Random Post: Rapat lelang Dikti
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Cita-cita sebelum pensiun

    “Cita-cita saya sebelum pensiun adalah menyekolahkan 1 Juta orang.”

    Kalimat itu dengan tegas dan penuh semangat dilontarkan oleh seorang yang bernama Gatot Hari Priowirjanto kemarin malam sewaktu diskusi santai dengan Pak Lilik dari SC Media.

    “anda tahu mengapa saya berkeinginan hal tersebut ?”

    “Anak ketiga saya, pada test pertama sewaktu hendak masuk ke ITB tidak lulus. Setelah itu seorang rekan dosen menyampaikan kepada saya:”

    “Mengapa kamu tidak menggunakan hak sebagai dosen ITB untuk memasukkan anak kamu ?”

    “Saya mencoba untuk mengikuti aturan dan prosedur normal dulu untuk anak saya, dan akhirnya saya merasakan bagaimana kecewanya perasaan orang tua yang anaknya tidak lulus masuk di sebuah universitas.”

    Kami semua tetap menyimak penjelasan pak gatot. Setelah menikmati seteguk hot chocolate, beliau kemudian melanjutkan.

    “Anda tahu, setiap tahun kita menamatkan 2,2 Juta orang lulusan SLTA. 90 ribu masuk ke ITB, ITS dan Perguruan tinggi negeri lainnya melalui jalur SPMB. 500 ribu masuk ke Universitas swasta. 200-400 ribu lainnya terserap di dunia kerja. Sisanya, yang 1,2 juta orang masuk ke dalam sistem tanpa bekal apa-apa.”

    “Mereka mau bekerja tidak punya keterampilan yang memadai. Mau kuliah, biaya kuliah sangat tinggi.”

    Kami langsung tersadar, bahwa setiap tahun, hal inilah yang terjadi tanpa disadari. Dan itu terus terjadi berulang-ulang.

    “Oleh sebab itu, sejak kejadian itulah saya semakin mantap, bahwa sebelum pensiun, saya harus menyekolahkan 1 juta orang, baik secara beasiswa ataupun dengan biaya yang murah.”

    Nah…apa rencana anda sebelum pensiun ?

    29 responses to “Cita-cita sebelum pensiun”

    1. Frans Thamura says:

      Gue lg setup sekolah gratis, tetapi gue gak tahu nih proses biar bisa ngeluarkan ijasah ini.

      Dg program JENI dan jtechnopreneur, gue bisa jamin dg 1 tahun ditempat gue, gaji dah cukup bayar kampus yang mahal.

      tetapi proses birokrasi diknas yang gue masih blank bro.

      izin sampai kehakiman, kepolisian (sedang), dan PLS (nunggu kepolisian), sudah buat gue gemeteran.

      bisa bantu?

    2. danker says:

      salut to pa gatot, sejak pertama x bertemu dengan beliau pd tahun 2002 (masih kelas 2 SMK) di DIKMENJUR, klo meliat beliau bekerja dengan rekan2nya di DIKMENJUR. saya sudah kagum dengan beliau, sepertinya keinginan untuk memajukan anak bangsa itu obsesi beliau juga . Itu menurut penilaian saya :D, itu menurut saya. sepertinya sebelum pensiun kayaknya Bapak Gatot Cocok Juga Menjadi Menteri Pendidikan…. πŸ˜€

    3. petak says:

      Kalo semua manusia Indonesia punya target seperti pak gatot,
      ga ada posting seperti ini,
      hehehe..

    4. Fadli Eka Yandra says:

      Cita-2 yg sangat mulia dan mesti dicarikan solusinya.

      Pendidikan akan maju kalau tingkat perekonomian masyarakat sdh meningkat / maju.

      Kalau negeri ini susah, gimana mo mikir sekolah, lah wong BBM aja antri, beras antri, dll antri, kembali ke zaman Jepang deh (ceritanya gitu, sy aja blm lahir, ha ha ha).

      Oh ya, anak-2 D3TKJ lagi bingung, soalnya provider lebih mengejar program Reguler yg katanya lebih jelas duitnya, wah kok jadi runyam gini ya pak.

      Sepertinya “Cita-2” mesti didukung Power (kekuatan Politis, dll) biar lancar abisss.

      Apapaun kondisinya, sy dukung Cita-2 Mulia Bpk GHP, semoga Allah memberi kita kemudahan, Amiiin.

    5. praboto says:

      Pak , mungkin tidak ya dibuat sekolah lewat internet dengan memanfaatkan you tube. Jadi dosen tinggal di film memakai handycam, lalu mahasiswa tinggal melihat melalui warnet. Tdak perlu model konvensional. Memang tidak semua jurusan bisa. Tapi kalau itu bisa mengurangi biaya mungkin sekolah gratis bisa dilaksanakan pak…
      Tinggal nyari dosen yang bersedia memberi kuliah gratis. Kemudian dimana ya bisa melegalkan ijazah mereka ? apa melalui sistem universitas terbuka ?

    6. hariadhi says:

      cita-cita saya….

      membuat jutaan orang pintar, sekalipun mereka tidak mampu kuliah.

    7. fatah75 says:

      cita-citaku:
      menciptakan sejuta lapangan pekerjaan untuk para penganggur mulai dari yang tidak tamat SD sampai lulusan S3 πŸ˜€

    8. tamanbunganet says:

      cita cita ku menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang tidak mampu kuliah tapi punya kemauan untuk maju akan saya ajak semuanya bisniss tanaman hias

    9. abiehakim says:

      Yang serius : Pengen punya sekolah 2, yang pertama khusus bagi orang kaya, yang kedua untuk orang yg tidak mampu dimana dananya didapat dari subsidi dari sekolah pertama.
      Yang becanda : Jadi Presiden!

    10. korantarget says:

      setiap cita-cita ada resikonya, tetapi setiap cita-cita jelas ada idealismenya.
      Saluut!!!!
      Pendidikan untuk WN Indonesia dijamin oleh Preambule Konstitusi kita sendiri sebagai tujuan negara, dan kita harus selalu ingat itu!!

    11. sufimuda says:

      Kalau Bapak mau membiayai pendidikan 1 juta orang….
      berikan kesempatan kepada saya untuk berbuat baik juga…
      yang 200ribu orang sisanya biar saya aja yang sekolahkan, mudah2an cita2 kita dikabulkan Tuhan, πŸ™‚
      salam kenal

    12. nenyok says:

      Salam
      Cita-cita saya kalau sudah pensiun, apa ya yang jelas naik haji dulu, oh ya pengen bikin sekolah TK πŸ™‚

    13. coekma says:

      sepakat pak. kalau cita-cita anda MENYEKOLAHKAN 1 juta orang, sedang saya bercita-cita MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA untuk 1 juta orang. mari saling mendoakan.

      salam

    14. Brilian pak Gatot. Saya mohon ijin quote data statistiknya untuk pidato saya di acara wisuda anak-anak tanggal 7 juni nanti

    15. hmcahyo says:

      jadi ingat serial yang saya tulis Gak Kuliah Gak Kiamat πŸ™‚

      sedih-sedih ngeliat indoesia.. masuk PTN saja perlu 100 juta πŸ™

      Orang miskin dilarang pintar πŸ™

      http://hmcahyo.wordpress.com
      http://hmc.web.id

    16. saya ingin meluncurkan program “persaudaraan antar anak bangsa” ini.
      caranya : 10% dari SPP anak sekolah swasta dijadikan biaya SPP utk anak miskin di daerah terpencil. total 10% SPP seluruh anak swasta di kota bisa jadi total SPP tuk seluruh anak di sekolah miskin, bahkan bisa tuk gaji guru dan biaya benerin sekolah. harus disalurkan ke sekolah di daerah agar menjadi daya tarik. kedepannya agar anak jalanan bisa pada pulang kampung dan sekolah gratis di sana.
      kota bersih dari anak jalanan, mereka sekolah di desa, dan bahagia menempuh cita-cita. amiiiinnnn…

    17. Zoe says:

      mau lulus dengan memuaskan hee..

    18. oRiDoβ„’ says:

      niat dan cita2 yang mantap..
      semoga tercapai..

      mmmmm…
      apa yah cita2 saya sebelum pensiun??
      berat juga klo bisa menyekolahkan sampai 1jt orang, lha wong bayangan saya, menyekolahkan anak saya sendiri aja seperti nya akan sulit sekali..
      *terbayang… BBM naek, harga2 naek, biaya sekolah yg udh tinggi pun semakin tinggi… hhhhh*

    19. masbadar says:

      buagus banget pak! salut! kalo bisa 1 milyard orang!! πŸ™‚ πŸ˜€
      siapapun berhak punya cita-cita, dan sebenarnya wajib!! Niat harus setinggi langit, tul gak pak? yg penting setelahniat ada follow up yg serius, perkara berhasil atau gak, itu urusan yg di sono!!

      Ditunggu program beasiswanya lho.. tapi jgn yng kayak gini: http://masbadar.wordpress.com/2008/05/08/beasiswa-djarum/

    20. NOER says:

      semoga cita-cita bapak yang begitu mulia tercapai! amiin…!

    21. aRuL says:

      β€œMengapa kamu tidak menggunakan hak sebagai dosen ITB untuk memasukkan anak kamu ?”

      wah begitu yah terjadi???ternyata seorang dosen bisa memasukkan anaknya di kampusnya?
      wah banyak calon mahasiswa yang kehilangan haknya gara2 meloloskan anak2 mereka untuk kuliah di kampus itu… sangat disayangkan…
      salut buat pak gatot πŸ™‚

    22. imbalo says:

      pak gatot aku belum pensiun dah buat……………. koq…………………. kunjungi aja blog ku……………http://www.imbalo.wordpress.com menurut ku bukan nunggu pengsiun…………..

    23. n3wb13 says:

      Cita-Cita Pak gatot adalah menyekolahkan 1 Juta orang. Sedangkan cita-cita saya sekarang adalah membantu Pak gatot menjalankan program 1 Juta mahasiswa-nya sebelum saya kuliah. πŸ˜€ (simple kan)

    24. eko haryanto says:

      kami mendukung sepenuhnya dgn cita2 pak GHP, memang hal ini perlu kita dukung sama2. sekedar saran dr org pinggiran, gunakan ict2 dsmk yg aktif sebagai provider br dr pd provider yg ada duit mulu maunya mending dserahkan k ict yg dah tentu lillahitaala..

    25. FaNZ says:

      Cita2 q lulus un
      Doa in y

    26. Hasan H says:

      Kalau boleh ditambahhan…, menyokolahkan 1 juta orang untuk lulus test di dunia dan akhirat nanti…,pak…

      Karena sekarang ini banyak cita-cita kita yang sebatas mikiran sebelum masuk “kuburan”, tetapi jarang yang memikirkan bagaimana nasib setelah masuk “kuburan”..

      dan ini terbukti ketika UN dilaksanakan..,

    27. aRuL says:

      ini pak gatot yg di PKLN itu yah pak? πŸ˜€

    28. Silmi khan says:

      Mohon maaf sebelumnya… Pak Gatot Cita-citanya baik, Tujuannya juga baik tapi kok sayang pelaksanaan dilapangan tidak semulus yang dicita-citakan contohnya PJJ D3-TKJ.
      Belum lagi itu yg dibikin nyekolahkan uang siapa??? yang namanya nyekolahkan itu uangnya sendiri bukan uang negara. πŸ™‚ Kalo uang negara itu bukan nyekolahkan… cuma pura-pura nyekolahkan… meskipun kayak gitu aq berharap banget…soalnya ini juga lagi nikmati program-programnya beliau πŸ˜› segera cairkan cita2nya….GOOD LUCK!!

    29. Arison H sinaga says:

      Sekarang tidak mesti sekolah tinggi cukup jdi manusia yg berkarya ..
      .jaman udah canggih ngapain lama lama kuliah…..karuan suruh tanam pohon….ternak lele…tanam padi yg banyak…kemas air yg bagus….bangun jalan yg rusak…..pasti bisa sukses …susi air aja tamat smp bisa punya pesawat bagaimana dgn sarjana kolor aja nda keganti minta orang tua bahkan …kerjanya tidur lagi tidur lagi…..salah motivasi dari awal….soalnya cita cita cuman 3…….dokter..polisi…insinur…..negara sejuta harta tapi seupil karyaa…..semoga jdi sarjana yg bukan pencipta skripsi tapi pencipta metode baru dalam hidup……sukses jdi manusia pemalas …..tidurlah bsngsaku…..

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *