RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Menculik Miyabi (sebuah resensi)

    Niat awal untuk ke Planetarium Taman Ismail Marzuki, tapi apa daya tiket pertunjukan terakhir telah habis terjual, maka kaki melangkah ke Studio XXI yang kebetulan berada satu kompleks dengan TIM.

    Dari 4 studio dan 4 film yang ada, kebetulan hanya film Menculik Miyabi ini yang belum ditonton. Juga tertarik dengan siaran Apa Kabar Indonesia pagi di TV One beberapa hari yang lalu, yang menampilkan pemeran film ini.

    Film Menculik Miyabi langsung dibuka dengan penampilan Maria Ozawa, tokoh yang kontroversial pada film ini dengan penolakan kedatangannya di Indonesia dan fatwa haram yang dikeluarkan. Namun, jangan berharap Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi pada film-film vulgar di luar sana. Dari awal hingga akhir film, tidak ada satupun adegan Miyabi bersama dengan berbagai lelaki dalam pose menggoda 🙂

    Miyabi, yang merupakan bintang iklan sebuah produk snack diminta oleh pimpinan tempat dia bekerja untuk mengantarkan hasil undian produk tersebut ke Jakarta. Rencana kedatangannya dimasukkan dalam blog pribadi dan kebetulan dibaca oleh 3 orang penggemarnya, yaitu Kevin, Bimo, dan Aan.

    Kevin, adalah seorang pemuda yang “culun” di kampusnya, menyenangi seorang gadis bernama Jessica yang sayangnya sudah berpacaran dengan Mike yang bergaya “preman”.

    Pada sebuah konflik antara Kevin dan Mike, mereka bertiga ditantang oleh Mike agar menghadirkan seorang cewek yang kecantikannya melebihi Jessica pada sebuah party yang dilaksanakan oleh Jessica.

    Mendengar tantangan tersebut, dan melihat rencana kedatangan Miyabi di Indonesia, mereka bertiga memiliki rencana untuk menculik Miyabi untuk dibawa ke acara tersebut.

    Namun, penculikan yang direncanakan tida berjalan dengan mulus, Miyabi terlambat ke bandara karena passportnya tertinggal. Akhirnya ketiganya salah menculik orang, yang disangka Miyabi rupanya Mie Yau Bie seorang warganegara China.

    Tiada rotan, akarpun jadi, tidak ada Miyabi, Mie Yau Bie juga jadi.

    Akhirnya Mie Yau Be tinggal selama 3 hari di rumah Kevin yang kebetulan kosong untuk menunggu passportnya yang membutuhkan waktu 3 hari dalam pembuatannya.

    Kevin berusaha menyembunyikan Mie Yau Bie dari Jessica yang kebetulan juga merasa suka dengan Kevin, namun pada sebuah kejadian, mereka berdua bertemu sehingga Jessica salah sangka dan menganggap Mie Yau Bie adalah pacar Kevin.

    Film ditutup dengan acaca Jessica dimana Kevin akhirnya berani datang sendirian dan berhadapan langsung dengan Mike

    Catatan saya:

    1. Jangan berharap Maria Ozawa akan beradegan bugil disini, justru dia tampil dengan pakaian ala kantoran alias casual. Namun, akting terbaiknya rupanya hanya manelepon saja. Dari awal hingga akhir tampilan, kebanyakan menelepon di ponselnya. Justru Mie Yau Bie (Sabria Pie) yang beradegan pakaian renang di kolam renang Kevin.
    2. Banyak adegan yang terkesan aneh, malah 10 menit pertama membuat kening saya berkerut dan benar-benar sudah hendak meninggalkan bioskop, yaitu saat adegan Miyabi hendak ditawari oleh pimpinannya ke Jakarta. Belum tahu akan ke Jakarta kok sudah menulis di blognya. Kemudian, apa korelasi kegembiraan bos Miyabi yang luar biasa saat rapat begitu tahu pemenangnya adalah orang Jakarta ? Ini sangat dibuat-buat dan tidak natural
    3. Adegan Mike dan sahabat Jessica yang kelewatan alias lebay dan terlalu dibuat-buat

    Kesimpulannya, film ini menurut saya tidak menarik dan hanya menjual nama Maria Ozawa saja, dan itupun silakan kecewa kalau menginginkan Maria Ozawa tampil sesuai “habitatnya” 🙂

    Tapi, silakan membuktikan sendiri ^_^


    One response to “Menculik Miyabi (sebuah resensi)”

    1. Wenny says:

      Siapa si tokoh aan dalam film menculik miyabi.
      He is cool :p
      Please entering my email

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *