Random Post: Pelatihan PBJ LPKN
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Dapodik “turun” ke sekolah

    Setelah 3 tahun peluncurannya, akhirnya program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang di kembangkan oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional mengalami satu perubahan yang cukup signifikan.

    Berawal dari keprihatinan terhadap minimnya data yang benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pada awalnya hanya dianggap sebagai program “mimpi” akhirnya dapat mengumpulkan data real hingga mencapai 40 juta siswa.

    Pada tahun 2008, akhirnya dukungan pembiayaan dari pusat terhadap program Dapodik ini dihapuskan sama sekali, bahkan proses pembiayaan dan perawatannya dialihkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

    Yang membanggakan, walaupun tanpa dukungan dari Depdiknas pusat, dan hanya ditangani oleh tim yang keseharian juga kuliah, namun sistem ini tetap berfungsi dengan baik.

    Bahkan, salah satu bukti kepedulian masyarakat yang amat besar terhadap sistem ini adalah saat mencuatnya ke permukaan mengenai kerahasiaan data yang sempat menjadi bahasan pada beberapa media nasional.

    Namun, dengan kesigapan tim Dapodik yang masih tetap eksis (walaupun pada akhir 2008, sebagian dibebastugaskan dari Depdiknas), sistem tersebut segera diperbaiki dan lebih disempurnakan.

    Salah satu penyempurnaan terbaru adalah dengan dikembangkannya API Dapodik, sehingga setiap Dinas Pendidikan dapat mengembangkan aplikasi masing-masing tanpa harus memulai mengumpulkan data dari 0, namun dapat menggunakan data dari Dapodik sebagai data pokok aplikasi mereka.

    Nah, tahun 2009 ini, tim pengembangan Dapodik kembali mengeluarkan inovasi terbaru dengan membuka akses Dapodik sampai ke level sekolah. Dengan perubahan kebijakan dan sisem ini, maka setiap penambahan, pengubahan, penghapusan siswa yang dulunya harus dilakukan di level Dinas Pendidikan, sekarang sudah dapat dilakukan di level sekolah. Sehingga sekolah tidak pusing lagi harus ke dinas untuk memasukkan data mereka. Kewenangan dan tugas dinas juga akan menjadi lebih ringan, karena tidak harus mengurus data puluhan, ratusan, bahkan hingga ribuan sekolah pada wilayah mereka. Setiap operator dinas pendidikan hanya berkonsentrasi untuk mutasi/perpindahan siswa dan data siswa bagi sekolah yang belum mampu untuk menangani sendiri datanya.

    Dengan perubahan sistem ini, maka orang tua siswa maupun siswa itu sendiri akan lebih mudah melakukan pengecekan kebenaran data, karena apabila ada data yang salah maka cukup datang ke sekolah dan saat itu juga dapat dilakukan perubahan oleh operator sekolah.

    Sebagai informasi, Dapodik “turun” ke sekolah ini akan berlaku mulai 1 Maret 2009 dan sebagai dasar hukumnya, dapat dilihat pada surat yang dapat diunduh dengan mengklik pada link ini.

    Selamat kepada tim Dapodik yang tetap bekerja untuk anak bangsa, walaupun di tengah ketidakpastian [superemotions file=”icon_biggrin.gif” title=”Big Grin”]

    26 responses to “Dapodik “turun” ke sekolah”

    1. Secara teknis apa bisa berjalan dengan baik, tanpa dukungan SDM yang mampu, tanks

    2. Gabriel Wao says:

      P Fadli, menurut saya kita harus mulai dr sekarang, kalau ada sekolah yang belum punya SDM, kan masih bisa ke Cabang Dinas di Kecamatan masing2 atau ke Dinas Pendidikan Kab/Kota.

    3. indratadi says:

      bagaimana cara kerjanya dan bagi sekolah yang belum memahaminya apakah ada pelatihan untuk menjalankan sistem tersebut

    4. Mirue says:

      Menrai ….!!! Idealnya seperti itu pak Khalid, setiap sekolah punya hak untuk mengelola sendiri datanya di sistem. Namun tahap awal bagaimana kalo dibentuk perjenjang. Artinya ada sekolah yang ditunjuk sebagai center pengelolaan data untuk tiap jenjang.

    5. @fadly, pak…masih ingat setiap awal langkah kita ? Selalu dibarengi dengan kekhawatiran SDM khan. Yuk mari berikan tantangan agar SDM bisa bangkit. Toh ini pasti bertahap, sekolah yang betul2 mau dan mampu yang pasti akan mengambil kesempatan ini. Yang tidak mampu pasti tetap akan menyerahkan ke Dinas.

      @Gabriel, benar pak…kita harus mulai mempercayai sekolah, seperti kita mempercayai dinas dulu untuk Jardiknas 😀

      @indratadi, cara kerjanya sederhana, nanti tangal 1 Maret pada login operator dapodik di dinas akan ada menu baru untuk menambah user dan password utk sekolah. Nanti user dan password itu akan digunakan sekolah untuk mengakses data milik dia sendiri.

      @Mirue, mau per-jenjang atau sekalian semua sistemnya sama saja pak. Dengan dibuka semua seperti ini, akan terfilter sendiri sekolah mana yang mampu dan yang mana yang tidak. Dan dengan membuka akses sampai sekolah, bukan berarti Dinas langsung lepas tangan.

    6. Mat Rikin says:

      ini baru mantap….kapan sekolah diberi pelatihan untuk dapat mengoperasikan dapodik..selama ini kita udah beri data kedinas kab/kota ternyata datanya tidak masuk dapodik… dengan alsan belum di entry,kena virus…hilang..dan…..

    7. @mat rikin, saya terus terang aja, jgn harapkan akan ada pelatihan dari pusat, lha dana operasional di pusat saja sudah dihapuskan sejak 2008 kok 🙂
      Jadi, silakan masing2 dinas yang menganggarkan dan melaksanakan. Juga disini akan keliatan sekolah mana yang benar2 proaktif dan mau serta mampu untuk maju

    8. olanuxer says:

      saya usul nih pak khalid, tidak semua sekolah dekat dengan kantor dinas, jadi untuk sekolah yang lom mampu bisa ke sekolah yang terdekat untuk uploda data.

    9. Silakan saja, karena prinsipnya login diberikan per-sekolah. Jadi mau diupload dari dinas juga bisa, dari sekolah terdekat juga bisa, malah dari warnet juga bisa.

      Tanggung jawab melekat pada login masing-masing.

    10. Muh.Kasim says:

      ya langka maju jika entri data di serahkan kepada sekolah masing-masing tidak lagi tergantung di dinas kota/ kab. demi kelancaran pengentrian data masing-masing sekaligus mutasi keluar dapat dilakukan disekolah sebab selama ini berhubungan dengan dinas cukup merepotkan sekolah selamat buat pengelola DAPODIK

    11. sugiono says:

      wah hebat, ini merupakan terobosan yg bagus, diharapkan diikuti dengan pelatihan bagi sekolah, agar sekolah bisa mempergunakan fasilitas ini.

    12. Muh.Kasim says:

      tapi yang ngasi user name dan paswork itu siapa pak untuk bisa loggin

    13. Sesuai dengan suratnya pak, yang memberikan adalah dinas pendidikan kab/kota, nanti akan ada menu tambahan di situs dapodik untuk hal ini per 1 Maret 2009

    14. Hani says:

      Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
      Saya sangat setuju, dengan memberi kewenangan kepada pihak sekolah, tentunya data akan lebih mudah untuk di update. Karena, berdasarkan pengalaman saya selama ini, sangat sulit sekali untuk mendapatkan nisn, padahal data udah dimasukkan ke dinas. Terlebih-lebih, untuk menceknyapun tidak online, melainkan harus menghubungi dinas setempat.
      OK! Saya dukung program ini, semoga sukses.
      Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    15. Fakhmadani Balangan says:

      Pak Khalid, bukannya kami pesimis tapi sekolah seperti apa yang bisa melakukan hal seperti itu, hal yang sangat menyedihkan bahwa ditempat kami banyak sekolah yang masih belum punya listrik terutama SLTA, untuk pengembangan Jardiknas kami terkendala olah Infrastruktur dan Kondisi alam,,,,,Salam dari pedalaman Balangan Kalimantan Selatan

    16. @Fakhmadani, pak…sistem ini bukan diwajibkan, justru merupakan kemudahan dan peluang. Jadi kalau tidak bisa, ya silakan tetap dengan konsep yang sudah berjalan seperti saat ini, yaitu data terpusat di Dinas Pendidikan Kab/Kota.

    17. Idham says:

      Sepakat pak.. dan kami support… Dapodik Masuk Sekolah (DMS) suatu terobosan baru demi lebih menguptodatekan data yang ada karena sudah langsung yang mengisi adalah akarnya… walaupun mungkin masih ada sekolah yang tdk terkoneksi dengan internet.

      Tentang SDM saya kira bisa… yang penting diberikan bekal dan tupoksi jelas pada staf TU yang akan mengelola. Bagilah pekerjaan ini kepada Staf TU… jangan lagi guru TI disekolah yang ngerjakan… he.he.he. gitu kan Pak Khalid??

      Sukses selalu…

    18. Saharuddin says:

      Sekedar saran aja….
      Alangkah baiknya kalau sekolah hanya diberi hak untuk mendownload data siswanya saja, karena kalau sekolah diberi hak penuh untuk mengupload, mengedit, menghapus data, jangan sampai data sekolah lain yang sudah ada bisa di edit, dihapus sehingga yang kerepotan adalah dinas pendidikan kab/kota. Dan proses download data tersebut hanya bisa dilakukan oleh sekolah bersangkutan dengan mengambil kunci NPSN karena kalau sekolah bisa mendownload semua data sekolah lain berarti kita kembali pada kejadian2 yang dimuat pada media massa (kerahasian data tidak terjamin lagi).
      Pengalaman saya selama ini dalam mengawal Dapodik pada dinas Dikmudora Kab. Kolaka adalah cukup baik proses pengupload-tan data yang kami lakukan karena data tersebut kami minta langsung ke sekolah melalui UPTD dan SMA/SMK sedangkan untuk Depag kami minta langsung ke bagian Mapenda sehingga pemutahiran data bisa kami lakukan. Setelah data kami upload kemudian data tersebut kami download dan langsung berikan kepada kepala UPTD dan para kepala sekolah. Bahkan untuk siswa pembelajaran Paket A dan Paket B kami akan mendata semuanya karena banyak siswa dari paket A dan B lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya tidak memiliki NISN.
      Demikian semoga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi tim dapodik pusat.
      Terima kasih buat pak khalid atas bantuannya bisa nginap semalam dirumah di Jakarta.
      Maju Terus dan Sukses Dapodik Indonesia……

    19. Sulaeman says:

      terobosan …. dan terus terobosan. Jangan berhenti, jalan masih panjang semoga data yang masuk akan terus di mutahirkan selamat buat Dapodik Indonesia

    20. @rief_vedderism says:

      Sekolah diberi Hak Akses…??? Apakah bisa dipertanggungjawabkan ke-valid-an datanya, mengingat pernah kejadian sekolah mengirimkan data fiktif ke Dinas,,Klo cuma hak untuk meng-edit data masih bisa ditolelir…Gimana pak klo permasalahannya seperti itu ???

    21. eddy says:

      Kami rekan-rekan mahasiswa Teknisi Dapodik/jardiknas (masih bingung???) akan selalu siap membantu.

    22. suatu gebrakan yang luar biasa. tapi mungkin kita perlu pikirkan dengan sekolah yang berada di pedalaman. jangankan jaringan internet listrikpun ada yang belum punya.trims

    23. bdragon says:

      kami bangga sebagai anak indonesia…walau siang malam sy didepan komputer terus….demi kebaikan, kemajuan kejayaan nusantara, kami dukung…yg bisa sy kerjakan, sy kerjakan, bila tak bisa, mohon dimaklumkan….sy mengenal beberapa anak bangsa yg bersaing sendirian di dunia nyata atau maya yg sangat kreatif berjuang…walaupun tak dikenal oleh siapa2….karena kami cinta komputer…

    24. wiedji says:

      semoga dapodik memberi manfaat yg besar utk dunia pendidikan indonesia..sbg operator tkt sekolah sy ingin mengambil peluang ini,sayangnya ada hal yg mbuat pendataan ni tidak selesai2 (judulnya jadi ganti bukan kemudahan yg ditemukan)..data online kok banyak yg berubah dari data asli yg diupload ya..(kenapa yaa..)trus banyak siswa yg punya nisn double (gimana utk validitas data jumlah siswanya..)

    25. ahmadikusuma says:

      poko’e moantep boangeeeeet…..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *