Random Post: Pelatihan Audit LPKN
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Prof. Yohanes Surya menjawab, tapi kok malah aneh jawabannya ?

    Tulisan ini sebenarnya berawal dari sebuah artikel yang telah dimuat oleh Harian Media Indonesia, Hari Jumat, 22 Agustus 2008 No. 10072 Tahun XXXIX Halaman 26 Kolom Prof. Yohanes Surya Menjawab.

    Tulisan tersebut sudah saya scan dan dapat dilihat pada gambar dibawah. Dan disilakan di klik untuk memperbesar.

    Nah, apa yang aneh dari kolom tersebut ?

    Coba kita melihat antara pertanyaan dan jawaban yang dibahas.

    Pertanyaan yang diberikan oleh penanya adalah “Prof, saya ingin bertanya. Mengapa satu ditambah satu menjadi dua ?”

    Nah, jawaban yang diberikan pada kolom tersebut adalah “Satu ditambah satu tidaklah selalu menjadi dua. Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa menggunakan bilangan berbasis sepuluh sehingga satu ditambah satu menjadi dua.”

    Sampai disini, jawabannya aman-aman saja, namun, lanjutan jawaban berikut ini yang lumayan “aneh”, yaitu “Dalam dunia komputer yang menggunakan bilangan biner, satu ditambah satu sama dengan SEPULUH.”

    Coba dilihat kata terakhir, yaitu SEPULUH. Sesuai dengan pengertian dari bilangan desimal dan biner, maka penyebutan angka 10 dalam bilangan desimal memang menggunakan kata “sepuluh” karena bilangan desimal adalah bilangan berbasis sepuluh yang merupakan bilangan lanjutan dari sembilan (9).

    Memang 1 + 1 = 10 untuk bilangan biner, namun 10 disini tidak boleh disebut dengan kata SEPULUH, karena bukan menggunakan basis sepuluh, melainkan basis dua. Sehingga penyebutannya adalah SATU NOL. Karena, 1 + 1 berbasis 2 kalau diubah ke bilangan desimal juga hasilnya tetap 2 (dua) bukan menjadi 10 (sepuluh).

    Pengelola kolom harus lebih berhati-hati dengan hal seperti ini, karena dengan nama besar seorang Prof. Yohanes Surya, maka setiap tulisan dapat dijadikan rujukan oleh anak-anak kita.

    Memang menjelaskan mengenai Sistem bilangan ini menjadi sesuatu yang susah-susah gampang. Bahkan seorang Budi Raharjo sendiri agak kesulitan untuk memberikan penjelasan.

    Saya sudah mengirimkan email langsung kepada pengelola kolom dengan cc ke redaksi Media Indonesia, namun belum ada tanggapan sama sekali.

    Semoga bermanfaat 😀

    12 responses to “Prof. Yohanes Surya menjawab, tapi kok malah aneh jawabannya ?”

    1. Esa says:

      Lho, apa iya? Mudah-mudahan Pak Prof tidak sengaja ya menyebut itu. Lupa kali beliau. Namun seharusnya segera ada ralat agar pembaca tidak bingung …

    2. vespaku_76 says:

      ada yang salah lagi pak, yang bener bukan ‘satu kosong’ tapi ‘satu nol’ 😉

    3. @Esa, bener pak, email saya kirim segera setelah saya baca, tapi lom ada konfirmasi dan klarifikasi

      @vespaku_76, thx, langsung diubah nih

    4. Wina says:

      Masih ingat saya pak?
      Masih ingat perkiraan skenario saya?
      Mau ikut pak Gatot ke Pustekkom?
      Bagaimana kalo diajak pindah ke Pustekkom?

    5. @Wina, masih ingat kok bu …trus…ada info apa nih…kok tiba-tiba ngomong tentang pustekkom di postingan saya tentang Prof. Yohanes Surya ?

      Wah, saya ketinggalan info neh…

    6. Shadix says:

      lagi mabok kali ooommm dianya
      error mode : on

    7. antagonea says:

      hahahaha lucu bgd… gw mah kaga ngarti dah…salut buat pak prof Yohanes Surya!!!

    8. hyorinmaru says:

      Manusia tempatnya salah n lupa Pak.
      Masalahnya, klo udah diingetin sesamanya tp ga respon, nha itu dia 🙄

      Mungkin mereka jarang cek imel 🙄

    9. sahatmrt says:

      :mrgreen: wah anda jeli juga ya pak, senang saya bacanya :mrgreen: namun soal koreksinya, saya pikir redaksi harian media indonesia mungkin agak sungkan, sebab kemungkinan jawaban itu memang berasal dari prof itu sendiri, jadi bukan dari kesalahan kutip *kok… mendadak ngerasa inget siapa gitu ya? :mrgreen: * maka untuk mengkoreksinya tentu perlu disampaikan dulu ke prof itu :mrgreen:

    10. FaNZ says:

      lagi khilaf oom nya tuh 😀

    11. dobelden says:

      wah jangan2 ada yg ngaku pak yuhanes tuh…. baru tahu klo di biner ada SEPULUH 😀

    12. Srengseng says:

      wah ternyata pak prof ini sama kayak bos sy yang bisanya cuma TAMBAH dan KALI dak pernah bisa BAGI-BAGI, hihiihiis ngaco kali komentarnya ya haaahaa..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *