 21:53

    Suatu keputusan yang tegas dan berani, hal ini manandakan suatu kejujuran masi ada di negeri ini. salut untuk bapak, semoga kesuksesan selalu menyertaimu.

  • By Neny Puspapeny P, 4 February 2012 @ 05:44

    Terima kasih YA ALLAH, karena ENGKAU telah ciptakan manusia jujur seperti pak KHALID MUSTAFA. (More than 2 thumb for U, Sir)

  • By syaiful amry, 4 February 2012 @ 10:14

    Bapak sebenarnya sudah pindah dari otak kiri ke otak kanan, dari zona aman ke zona tidak nyaman. daro wilayah pekerja ke wilayah profesional, GREAT FOR U SIR !!! tetapi kalau tidak salah orang yang boleh mengikuti/ mendapat sertifikat PBJ harus PNS trus apakah status sertifikat bapak dianggap gugur.????

  • By kurtubi, 4 February 2012 @ 12:53

    Pemberhentian PNS Atas Permintaan sendiri.
    kalo kemgkinannya Permintaan berhenti ditolak, mengapa tdk beralih/megajukan diri ke jabatan fungsional Widyaiswara…hobby ngajar tersalurkan

  • By Ben Ojrat Yo, 4 February 2012 @ 16:02

    keputusan yang benar dan luar biasa, saya senang mendengarnya dan ingin mengikuti jejaknya pak.

  • By Tri widodo, 4 February 2012 @ 21:00

    Pak Khalid, sy sangat menyayangkan keputusan Bapak untuk mundur sbg PNS, walaupun keputusan mundur dari instansi Bapak saat ini dgn alasan untuk lebih dapat mengamalkan ilmu yg Bapak miliki, sebenarnya Bapak bisa mengajukan lolos butuh ke instansi lain yg lebih cocok untuk menyalurkan minat dan kemampuan Bapak, seperti di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga Sertifikat Pengadaan yg Bapak miliki tidak mubazir. Secara umum Sistim kepangkatan di Pegawai Negeri sy menilai tidak mencerminkan secara otomatis kemampuan dan kinerja pegawai yg bersangkutan, contohnya Bapak Khalid Mustafa yg sy Kenal dan pernah memberikan presentasi di Instansi Sy, memiliki pangkat golongan II c, tdk sesuai dgn kemampuan yg Bapak miliki, sementara di Instansi Sy ada Pegawai memiliki pangkat dengan golongan ruang III d, tetapi kemampuan dan kinerjanya tdk Jauh beda dgn yg memiliki pangkat dgn golongan ruang II a. Jadi Sistim kepangkatan di Pegawai Negeri hrs di tinjau dan dikaji ulang, Kalau kita tdk mau kehilangan orang-orang seperti Bapak Khalid Mustafa. Salam sukses selalu untuk Bapak.

  • By Rizuki, 5 February 2012 @ 15:33

    Salut buat P’Khalid..
    Two Thumb Up sesama golongan II..
    From Caring Comes Courage..

  • By windy, 6 February 2012 @ 09:52

    uhm….langsung ketemu saya sama orangnya :D . masalah pengunduran diri? no comment! coz udah denger langsung dari orang alasannya :D . semoga sukses dengan keputusan yang diambil ;)

  • By Ancha, 6 February 2012 @ 10:26

    Salut buat Pak Khalid…….
    Ternyata masih ada ya orang seperti Bapak di Bumi Indonesia ini….ini menginspirasi saya bahwa keteguhan hati setiap insan di bumi ini dalam memenuhi panggilan bathinnya harus dimiliki.
    Seberat apapun konsekwensinya harus dihadapi. Semoga orang-orang seperti Bapak bermunculan menghiasi bumi pertiwi kita.
    Sukses buat Bapak……….

  • By Noval Rusnarto, 6 February 2012 @ 22:05

    Setiap Orang ada Masanya dan setiap masa ada orangya. saya salut kepada bapak.. karna dengan keputusan yang bapak ambil dapat dijadikan contoh untuk anak2 kita..sekses selalu untuk bapak dan keluarga..

  • By Sahroni, 7 February 2012 @ 08:57

    Kalau Bapak suka dengan pekerjaan (profesi) mengajar dan berbagi ilmu, kenapa gak jadi Widyaiswara saja Pak, kan tidak perlu berhenti jadi PNS. Menurut saya, PNS sangat memerlukan orang-orang seperti Bapak. Semoga Allah selalu melindungi Bapak sekeluarga. Amin

  • By zenzen, 7 February 2012 @ 10:03

    ok..selamata atas perjuangan bapak

  • By solo, 7 February 2012 @ 11:48

    salam kenal pa khalid ….
    salut dan sependapat dengan @atas yuda kandita, keputusan mundur dari PNS itu hak bapak, tetapi kebijakan dan peluang karier dalam kepegawaian (PNS) saat ini sangat banyak,namun memang memerlukan syarat-syarat kompetensi tertentu ….
    Saran saya (maaf-maaf nih … baru kenal langsung nyaranin …) coba diskusi lagi dengan pengelola kepegawaian di tempat pak Khalid bekerja, siapa tahu ada solusi yang lebih mantap lagi …. (mungkin pertimbangan pengabdian kepada bangsa dan negara perlu dipertimbangkan lagi)
    salam … dan sukses selalu …

  • By Nunik, 8 February 2012 @ 09:03

    Ya… sudah menjadi watak sebagian pegawai di negeri ini untuk bekerja tidak disiplin. Bahkan di tempat kerja saya, yang memahami penuh ilmu agama pun sering bolos karena mengurus sawah, biasa orang kampung pak. Tidakkah mereka menyadari, uang yang didapatkan dari gaji akan dipertanggungjawabkan dengan waktu bekerja dan kesungguhannya dalam bekerja. Bagi saya, “sawah” saya yang sebenarnya adalah di SD, karena saya seorang guru SD. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja. Dan karena saya tidak memiliki pekerjaan sampingan seperti bapak, saya enjoy aja.
    Terlebih sekarang bagi guru ada tunjangan sertifikasi, pak. Jauh lebih besar tanggung jawabnya, kenapa (sebagian) GURU-GURU kita terjebak dlam gelimang gaji besar yang BUTA.
    Semoga saja kehidupan para PNS kita senantiasa diberi pencerahan untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan sungguh-sungguh.
    Salut untuk keputusan bapak. Semoga keberkahan senantiasa terlimpah.

  • By khilal, 8 February 2012 @ 22:00

    Mohon dipikir ulang pak, jangan sampai seperti Norman Kamaru. he … he … he.

    Sebenarnya PNS sama sekali tidak harus korupsi. Masih banyak PNS yang jujur, bekerja karena Allah.

  • By Rahfan Mokoginta, 9 February 2012 @ 15:40

    Justeru karena Pak Khalid itu orangnya jujur sehingga memutuskan untuk keluar dari PNS.

  • By Saiful Rahmat, 10 February 2012 @ 07:02

    Maju terus pak, Kami Parcom’mer mendukung langkahmu.. :)

  • By oyo suharya, 10 February 2012 @ 18:43

    Sebenarnya mungkin dinegara kita ini banyak yang mengambil langkah seperti bapak dengan berbagai alasan,tapi mereka tidak mempublikasikannya.Terlepas dari hal itu,gak usahkan bapak yang baru II/c,sementara saya sudah IV/a juga sebenarnya sudah lama berfikir untuk keluar dari PNS kebetulan guru juga angkatan tahun 1981.Selain alasan yang sama tentang korupsi dan kedisiplinan,yang bikin muak bagi saya adalah mayoritas atasan (pejabat terkait)kalau bicara diforum selalu bicara tentang kedisiplinan,kinerja,aturan dsb.tapi pada kenyataannya justru merekalah yang tidak disiplin mereka juga yang memperlihatkan kinerjanya buruk serta mereka pula justru yang tidak melaksanakan sesuai aturan,jadi semuanya penuh kemunafikan.Mereka hanya bisa bicara sementara kita yang harus melaksanakan dari hasil pembicaraan mereka.Belum lagi segala penekanan-penekanan,dimana guru dan kepala sekolah yang selalu ditekan dan disorot dalam segala hal dengan dalih guru/kepala sekolah adalah ujung tombak,padahal menurut saya ujung tombak tergantung pangkal tombak karena dalam mengoperasikan tombak yang dipegang kan bukan ujungnya,yang dipegang adalah pangkalnya,jadi kalau dari pangkalnya diarahkan kekanan ya jelas ujung tombaknya juga mengenai sasaran kanan.Begitulah pak,saya lagi mikir karena tidak didukung dengan permodalan,andaikata punya banyak modal saya siap DO.Disini saya ingin berpesan kepada seluruh warga negara RI terutama para generasi muda,silahkan anda berlomba untuk menjadi PNS dengan niat ingin turut serta membangun negara sekalipun membangun negara itu tidak harus jadi PNS,tapi janganlah ingin menjadi PNS sekiranya hanya akan merusak dang merugikan rakyat dan negara.trmksh

  • By fari, 11 February 2012 @ 14:58

    Sukses selalu ya pak!Kami nantikan terus pencerahannya.

  • By Jimmy, 14 February 2012 @ 08:54

    Suatu keputusan yang bersifat Arif dan Bijaksana.
    Sukses buat Bapak.

  • By ansar, 14 February 2012 @ 13:53

    Pencerminan sifat dan pendirian bapak merupakan teladan buat kami yang masih baru di lingkup PNS.Salam Sukses selalu dari Makassar

  • By Sekilas Info, 15 February 2012 @ 18:32

    wah luar biasa…sangat jarang seorang PNS bisa mengambil tindakan berani seperti bapak…turut angkat topi pak

  • By ghevira, 16 February 2012 @ 08:40

    sayangnya kalau banyak orang jujur mengundurkan diri dari PNS maka yang tersisa jadi PNS adalah orang-orang yang tidak jujur.bagaimana jadinya negara kita nanti.mari kita renungkan dan pikirkan bersama untuk mendapatkan solusi yang terbaik untuk semua

  • By Budi Setiono, 16 February 2012 @ 11:36

    Semoga selalu sukses… akan lebih baik fidunyaa wal akhiroh…. lahir batin

  • By Ronny Cahyadi, 18 February 2012 @ 11:17

    Salut, Lid, atas keberaniannya. Seperti salah satu comment di atas, hidup itu pilihan. Tergantung pada kitalah untuk menjalani pilihan tersebut. Lagian, untuk berkarya kan tidak harus melalui jalur PNS.
    Oya, berhubung sekarang udah tidak terikat lagi dengan urusan ijin atasan, boleh dong kapan-kapan jalan-jalan ke Kalimantan Tengah..

  • By Sinta Posmaria, 19 February 2012 @ 20:47

    Saya baru lihat postingan Pak Khalid untuk topik ini. Cukup kaget juga :)
    Tapi saya yakin Pak Khalid sudah pertimbangkan masak-masak.
    Yang jelas saya salut utk Pak Khalid.
    Semoga sukses selalu :)

  • By irwana, 20 February 2012 @ 08:39

    plesetan lagu Vina P.

    “Aku Pegawai Negeri”

    Aku pegawai negeri
    Lewat jalan tak resmi
    Melangkah tidak pasti
    Memikirkan kecilnya gaji

    Makan tidak bergizi
    Tahu tempe temannya nasi
    Aku tetapkan hati
    Tuk korupsiiiiiiii ….

  • By Herman, 20 February 2012 @ 15:12

    sy sngat salut dgn sikap yg bp ambil, maju trus pak smg lebih baik di hari hari berikutnya. salam sukses

  • By Mawang, 20 February 2012 @ 15:27

    Pengen sekali keluar tapi apadaya SK sudah digadai ke bank…

  • By Andi, 20 February 2012 @ 15:38

    Saya salut dengan prinsip pak Khalid,
    LEBIH BAIK MUNDUR DARIPADA KORUPSI, WALAUPUN ITU HANYA KORUPSI WAKTU.
    Jadilah garam yang bermanfaat, dengan ilmu yang Bapak punya akan menggarami banyak orang dan membuat Indonesia tambah maju dan disiplin. Amiinnn

  • By Black_Claw, 20 February 2012 @ 15:41

    Kalau bagi saya, saya percaya, akan lebih baik jika negeri ini tetap diisi PNS yang baik hatinya. Jikalau aturan ada yang dilencengkan, tetap berujung sesuatu yang bermanfaat bagi negara. Suatu saat, saya yakin, jika negara ini penuh dengan PNS yang demikian, sistem PNS ini pasti bisa berubah.

    Sayangnya, membaca ini saya kehilangan satu.

    Terus terang, kehilangan yang besar bagi negara kalau ada PNS baik dan masih bisa berpikir lurus yang keluar. Apalagi yang tau GNU/Linux.

    Mungkin pak Khalid sudah tidak kuat berkorban lebih jauh dalam hati untuk negara ini, itu saya paham. Tapi teuteup, abdi teh sulit nerima. Sayang. Nyari lagi contoh PNS bagus untuk PNS itu sulit.

  • By Saifullah Rais, 20 February 2012 @ 23:02

    “Satu lagi !” negara ini menyia-nyiakan putera terbaiknya, semoga keputusan bapak dapat bermanfaat untuk orang banyak, Amin… salam buat keluarga

  • By shinta, 20 February 2012 @ 23:58

    Selamat ya pak, saya bangga ada orang seperti bapak yg mampu melakukan itu. Saya jg gol.IIc pak, sambil ngambil S1 biar bisa penyesuaian, jd bs cepet IIIa. Tp ya itu kuliah n ngurus skripsi musti nyolong2 waktu.. Hehee.. Korupsi waktu jg pak..

  • By Hendri, S.Ked, 21 February 2012 @ 18:47

    Salut atas keputusan Pak Khalid. Semoga bisa jadi contoh yg baik bagi PNS-PNS lain…

  • By taufik lubis, 26 February 2012 @ 16:55

    salut buat Bapak Khalid, saya ingin juga seperti Bapak nantinya, do’akan Pak.

  • By mumu, 27 February 2012 @ 11:41

    subhanallaah.. saya salut dengan bapak.. kalau saya mungkin butuh waktu lebih lama untuk berpikir karena menyangkut “hidup”.. salut juga dengan ungkapan “Masalah rejeki telah ada yang mengatur, tidak perlu khawatir kehilangan pendapatan tetap dan tidak perlu takut karena kehilangan pensiun”.. semga makin sukses pak…

  • By uwee, 29 February 2012 @ 08:37

    indonesia perlu sosok seperti bapak, kehidupan yang kekal ada di akherat. saya masih dalam tahap ” kalau melanggar aturan saya BERANI MENOLAK meskipun dengan Atasan sekalipu. prinsip saya kewajiban jangan ditinggalkan demi yang sunnah. tetap semangat

  • By ruky67, 29 February 2012 @ 13:46

    Ok Bangeth Bos. keputusannya. Andaikata Aku Bisa Sepertimu. Ruarr Biasa. Gimana, masih silahturahmian dengan P.Amin? Salam Sukses selalu.

  • By agus sugeng, 2 March 2012 @ 09:55

    Aswrwb. Selamat Pak Khalid. Saya sebagai salah satu alumni TOT PBJP salut dengan langkah bapak untuk lebih optimal menyebarkan ilmu ke penjuru negeri. Alhamdulillah, bapak tidak sendiri. Sebagaimana bapak, saya juga sudah mengundurkan diri sebagai PNS di LKPP dan sudah dapat SK pemberhentian per 31 Januari 2012. Semoga langkah kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Amin ya robbal aalamiin

  • By saukya singgih, 2 March 2012 @ 15:13

    pak saya ijin share, semoga ketetapan hati bapak bisa menular kepada masyarakat Indonesia yang baik. Salam hormat untuk bapak,….. Saya Bangga mengenal bapak

  • By Agus Wijaya, 3 March 2012 @ 11:41

    luar biasa Pak semangat Anda, Karakter Anda sungguh mempesona, doaku semoga Anda sukses dunia akhirat Pak. Sedap rasanya memakan harta yang halal dari jerih payah sendiri.

  • By samsir, 4 March 2012 @ 18:59

    hari ini saya memasukan bapak sebagai salah satu inspirasi saya..saya berdoa agar bapak mendapatkan yang terbaik.. amin..

  • By warso, 4 March 2012 @ 21:57

    assalamualaikum….
    salam kenal pak…

    sejak beberapa bulan yang lalu saya gelisah dengan amanah yang saya emban. dan saya memliliki keputusan seperti bapak.

    mohon sharing berkas pengunduran diri dari PNS
    warsowintono@gmail.com … trimakasih sebelumnya.

  • By Moch. Jarwanto, 5 March 2012 @ 16:58

    Cak Khalid saya perlu tenaga anda untuk keperluan melatih teman-teman disini secepatnya, kira-kira waktu luang bulan ini bisa tidak? kalau ya sekalian fulusnya berapa, nanti saya laporkan ke kasek saya

  • By maya, 5 March 2012 @ 21:19

    selamat pak telah terlepas dari belenggu “PNS” sebenarnya jd Pns,banyak tidak sejaln dgn hati nurani kita..kita banyak dituntut oleh atasan,kadang kita tidak diberi peluang untuk bertahan pd hati nurani kita krn beribu macam alasan yg ada…untuk berenti jd PNs msh mikir2 juga, krn blm ada pekerjaan sampingan yg lebih menjanjikan.

  • By el fendo, 5 March 2012 @ 23:40

    Mungkin istilah birokrasi, dari Indonesia s/d Amerika sana arti dan maksudnya sama, dan saya pikir ga ada yang salah dengan itu. Yang salah dan rusak adalah ketika BIROKRASI KALAH DAN DIKENDALIKAN OLEH POLITIK. Saran buat yang mau keluar dari PNS, mending ajukan cuti diluar tanggungan negara sampai ada perubahan radikal pada sistem politik di NKRI. :)

  • By terkagum, 7 March 2012 @ 10:34

    salut dua jempol untuk bapak, itulah sebabnya sy kagum dengan pola fikir bapak, dari dulu semenjak di vedc malang. selamat menebar kebaikan pak khalid….

  • By melly, 7 March 2012 @ 13:25

    Semangat pak.. rezeki selalu ada kok klo kita jujur. dan postingan ini jujur sekali.

  • By William Kazio, 7 March 2012 @ 22:08

    gua salut dengan keputusan Bapak, berapa sih gaji PNS golongan II/c, sama seperti gaji tukang kebun gua di rumah. Kalau Bapak berminat silakan datang ke pabrik atau hubungi saya di Austin Central Texas, saya memerlukan orang-orang yang memiliki dedikasi dan keberanian keluar dari PNS seperti Bapak, mengenai gaji, kami bayar layak, setara gaji chief kami di US. Oh ya rejeki di pabrik lebih besar dan menjanjikan Pak, kami memerlukan manager pabrik yang disiplin dan mampu mengendalikan pegawai. 8010 I-35 North, TX 78753 Austin

  • By Jaya, 8 March 2012 @ 06:53

    betul pak, rejeki udah dari Allah S.W.T. saya bulan januari kemarin keluar dr BRI, sekarang ngajar lagi di SMK Muhammadiyah. Doa saya semoga Bapak sukses selalu, Amin :)

    Jaya
    Kotamobagu

  • By David, 8 March 2012 @ 10:19

    Subhanallah, bagi saya ini adalah inspirasi bagi manusia-manusia yang berkarakter dan berprinsip. Sampean adalah satu dari sedikit orang yang berani hengkang dari kenyamanan hidup dan kepuasan materi. salutky tiada terkira semoga tetap semangat.

  • By nayy, 9 March 2012 @ 06:42

    dgn gol. IIc , bpk bisa mengikuti penyesuaian ijazah ut naik gol IIIa (jk lulus S1) dan selanjutnya bpk bisa bermohon pindah ke salah satu institusi yg memungkinkan bpk bisa tetap mengajar. Mohon maaf, apa bpk tidak memikirkan jalan ini?

  • By heru, 11 March 2012 @ 16:11

    assalaamu’alaikum pak.. 2dpoin aja, bgmn bs resign pak? ktnya ada denda sgala, smthing like ngmbaliin gaji.. boleh di inbox pak biar bisa brbagi cerita..

  • By Agung Abdurrachman, 16 March 2012 @ 13:50

    Langkah yang baik, PNS memang bukan harga mati, pak.. Suatu saat saya juga akan mengambil langkah seperti yang Bapak ambil.. daripada prinsip2 hidup harus digadaikan, lebih baik berhenti.. paling tidak sebelum masuk usia pensiun saya udah mengundurkan diri.. hehehe..

  • By altan almuhib, 17 March 2012 @ 11:44

    Assalamu’alaykum pak.
    Gak tau saya pengen koment bagaimana pak…saya banyak belajar dari membaca tulisan2 bapak ttg PBJ…saya tidak berani menyayangkan apapun atas semua yang bapak ambil untuk langkah kedepan…saya hanya menyayangkan, betapa bangsa ini selalu membuat orang2 seperti bapak harus “terjungkal dan terjun bebas” dari “dalam negeri” sendiri…
    Pak, bila semua orang yang jujur harus “berlarian” keluar, maka yang tersisa untuk bangsa ini hanyalah para preman dan premanisme. Dan tentu, kita tidak ingin bangsa ini (baca : PNS bangsa ini) isinya hanya preman yang bisanya hanya mengkorup uang rakyat.

  • By dining, 18 March 2012 @ 14:27

    SALUT atas keteguhan bapak…

    sekedar menambahkan kpd rekan2 yang memberi saran utk mjadi widyaiswara…apakah dengan menjadi widyaiswara dapat menjamin keadaan akan lebih baik dan sesuai dengan prinsip kita?

    Hidup adalah pilihan, semoga kita selalu menjadi org yang lebih baik dan menjadi lebih bermanfaat bagi lebih baaaanyak orang meskipun bukan sbg pegawai negeri sipil.

    saya bukan org yang paling lurus, hanya ALLAH SWT yg maha menutupi aib dan membolak-balikkan hati manusia, terkadang sy masih sering lupa dan lemah iman tentang :
    kepada siapa kita bergantung, kepada siapa kita memohon, dan siapa yang memberi kita rezeki dan segala kemudahan dunia akhirat, hanya ALLAH SWT.

    Comment ini juga sebagai pengingat bagi saya sendiri bahwa saya perlu meneguhkan prinsip yang benar dan …
    Mohon do’a dari kawan2 smua bahwa saya bisa memiliki keteguhan prinsip yang benar seperti bapak Khalid (mengingat saya msh mjadi PNS)

  • By imam karyadi aryanto, 20 March 2012 @ 13:02

    Salut Pak Khalid Mustafa.
    Saya belajar banyak dari bapak, lewat tulisan-tulisan yang inspiratif.
    Saya pernah diundang mengisi pelatihan LPMP Yogyakarta di Sahid SOLO tahun 2011 – waktu itu bapak mengisi juga. Sayang saya tidak bisa ketemu bapak untuk berdiskusi karena jadwal saya setelah bapak.

    anyway..sukses pak pasca PNS.
    Pak Khalid sudah memerdekakan diri dan Merdeka

    Hore! :)

    Happy Procure pak *mengutip Guskun

  • By akuaja, 22 March 2012 @ 08:49

    apapun pilihan..hanyalah sebuah jalan yang telah jauh2 ditetapkan…pak khalid hanya mengikuti yang telah disuratkan…pilihan hanyalah sebuah kata mediator untuk mengatahui ketetapan yang telah ditetapkan…

  • By esti, 26 March 2012 @ 12:27

    mundur 1 langkah untuk melompat lebih jauuuuhh lagi ya pak…..(saluutt atas kekayaan hati bapak)
    Kami di kota kecil nun jauh di pelosok sulawesi masih terus berjuang utk negri tercinta pak…

  • By deani, 28 March 2012 @ 10:04

    saya kira pertimbangannya yang lebih berat adalah saat pemilik sertifikat yang masih staf diharuskan jadi PPK yang harus memikul tanggung jawab demikian berat, disamping potensi korupsi waktu seperti yang disampaikan pak Khalid. Amanat perpres 54/2010 yang mengharuskan PPK memiliki sertifikat ‘mengorbankan’ staf bersertifikat untuk menjadi PPK. Memikul tanggung jawab yang tidak sepadan dengan keberadaannya sebagai staf. Memiliki sertifikat yang semula dianggap anugerah, berubah menjadi musibah.

  • By Ziza M Nur, 28 March 2012 @ 10:49

    tunggu saya pak..akan ku ikuti jejakmu..

  • By deani, 28 March 2012 @ 11:53

    sy mau tanya kpd pak khalid n rekan-rekan, kalo keberatan jadi ppk karena tingginya tanggung jawab (terlebih kondisi tidak mendukung untuk menjalankan pengadaan yang jujur), bolehkah sertifikat itu dikembalikan ke lkpp? Daripada memaksakan sesuatu yang berpotensi menjadi musibah di masa datang ..

  • By bobo, 2 April 2012 @ 08:49

    jadi inget pak onno w purbo yang keluar pns, saatnya totalitas membagi ilmu ke seluruh nusantara pak dosen :-) .. merdeka !!

  • By Rachmat Junaidy, 5 April 2012 @ 12:46

    Mantab Pa, saya selaku PNS mendukung Bapak, krn byk PNS yg korupsi tenang2 saja (merasa tidak bersalah. Allah SWT Maha Pemberi rizki bagi hamba2nya.2 JEMPOL UNTUK BAPAK

  • By Efdee, 16 April 2012 @ 09:17

    Ass wr wb, yth pak Khalid. Salam kenal. Salut utk langkah bpk krn mnrt saya jd PNS kmgknn utk mudharat sgt besar. Saya ingin menanyakan prosedur pengunduran diri PNS seperti apa dan apakah ada penalti jika kita mengundurkan diri setelah kita baru diangkat mjd PNS?. Trims atas infonya. wass

  • By Dondy Sentya, 2 May 2012 @ 00:06

    Anda orang baik. Saya temukan blog Anda di tengah refreshing update perkembangan public procurement di Indonesia. Hal yang beberapa tahun terakhir saya tinggalkan setelah involved sekian lama. Blog Anda sangat informatif. Keep your good work, and good way in which you share many essential Indo public procurement information with others.

    DS

    http://www.lkpp.go.id%2Fdownload.php%3Ffile%3Ddownload%2FBuku%2520Konsolidasi%2520Keppres%2520No%252080%2520Th%25202003_KOMPL

    http://www2.adb.org/Documents/Produced-Under-TA/35120/

  • By udarealis, 15 May 2012 @ 16:29

    Jadinya pak Khalid makin punya waktu tuk berbuat yang bermanfaat tanpa meningggalakan mudarat ……halalan thoyyibah

  • By khalidmustafa, 16 May 2012 @ 07:18

    Terima kasih kepada seluruh rekan yang sudah mendoakan. Saya hanya bisa memberikan doa yang sama untuk anda :)

    Alhamdulillah, selepas dari PNS, waktu saya menjadi jauh lebih bermakna dan bermanfaat bagi banyak orang.

    Sekarang saya konsen untuk meningkatkan ilmu dalam bidang pengadaan agar lebih mampu untuk membantu dan melayani :)

Other Links to this Post

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WordPress Theme Design