RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Ketika Pemilu mengajarkan kemunafikan

    Beberapa hari terakhir, kenikmatan menonton TV terusik dengan iklan-iklan Partai yang berseliweran menayangkan slogan masing-masing.

    Tapi, ada satu iklan yang membuat saya cukup risih, yaitu iklan yang menayangkan statemen sebuah partai yang menyatakan “mengawal rakyat untuk memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT).”

    Mengapa saya terusik, karena setahu saya, partai ini yang pada awal peluncuran program BLT oleh pemerintah, termasuk yang menentang dan bersuara keras dimana-mana

    Malah, dalam sebuah acara Rakernas, Pemimpin partai tersebut melarang keras kadernya untuk menerima BLT.

    Yang lebih parah, bukan sekedar melarang keras, malah turut senang apabila ada Pimpinan Daerah yang menolak BLT tersebut.

    Saya sebenarnya juga tidak setuju dengan program BLT. Tapi, tontonan kemunafikan yang ditampikan melalui iklan-iklan tersebut lebih membuat saya mual.

    Kalau tidak setuju, konsistenlah dengan ketidaksetujuan. Jangan menjilat ludah sendiri dengan kemudian seakan-akan menjadi pahlawan “penjaga”

    Mudah-mudahan rakyat mampu melihat hal-hal seperti ini, dan lebih cerdas memilih yang terbaik.

    14 responses to “Ketika Pemilu mengajarkan kemunafikan”

    1. ama says:

      klo ketemu sama pimpinan partai itu, saya akan langsung nanya : “Mbak, kemarin kemana aja???”

    2. Mungkin kemarin dia asik antri BLT 😀

    3. andri says:

      http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/29/051643/1106579/700/reposisi-pdip-terhadap-program-blt
      tgl 20 maret menuduh rakyat tidak punya harga diri dan BLT cuma menghambur2kan uang, tanggal 24 tiba2 berbalik mendukung BLT.
      hopotumon?

    4. Anjar Isna Fadillah says:

      AH biasa aja tu Pak, itulah Politik, apa yang bisa menguntungkan ya di pakae walaupun pernah di hujat. Khan kata pak JK pemerintahannya dulu seperti Undur-undur dmana jalannya mundur terus……
      Dalam bahasa politik khan di kenal istilah Pagi Kedele, Sore Tempe, Besok jadi apa yaa…… (ah Pak Khalid pasti juga udah tau)

    5. Aco says:

      muka politisi udah pada tebel-tebel kali pak, ga punya malu lagi 🙂 Asal Bukan Mega

    6. pian says:

      Say No to Megawati…. hanya itu yang tau

    7. yanto says:

      biasalah orang panik dan ngga punya pendirian…..takut kali suaranya menurun….takut ditinggal sama pendukungnya gara2 ngga dukung BLT….?fenomena yang aneh…..

    8. hadi says:

      “Mudah-mudahan rakyat mampu melihat hal-hal seperti ini, dan lebih cerdas memilih yang terbaik.”

      Sayangnya masih banyak rakyat indonesia yg belum cerdas ya pak… 😀

    9. Mardiyanto says:

      Harus di tambah lagi Pak, di pasar Hewan sekarang baru ramai ramainya orang jual kambing yang warnanya hitam…………

    10. warawiri says:

      tnang aja brooo,,,ketenaran ga ada yg abadiim,,,bushitttt lahh dengan partai,…ga brubah nasib kita klo kita ga berjuang buat hidup

    11. warawiri says:

      ga ada bedanya mereka dengan kotoran babi pak!!!

    12. shamimawon says:

      Sepertinya rakyat uda pada ngerti sapa yg harus dipilih!!! rakyat uda paham dengan pimpinan yang gak konsisten dg omongannya berarti bisa dipastikan pemerintahannya gak konsisten..
      N.A.T.O no Action Talk Only…

    13. gusfudz says:

      Rakyat sekarang lebih berfikir praktis pak… Disuruh kampanye, mau kalo ada duitnya. Disuruh contreng partai ini… mau kalo ada duitnya. Rakyat sudah tidak terlalu “fanatik” dengan yang namanya partai, kecuali mereka yang telah dibaiat oleh partai tertentu. Ini semua ya karena tingkah polah politikus diatas sana… politikus yang oportunis..”mau untungnya” saja. Hari ini bilang “oposisi”…besok bilang koalisi. Rakyat sudah pada pintar.. tidak mau lagi dibodoh-bodohi namanya “poli-tikus (banyak tikus….hi..hi…).

    14. katakataku says:

      kebanyakan parpol sekarang tidak memberikan pendidikan politik pada masyarakat, malah hanya mengumbar janji dan janji saja (LOL)

      segala sesuatunya selalu meng-atas-namakan rakyat, namun ketika terpilih hanya sedikit tuh yang see hear and do it for peoples 🙁

      semoga esok indonesia lebih baik 😀

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *