Debat Obama – McCain, akankah terjadi yang serupa di Indonesia ?
Hari ini adalah hari terakhir debat antara calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat (Barrack Obama) dan dari partai Republik (McCain) dari 3 rangkaian debat sebelum pemilu Amerika Serikat dilaksanakan bulan depan.
Saya menonton siaran langsung debat ini, yang disiarkan oleh Metro TV.
Cukup menarik melihat kedua calon presiden saling serang menyerang dan menonjolkan program masing-masing dengan alasan-alasan yang cukup sistematis dan dalam konsep yang luas. Mulai dari perpajakan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertahanan, kebijakan luar negeri dan lain-lain.
Ada beberapa hal yang cukup menarik dari pandangan saya:
- Tidak ada gemuruh tepuk tangan dari pendukung masing-masing setiap kali Obama atau McCain melontarkan sebuah ide atau pendapat
- Tidak ada pendapat “diam itu emas” atau “senyum seribu makna” dari keduanya
- Saling serang sampai memasuki ranah pribadi tanpa gebrakan meja dan marah-marahan
- Sebagian besar pembicaraan berupa “mengapa anda harus memilih saya”, bukan hanya “anda harus memilih saya”
- Sebagian besar berbicara berdasarkan data dan fakta
- Semuanya berbicara demi rakyat Amerika, bukan demi partai Demokrat atau Republik
- Slogan “siap menang, siap kalah” yang selalu didengungkan hanya sekedar “lipstik” saja. Tuh di beberapa daerah bagi pendukung yang kalah, malah main bakar-bakaran
- Mau debat tapi sebagian besar tidak punya konsep yang jelas, kebanyakan hanya janji-janji palsu dan tidak terbukti. Nantinya kalau debat, kebanyakan hanya menyerang pribadi saja.
- Lebih seru mendengarkan tepuk tangan pendukung dibandingkan debatnya. Nanti kerjaan moderator hanya meminta pendukung berhenti tepuk tangan
- Di depan gedung debat, harus disagakan ratusan Polisi dan Tentara, lengkap dengan Tank dan Water Canon untuk mencegah pendukung yang anarkis kalau jagoannya kalah ngomong
- Yang maju debat karena tidak punya konsep akhirnya menyanyikan lagu “aku masih seperti yang dulu” dengan menyebut-nyebut nama Bapak, Ibu, Saudara, Om, Kakak, Nenek, Buyut, de el el yang pernah berhasil memimpin atau menjadi pahlawan nasional
3 Comments
Other Links to this Post
-
» Debat Obama - McCain, akankah terjadi yang serupa di Indonesia ? Khalid Mustafa’s Weblog — 26 October 2008 @ 11:49
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI





By aziz, 16 October 2008 @ 22:05
mungkin acara serupa memang sudah ada, yaitu debat di TV one… tapi yang berbeda adalah kalau di luar, orang bisa fokus dengan pendapat masing2 peserta, tapi kalau debat versi indonesia, kita akan selalu terganggu oleh teriakan2 para pendukung dari masing2 pihak, atau memang settingnya dibuat seperti itu, saya juga tidak tahu…..
By adhe, 17 October 2008 @ 13:17
saya pikir bisa, tapi….. mungkin dan pasti ada segelintir orang yang bakalan protes dengan agenda baru, seperti kasus DAPODIK baru2 ini ^^….
berdasar 5 point di atas :
1. tepok tangan (disana TV ga mikir rating)
2. Indonesian 2 khan murah senyum ^^
3. kutip dari iklan (ga ada loe ga rame) $#%^&*!@
4. “jangan pilih saya” with data & fakta ORI
5. awal rakyat, lalu partai trus personal.
cukup sekian dari Qu…. ^^ salam goverment Id