Random Post: Pelatihan PBJ LPKN
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Mengapa Saya Keluar dari PNS

    Postingan saya di facebook kemarin sepertinya menjadi salah satu postingan paling populer sepanjang memiliki akun Facebook, padahal hanya memuat 2 baris kalimat dalam satu paragraf.

    Postingan tersebut adalah “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, hari ini resmi saya memasukkan Surat Pernyataan Pengunduran Diri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
    Semoga keputusan ini adalah yang terbaik dan senantiasa diberi keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.”

    Nah, singkat saja khan dan maknanya juga jelas dan tegas 😀

    Paragraf ini sampai mengundang 82 like dan 130 komentar. Ada yang menyampaikan ucapan selamat, ada yang mengucap syukur, ada yang mendoakan semoga lebih baik, tapi banyak juga yang mempertanyakan alasannya.

    Malah ada yang menghubungi via inbox dan ada yang menelepon langsung karena tidak percaya terhadap berita tersebut. Diantara yang menelepon ada yang bilang saya jadi gila karena orang lain berlomba-lomba untuk masuk PNS dan saya sendiri malah keluar dari PNS 😀

    Pada tulisan ini saya akan menyampaikan alasan mengapa saya keluar dari PNS

    Seperti yang rekan-rekan ketahui dari tulisan di blog ini, sejak awal tahun 2011 kehidupan saya banyak berubah. Salah satu perubahan terbesar adalah meninggalkan dunia TI yang selama ini digeluti dan berganti menjadi dunia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ).

    Sejak awal tahun, bahkan sebelum dinyatakan lulus dalam pelatihan instruktur pengadaan barang/jasa pemerintah, sudah banyak jadwal sosialisasi Perpres Nomor 54 Tahun 2010 atau panggilan untuk mengajar dalam bidang PBJ.

    Tapi satu hal yang mengganjal dalam hati dan itu sudah lama menghantui.

    Sebagian dari permintaan mengajar, selain yang dilaksanakan rutin oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas, yang saat ini sudah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan /Kemdikbud), juga berasal dari masyarakat umum, baik dari institusi pendidikan swasta, institusi penyedia barang/jasa atau pemerintah daerah/pemda.

    Yang jadi masalah, selaku PNS saya dituntut untuk hadir di kantor mulai pukul 7.30 hingga 16.00 WIB setiap hari. Hanya boleh meninggalkan kantor dalam rangka tugas kedinasan dan harus membuat surat tugas terlebih dahulu.

    Saya terus terang sering menggunakan waktu kerja untuk mengajar PBJ diluar program resmi yang sudah ditetapkan. Bahkan beberapa kegiatan dilaksanakan diluar kota sehingga harus meninggalkan kantor 1 hari penuh. Ini semua sebagian besar hanya berdasarkan ijin lisan kepada atasan langsung yang tentu saja sudah melanggar aturan.

    Ini menjadi tekanan batin. Disatu sisi saya memang menyukai untuk mengajar dan merasa perlu untuk terus berbagi ilmu dimana saja, tapi disisi lain aturan kepegawaian juga harus ditegakkan.

    Tidak mungkin saya mengajar tentang larangan korupsi, sedangkan saya sendiri melaksanakan korupsi, yaitu Korupsi Waktu 🙁

    Tidak mungkin saya mengajar tentang kedisiplinan kalau saya sendiri tidak disiplin.

    Sebagai seorang pengajar atau pendidik, kesesuaian antara apa yang diajarkan dengan tindakan adalah hal yang mutlak. Karena ini merupakan cerminan integritas dari seorang pendidik.

    Banyak yang menyarankan, “jalanin saja sebagai PNS juga sebagai instruktur, khan bolos sekali-sekali demi membagi ilmu itu tidak apa-apa, banyak juga kok PNS tapi tetap nyambi diluaran.”

    Saya memegang prinsip nila setitik dapat merusak susu sebelanga. Apalah artinya kebaikan yang kita ajarkan kalau ditempuh dengan cara yang tidak baik walaupun tujuannya juga baik?

    Saya sadar, setiap waktu yang tertulis dalam aturan PNS dibayar dari uang pajak rakyat, artinya harus saya gunakan secara bertanggungjawab sesuai aturan kepegawaian. Tidak ada alasan pembenaran dalam aturan, karena aturan mutlak harus dipenuhi.

    Dengan alasan utama inilah, daripada terbagi antara PNS dan kesempatan untuk berbagi ilmu yang lebih luas, tanpa dibatasi ijin atasan dan surat tugas, saya memilih untuk melepas status sebagai PNS dan memilih untuk penuh bekerja membagi ilmu dan pengetahuan.

    Hal ini juga terinspirasi dari pendapat pak Onno W Purbo, “Saya percaya bahwa nilai seseorang tak akan ditentukan oleh banyaknya harta, banyaknya kekayaan, tingginya pangkat dan jabatan, tingginya gelar, serta banyaknya ilmu. Nilai seseorang akan lebih ditentukan oleh berapa besar/banyak umat manusia yang memperoleh manfaat dari seseorang tersebut.”

    Dengan bekerja sendiri, tidak menjadi pegawai manapun, saya bebas untuk lebih luas membagi ilmu, lebih bebas menjawab pertanyaan-pertanyaan di forum pengadaan, atau menghadiri permintaan rekan-rekan di seluruh pelosok Indonesia yang membutuhkan pencerahan dalam bidang PBJ.

    Khusus untuk permintaan dari daerah, saya pernah cukup terpukul saat menerima disposisi pimpinan saat meneruskan surat permintaan narasumber dari salah satu pemkab. Isinya adalah “perlu dipertimbangkan untuk dihadiri karena bukan instansi vertikal.”

    Jadi, kita hanya bisa berbagi pengetahuan hanya kepada instansi vertikal saja? Selain itu tidak boleh?

    Kalau alasannya adalah “dahulukan tugas pokok” atau ada pekerjaan yang wajib dilaksanakan atau ada kegiatan yang bersamaan maka wajar saja mendahulukan yang instansi sendiri. Tapi saat itu tidak ada kegiatan, hanya bengong di ruangan saja dan semua pekerjaan telah diselesaikan, mengapa tidak boleh?

    Jadi kasihan dengan rekan-rekan yang sudah mengundang, padahal ada beberapa kasus pengadaan di daerah tersebut yang hendak ditanyakan langsung dan tidak bisa hanya sekedar tulisan di forum, blog, atau email.

    Oleh sebab itu, saya berketetapan untuk keluar sebagai PNS dan bekerja sebagai pihak swasta dan meluangkan lebih banyak waktu memberikan ilmu dan pikiran apabila dibutuhkan oleh masyarakat.

    Masalah rejeki telah ada yang mengatur, tidak perlu khawatir kehilangan pendapatan tetap dan tidak perlu takut karena kehilangan pensiun 🙂

    Intinya adalah bekerja dengan ikhlas, karena ada 2 kebahagiaan untuk setiap manusia yang bekerja dengan ikhlas.

    205 responses to “Mengapa Saya Keluar dari PNS”

    1. lisa says:

      Sy pns angkatan 2011. Pemerintahan kabupaten nunukan kalimantan utara. …usai kuliah. Sy ikut2 ikutan dftr tes cpns.. alhmdulillah lulus. Berjalan 4 tahun.. sy pun mulai merasa. Sy hrus upgrade ilmu sy dan sy hrus belajar. Jd mulailah sy memohon tuk tugas belajar. Sampai saat ini sy g bs dpt tugas belajar. Memang sgt dilema. Disaat kita masih srmangat ingin belajar nmun pihak BKD setempat tdk mengizinkan sy tuk pergi belajar. Padahal sy tdk minta pemerintah daerah untuk membiayai sy. Sy cuma minta diberikan kebijakan agar bisa mndptkn tugas belajar. Entah alasan apa sgt lucu pemerintah daerah sy tdk mau memberikan sy tugas belajar. Mmg menjadi seorang pns apalagi menjadi guru. Waktu tersita bxk. Gaji tdk seberapa. Bayangkn sj dri jam kerja dari jam 7.30 plg jam 14.00. Blum lgi perangkat bljr yg sejuta rempongnya. Kerja dari senin smpai sabtu. Sebuah rutinitas yg bosan dan sgt menekan. Sejak dulu sgt bercita2 ingin melanjutkan kuliah.
      Saya sangat tdk senang dgn aturan daerah sy yg sgt menekan. Mereka menuntut pns taat aturan nmun tdk bisa memberikan hak2 kami. Tdk sedikit tmn2 pns saat yg bukan fungsional curi2 kluar ke kota2 tuk kuliah. Kadang 1 bln msuk kerja. 3 bln belajar s2 mrk. Itu klo dpt atasan yg bisa diajak kompromi. Berbeda dgn t4 sy bekerja. Tdk ada yg mndukung.
      Klo soal rezeki mmg usaha org2 yg berusaha yg pnting mau bekerja beda dgn org mkn gaji.
      Sekarang sy melanggar. Sdh sebulan lebih sy g dtg ke kantor alias g msuk ngajar. Sy sdg proses mengikuti perkuliahan s2 sy. Tanpa izin atau tugas belajar. Sy sdh tekad ingin berhenti dr mnjdi pns. Resign jln yg baik. Saran sy kpd seluruh kawan2. Jika anda orgnya yg luar biasa. Selalu mau maju g usah dftr pns guys. Apalgi di pemda. Sy yakin anda akan tertekan.
      Pak…. bantu sy. Minta tolong dikirimkan format dan contoh2 surat kelrngkapan agar sy bisa berhenti jd pns. Mksih pak. Ini no hp sy.. sy sgt butuh bantuan bpk. 081362075161

    2. Nurmala says:

      INI KISAH SAYA (100% NYATA) : Nama saya Nurmala dan 4 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya saya Berhasil itu semua Berkat Bpk Drs Warli, M.Si..(Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga) BKN PUSAT Jakarta..

      Saya awalnya tidak percaya,tapi setelah saya coba menhubungi Bpk Drs Warli, M.Si.. dengan No.tlp: 0812 415 7880.. akhirnya saya bisa lulus CPNS 2015. Berjubelnya peserta tes sempat membuat hati saya ciut ketika itu.

      Alhamdulillah berkat Bpk Drs Warli, M.Si. yang banyak membantu saya, saya sekarang lulus CPNS dan SK saya akhirnya bisa keluar,itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi BpkDrs Warli, M.Si. no HP Beliau: 08124157880 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS.

      Saya berharap untuk ke depannya semakin banyak lagi yang bisa lulus dengan bantuan Bpk Drs Warli, M.Si.. . Selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,Terima kasih…

    3. Megan says:

      Halo pak Khalid. saya sudah membaca tulisan ini 3 sampai 4 kali ini. dan sekarang baru menulis komen. Saya sudah sangat lama ingin keluar dr pns. namun terus-menerus mengalami dilema. Saya ingin secepatnya memantabkan diri utk keluar. betul seperti teman yg lain. masih ada tanggungan di bank. Kalau tak masuk saja beberapa bulan, biar dipecat gimana pak ?

      Bagi teman-teman lain yg mengalami tolong dibantu dong,,, pak Khalid dijawab dong pertanyaan teman-teman disini ?

    4. indra says:

      Assalamu’alaikum pak Khalid. Prosedur pengajuannya gimana pak dan alasan yg bapak tulis di surat tsb apa klo boleh tahu.terima kasih

    5. jo says:

      Berawal dari iseng iseng ikut tes CPNS tahun 2014 hingga dinyatakan lulus dan menerima SK tidak terasa hampir 3 tahun sudah menjalani dunia PNS. Seperti mendaki gunung kian lama kian terasa berat kaki melangkah. Persis seperti kehidupan yang disuport hanya dari gaji PNS. Kadang menyesal telah menjebloskan diri ke dunia PNS spt ini. Saya tidak betahhhhhhhhhh saya ingin keluar namun apa daya kaki dan tanganku terikat kuat di secarik perjanjian Bank daerah yang menahan SK ku.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *