Random Post: Evaluasi Lelang EO Hardiknas
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Transfer Teknologi, apakah telah dilaksanakan ?

    Dalam berbagai kesempatan seperti pemberitaan di media massa maupun pada lembaran perjanjian kerjasama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU), sering tertulis 2 kata apabila pekerjaan tersebut berkaitan dengan pengadaan atau bantuan, yaitu kata “Transfer Teknologi” atau “Alih Teknologi”

    Pada kenyataannya, sebagai perwujudan dari hal tersebut, dilakukan penyerahan satu atau beberapa unit perangkat disertai dengan satu atau beberapa hari pelatihan dalam pengoperasian perangkat tersebut. Dan selesai…

    Kita masih ingat juga jargon Mobil Nasional atau “Mobnas” yang digadang-gadang saat pemerintahan Suharto. Namun bentuknya hanyalan merakit komponen mobil dari Korea Selatan dan melabeli dengan merk Indonesia, yaitu Timor.

    Apakah ini yang dimaksud dengan Transfer atau Alih Teknologi ?

    Rupanya, ini adalah salah satu proses pembodohan dari negara lain terhadap kita yang ditelan bulat-bulat.

    Mengapa ?

    Karena alih alat itu hanyalah 25% dari keseluruhan proses transfer atau alih teknologi, masih ada 75% lainnya yang apabila dilaksanakan secara konsisten akan mampu membuat negara kita sejajar dengan negara-negara industri lainnya.

    Secara umum, ada 4 hal yang harus ditransfer atau dialihkan apabila berbicara tentang transfer teknologi. Atau, dapat juga disebutkan bahwa yang dimaksud dengan teknologi terdiri atas 4 hal, yaitu:

    1. Technoware (Perangkat Alat atau Mesin)
    2. Humanware (Perangkat Manusia)
    3. Inforware (Perangkat Informasi, Metode, Cetak biru, Prosedur, dan Analisis)
    4. Organoware (Perangkat Organisasi)

    Mari kita coba bahas satu persatu istilah di atas.

    Technoware

    Bagian inilah yang paling sering disalah artikan sebagai satu-satunya yang disebut dengan Teknologi. Technoware adalah perangkat alat atau mesin yang berbentuk fisik, baik berupa keseluruhan perangkat maupun bagian dari sebuah perangkat utama, selain itu technoware juga dapat diartikan sebagai sistem utama yang menjadi pokok dalam sebuah kegiatan.

    Pada istilah Transfer Teknologi, tentu saja komponen ini yang paling terbuka dan transparan. Bahkan, pada nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani oleh para pihak, biasanya menyebutkan komponen ini secara jelas dan tegas, lengkap dengan satuan dan jumlah totalnya.

    Humanware

    Komponan humanware adalah salah satu komponen dari teknologi yang terpenting. Technoware tidak akan dapat berfungsi tanpa komponen ini. Humanware merupakan kemampuan manusia dalam mengoperasikan, merawat, memperbaiki bahkan melakukan inovasi terhadap sebuah teknologi. Brainware merupakan bagian dari humanware, karena manusia tanpa memiliki kemampuan otak yang cukup tidak akan mampu melaksanakan sebuah pekerjaan secara baik dan benar.

    Dalam proses transfer teknologi, komponen ini merupakan komponen krusial yang paling sering diabaikan oleh pemberi transfer atau hanya sedikit sekali dilaksanakan serta tetap menciptakan ketergantungan kepada mereka. Masih teringat beberapa tahun yang lalu, sebuah proyek mobil nasional dimulai di Indonesia dengan menggandeng Korea Selatan. Salah satu “jargon” yang digembar-gemborkan adalah melakukan transfer teknologi dalam hal pembuatan mobil. Namun, yang terjadi hanyalan kemampuan merakit dari komponen-komponen mobil yang tetap diimpor dari Korea Selatan. Proses pembuatan secara detail tidak pernah diberikan dan dijelaskan kepada Indonesia.

    Seharusnya, yang dimaksud dengan transfer teknologi secara lengkap adalah dengan memberikan pengetahuan seluas-luasnya terhadap produk yang ditransfer, baik berupa pelatihan, magang, bimbingan kerja, hingga bergabung dalam tim pengembang dari sebuah teknologi. Dengan ini, tidak ada ketergantungan dari pihak penerima bantuan kepada pihak pemberi.

    Inforware

    Komponen ini adalah komponen yang berupa segala jenis informasi terhadap sebuah teknologi, termasuk cetak biru, rancang bangun, prosedur, analisis, dan segala informasi lainnya sehingga pihak penerima mampu untuk melakukan pengembangan terhadap disain yang ada serta mampu untuk membuat produk yang sama dengan mengandalkan kepada informasi yang ada.

    Ini dapat diibaratkan dengan membeli sebuah pesawat televisi yang dilengkapi dengan diagram blok, buku manual perakitan, daftar komponen, SOP mulai pembelian bahan hingga pengepakan, serta dokumen pendukung perakitan lainnya.

    Coba kita lihat pesawat televisi kita saat ini. Sebagian besar hanya berisi petunjuk penggunaan serta troubleshooting sederhana yang ujung-ujungnya berisi kalimat “silakan menghubungi service centre terdekat”

    Tapi kasus televisi ini tidak dapat disalahkan, karena kita memang membeli barang alias technoware, tidak melakukan transfer teknologi.

    Dari paparan di atas, apabila perusahaan kita atau kita sendiri hendak melakukan perjanjian yang berisi kalimat “transfer teknologi” maka yakinkan Inforware lengkap di dalamnya agar transfer teknologi tersebut menjadi lebih lengkap dan bermakna.

    Organoware

    Komponen ini adalah kemampuan terakhir dari komponen Teknologi yang merupakan kemampuan untuk mengorganisasikan 3 komponen sebelumnya, yaitu Technoware, Humanware, dan Inforware.

    Dalam proses transfer teknologi, pihak pemberi seharusnya juga memberikan pelatihan tentang bagaimana proses organisasi terhadap teknologi yang akan diberikannya, sehingga pengelolaan dan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi lebih efektif dan efisien yang bermuara kepada peningkatan produktifitas.

    Sebagai akhir tulisan, mari kita sama-sama memperbaiki pemahaman mengenai transfer teknologi ini, agar tidak mudah menelan mentah-mentah istilah asing yang hanya menguntungkan mereka saja. Setiap proses transfer teknologi harus juga mentransfer seluruh komponen teknologi, tidak hanya mengirimkan alat dan pelatihan seadanya saja.

    2 responses to “Transfer Teknologi, apakah telah dilaksanakan ?”

    1. Maya says:

      Mas Khalid, mohon infonya, teori ini dari buku apa ya? saya mau kutip untuk proposal penelitian. Terima kasih

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *