Random Post: Pernikahan Ira
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    In Memoriam Ir. Armaya Renreng

    Tadi subuh, pukul 3.45 WIB saya menerima telepon dari Makassar, tepatnya oleh ibu saya yang mengabarkan berita duka. 

    Sepupu saya, Ir. Armaya Renreng, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar telah berpulang ke Rahmatullah.

    Banyak hal yang membuat saya merenung mengenang sepupu saya ini. Salah satunya adalah kisah hidupnya yang juga cukup berat.

    Kecintaannya pada dunia arsitek membuat dirinya harus memiliki sebuah meja gambar. Pada jaman itu, meja gambar merupakan barang yang lumayan mahal. Akhirnya, dengan kreatifitas yang dimiliki, beliau membuat meja gambar sendiri dengan menggunakan kaca yang diterangi dengan balon lampu dari bawah. Saya masih ingat, sering bermain-main menggunakan meja tersebut untuk membuat sebuah replikasi gambar.

    Kisah hidupnya yang cukup berat juga menjadikan beliau sebagai tulang punggung keluarga. Dimana setelah bekerja, beliau menanggung semua pendidikan dari sudara-saudaranya.

    Satu lagi yang saya ingat, sewaktu lebaran, saat saya masih SD dan SMP, masa-masa yang paling saya tunggu adalah kedatangan Kak Maya (begitu sebutan akrab saya) ke rumah. Karena pasti setelah pamitan untuk pulang, selalu memberikan sangu kepada saya 🙂

    Dalam 3-4 tahun terakhir, setiap kali bertemu, yang pertama ditanyakan oleh beliau adalah 

    “Sampai dimana kuliah kamu lid ?” atau

    “Bagaimana kerjaan kamu ? Kamu harus jadi PNS yang baik yah, jangan jadi PNS yang bengkok.”

    atau

    “Jangan cari cewek dulu, usahakan buat orang tua kamu bahagia terlebih dahulu, juga usahakan adik-adik kamu berhasil semua baru mulai pikir diri sendiri”

    atau

    “Nanti kalau cari istri, cari yang bisa menyayangi orang tua kamu, seperti dia menyayangi orang tuanya, jangan sampai dia hanya sayang suaminya.”

    Yang paling berkesan di dalam diri saya adalah bakti beliau kepada orang tua beliau yang luar biasa. Bahkan hingga akhir hayatnya.

    Saya sendiri berutang amat banyak, utamanya jasa kepada beliau, karena tanpa beliau, maka saya tidak bisa membeli rumah di Makassar beberapa tahun lalu. 

    Selamat jalan kak, Insya Allah semua pahala akan dibalas oleh Allah SWT secara berlipat ganda.

    0 responses to “In Memoriam Ir. Armaya Renreng”

    1. Parcom says:

      Kok saya baru tau.??

    2. bosskajur says:

      turut berduka cita buat mas khalid,

    3. arifin, amril says:

      thanks atas in memoriamnya … yah kita semua kehilangan seorang pejuang … beliau menginspirasikan banyak hal kepada siapa saja, … satu hal yg sy syukuri, walau sekejap sy msh sempat bersamanya pada 40 sd 30 hari terakhir, bahkan sabtu, minggu dan senin, jg msh sempat merawatnya walau dgn dibatasi oleh xxx … hanya dua hari stlhnya kamis subuh kabar itu datang … banyak kenangan bersamanya, saat susah, sedih dan gembira … slamat jalan pamanda tersayang, nasihatmu, petuahmu, dan semangatmu selalu ada dijiwaku …

    4. Wah, amril singgah disini juga yah. Dapat info dari mana ? Salam untuk keluarga di Makassar

    5. arifin, amril says:

      secara kbetulan sy nemu, sy msh diposo, pas lagi kangen dgn almarhum sy searching aj via google nama beliau … tnyata nemu tulisan khalid … senang juga bacanya … smg beliau tenang di alam sana … amin.

    6. amril says:

      ass, lid sy lg dimakassar, kontak ke emailku dong, kasi no hp nya, biar bisa smsan, kalo ada waktu singgah di amrilarifin.wordpress.com, kali aja ada saran buatku, cause msh blajar bos, thanks.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *