RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Memberi “pelajaran” kepada spammer milis

    Hal yang paling menjengkelkan apabila ikut pada sebuah mailing list selain “debat kusir” yang tidak jelas adalah SPAMMER. Spammer ini mengirimkan pesan atau email yang Out Of Topic (OOT) atau tidak sesuai dengan fungsi mailing list.

    Di milis pendidikan, kadang muncul dengan menawarkan rumah atau undian, bahkan menawarkan obat kuat viagra dan lain-lain. Kalau milis itu sifatnya “open” alias terbuka, maka setiap anggota bisa langsung masuk mendaftar dan mengirimkan postingan tanpa melalui mekanisme moderasi. Milis jenis inilah yang paling disukai oleh spammer, karena dengan mudah mereka bisa melakukan aksinya.

    Namun, ada juga milis yang sifatnya moderated atau semi moderated. Yang full moderasi adalah milis yang keanggotaannya harus disetujui terlebih dahulu oleh moderator, kemudian setiap postingan juga dimoderasi sehingga butuh waktu untuk menyampaikannya. Yang semi moderasi adalah keanggotaan yang di moderasi atau postingannya yang dimoderasi.

    Sebagai salah seorang moderator di beberapa milis, spammer ini menjadi musuh utama. Hampir tiap hari ada saja yang join dan posting spam di milis.

    Akhirnya, terpikir untuk memberi pelajaran kepada spammer ini dengan cara gantian melakukan spam “resmi” kepada mereka.

    Ciri-ciri umum spammer adalah:

    1. Mendaftar dengan email gratisan, seperti yahoo atau gmail
    2. Settingan email kebanyakan “no mail”, artinya, mereka dapat mengirim email ke milis namun tidak menerima email yang dikirimkan oleh milis tersebut (tuh…egoisme mereka)
    3. Sebagian pakai metode “hit and run” yaitu daftar, posting, kemudian unsubscribe.

    Di bawah ini contoh salah satu spammer di milis Dikmenjur:


    Sebagai moderator, saya punya akses untuk melakukan perubahan pada settingan email mereka di milis. Jadi, supaya tidak bisa mengirim spam lagi tetapi justru menerima email dari milis, maka settingan Message Frequency saya ubah menjadi “Individual Emails” dan Posting Messages saya ubah menjadi “This Member may not post”

    Dan..selamat mereka menerima banjiran email dari milis, namun tidak dapat posting satu katapun ^_^

    One response to “Memberi “pelajaran” kepada spammer milis”

    1. Ach. Ridlwan Cholil says:

      Satu kata, SEPAKAT…!!!

      Saya sangat setuju itu Bang Kholid, untuk jaga kenyamanan milis kita

      Ridlwan wonkndesho

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *