Random Post: Pembahasan BLU Kemdikbud
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Jardiknas dan Ruang Data Center

    Pagi yang cerah di hari ini, rupanya tidak berimbas pada sebuah gedung yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, khususnya pada ruang rapat 702 Gedung C Lantai 7.

    Sudah beberapa bulan sejak tulisan saya mengenai Pemindahan Jardiknas apakah anugerah atau musibah, serta beberapa kejadian “lucu” pada saat persiapannya, rupanya hari ini mencapai puncaknya…

    Sebenarnya, sejak 2 bulan terakhir, komunikasi dan diskusi intensif telah dilaksanakan. Berbagai kegiatan yang sifatnya “joint operational” juga telah dilaksanakan agar pemindahan ini dapat berlangsung dengan baik. Karena semua demi anak bangsa juga.

    Namun, seakan mendengar petir yang bersahutan, saya memperoleh informasi “miring” sewaktu dilaksanakan rapat pembahasan persiapan pemindahan yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 28 Maret 2008. Kebetulan saya tidak hadir pada saat itu, jadi tidak dapat menulis apa-apa. Apalagi belum dapat notulen rapatnya jadi tidak bisa dikonfirmasi.

    Hari ini, Senin, 31 Maret 2008, pukul 10.30 WIB, di ruang rapat 702, Gedung C, Lt. 7 Biro PKLN Setjen Depdiknas, saya memperoleh penjelasan detail dan langsung ikut serta dalam kegiatan jadi bisa langsung menuliskan kondisi nyata yang terjadi saat itu.

    Berita “miring” yang terdengar oleh saya adalah, sewaktu rapat para “petinggi”, salah satu permintaan dari Kepala PUSTEKKOM adalah membatasi akses ke ruang data center dan mengunci serta menyerahkan kunci ruangan tersebut kepada Pustekkom. Sehingga hanya orang-orang Pustekkom saja yang dapat memiliki akses kesana.

    Kebetulan seluruh tim inti tidak mengikuti rapat, karena kami sedang melaksanakan kegiatan lain di luar kota.

    Namun berbeda pada hari ini. Seluruh tim inti Biro PKLN hadir dan mengikuti langsung rapat lanjutan dari kegiatan Jumat tersebut.

    Diskusi sudah dimulai dengan cukup “hangat”, yang disebabkan beberapa permintaan “aneh” yang menganggap pelaksanaan rapat ini adalah sebuah investigasi terhadap aset-aset Jardiknas. Padahal sejak awal, seluruh dokumen telah diserahkan dan pengecekan fisik terhadap perangkat secara langsung juga telah dilakukan.

    Puncak permasalahan terjadi sewaktu membahas mengenai “penguncian” ruangan tersebut, yang rupanya benar-benar diminta pada rapat sebelumnya.

    Permintaan dari tim Pustekkom adalah:

    1. Perangkat Jardiknas yang sudah ada harus dipindahkan ke kantor Pustekkom yang terletak di Ciputat
    2. Karena ruangan NOC di Pustekkom belum jadi, maka sementara tetap disimpan pada ruang Data Center di Biro PKLN, selama maksimal 1 (satu) bulan.
    3. Ruang Data Center yang berada pada Gedung C Lantai 7 Biro PKLN harus dikunci dari luar untuk menjaga keamanan perangkat Jardiknas.
    4. Kunci harus dipegang oleh tim pustekkom saja
    5. Apabila tim PKLN hendak memasuki ruangan, harus meminta ijin dan persetujuan dari tim Pustekkom
    6. Untuk mempermudah pelaksanaan, akan disiapkan 2 orang per-hari dari Pustekkom sebagai petugas piket, diluar hari sabtu dan minggu.

    Mendengar permintaan dan syarat-syarat tadi, hanya ada satu kata dalam pikiran saya…yaitu GILA

    Ini orang-orang mau kerjasama memajukan bangsa atau mau MERUSAK ?
    Apa dasar saya mengatakan hal tersebut ?

    1. Ruang Data Center tersebut tidak hanya berisi server-server Jardiknas, tetapi juga berisi server Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sampai sekarang masing ditangani oleh Biro PKLN
    2. Akses ke ruangan sudah diatur dengan menggunakan sistem sidik jari yang memudahkan di dalam pengelolaan
    3. Setiap server di dalam ruang data center, telah dibagi-bagi ke dalam rak server sesuai peruntukannya
    4. Kegiatan di dalam sistem Jardiknas berlangsung 24 jam, termasuk sabtu-minggu

    Nah, dari dasar diatas maka muncul berbagai pertanyaan

    1. Apa hak Pustekkom mengunci ruangan yang jelas-jelas milik Biro PKLN ?
    2. Kalau dikunci, bagaimana dengan kewajiban kami untuk menjaga server Dapodik dan aplikasi diluar Jardiknas apabila terjadi permasalahan yang mengharuskan akses fisik ke server ?
    3. Kalau mereka menyediakan tim untuk menjaga ruangan, tapi tidak menyiapkan pada hari Sabtu dan Minggu, bagaimana apabila terjadi permasalahan pada hari tersebut ? Lha sehari-hari saja tim mereka munculnya siang kok…

    Kejadian ini dapat dianalogikan, seseorang tamu menitip lemari di dalam kamar anda. Di dalam kamar itu juga ada lemari pakaian anda. Kemudian tamu tersebut meminta kunci kamar dan mengharuskan tuan rumah meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar apabila hendak memakai pakaiannya sendiri…

    Akhirnya, setelah berdebat dengan cukup “panas”, disepakati usulan dari PKLN, bahwa akses ruangan diberikan bersama, namun akses ke masing-masing rak server dipegang sendiri-sendiri.

    Melihat kejadian ini…maka sudah semakin yakin bahwa pemindahan Jardiknas ini akan menjadi “Musibah” dan sudah hilang kepercayaan saya terhadap tim Pustekkom.

    Selamat menikmati “pengelolaan” Jardiknas, kami akan mundur total dari mengurus Jejaring ini, karena perintah pimpinan mengharuskan demikian.

    Biarlah masyarakat yang akan menilai ke depan, siapa yang berkarya…

    67 responses to “Jardiknas dan Ruang Data Center”

    1. indomie dan telor says:

      Solusinya 1 OM ….. PUSTEKKOM suruh beli RANTAI kapal yang panjang+GEMBOK yg gede2….trus rak2 server kunciin dah pake tuh RANTAI kapal + GEMBOK, khan udah di LABELIN sama tulisan “JARDIKNAS”, atau masih kurang aja …. weehhheheh…… dari pada nyuruh JURU KUNCI, cuma untuk jagain tuh rak sama isinya ga kemana2…. (nah loh pustekkom punya tukang kunci juga toh).

      Br ngeh saya hari ini, ternyata orang-orang pustekkom ngalor-ngudil di C7 itu cuma ngamatin rak server toh, CUMAN NGAWASIN doank… gitu…..yak ampyunnn……, jangan2 ntar yang si juru kunci cuma bengong ajah di situ ga ngapa2en…..! Tanya om, yg jaga orang yang mau NGELOLA jardiknas atau SATPAM dari pustekkom whehehheh, kao satpam mah…suruh HERMAN ajah ke atas …. 😀

      Hari ini udah tanggal 1 ….. berharap bsk “april mop” beneran…… 😀

      aduh….. di luar huyjan….beycek….mana ga ada oyyyjek….banyak secckyuurityy… :)) (gaya CL)

      udah ah om…. tidur aja …. bsk pagi bangun sarapan di sebelah om….. 😀

    2. om_parcom says:

      Yg terzohor Pustekkom…
      Itu pustekkom….TUPOKSI-nya mengambil ruangan orang juga’ yah….PUSTEKKOM memang anak Sun..l, tau kenapa ?, Kan kebiasaannya mencuri atau merampok karya dan kerjaannya orang lain, kerjaannya itu dan memang sudah tupoksinya jadi memang pekerjaan utamanya menghalalkan segala cara untuk merampas dan kudeta termasuk tempat orang. Dasar Pustekkom YAHUDI. ..!!, Begitu macet Jardiknasnya…., Siap-siap didemo yah…pasti kenyang demo deh. Kepada LG and the gank yang tersohor..?, Telasota’ Sepanjang Masa…..Semoga Dikau dilaknak oleh Yang maha kuasa….dasar Pejabat Keparat bin Yahudi….Nyesel deh gue’ pilih Pemerintah Jaman SBY kalau gini caranya….Tidak Akan 2x, semoga suatu saat nanti rung tidurmu di ambil orang juga atau barengan tidur sama kamu….alasannya mudah saja…”TUPOKSI” (Tukang Rampok Hak Asasi rakyat Indonesia) by PUSTEKKOM (Pusat Antek-Antek Komunis).

    3. ahmadsobandi says:

      waaaaaaa 😀
      ini teh ceritanya berebut peran, berebut kerjaan, atau nyerobot popularitas?
      ?????????????????
      benar-benar ruang binasa! (???????)
      Udah deh Kang Khalid, paing lama juga mereka (PUSTEKKOM) bertahan dua tahun. udah itu paling lama banget! aku banyak mengamati kerjaan-kerjaan mereka, semuanya berakhir kurang dari dua tahun, percaya deh. mungkin Kang Khalid perlu membuka “lembaran sejarah” kerjaan-kerjaan mereka.

    4. gincu says:

      tunggu aja sampai tender 1 triliun pengadaan computer kelar, jardiknas dibalikin lagi.. sebab dah gak ada duitnya

    5. Indra says:

      Ini yang saya takutkan ketika hendak melakukan pemusatan data center. Ketika ego masing masing (departmen atau individu) masih tinggi, yang ada adalah rebutan kunci.
      Bagus kalau yang direbutkan adalah tugas dan pekerjaan tapi kalau yang diharapkan hanya proyek dan nama harum/kinclong demi career path.
      Selamat bekerja untuk rekan rekan di jardiknas.

    6. kang semar says:

      oh… halah……….. capek deh…..

      Pak-pak yang terhormat yang ada di pustekom, yang pinter-pinter, yang berwawasan luas, yang memikirkan kemajuan Pendidikan di Negara Republik Indonesia…..

      Kok begitu sih……. kami ini masyarakat bawah yang peduli dengan kemajuan pendidikan dan tekhnologi informasi di Indonesia sudah merasa sangat bersyukur dengan adanya jardiknas. Pemberdayaan IT di dunia pendidikan di tingkat bawah sudah mulai berjalan dengan pelan tapi penuh dengan kepastian. Banyak sekolah yang yang ingin terkoneksi dengan internet tapi mengingat biaya yang mahal tidak bisa terkoneksi. Tetapi dengan adanya JARDIKNAS di bawah Komando Bapak Kholid Mustafa yang terhormat, keinginan koneksi internet dapat didapat, walaupun belum semua. Tetapi dengan program kerja yang jelas dari Bapak Khalid Mustafa dan TIM-nya, kami kalangan bawah optimis rencana kerja dari Biro PKLN akan terwujud.

      Tapi mendengar hal itu.. oh… hati ini menangis… NELONGSO………
      Bapak Khalid Mustafa dan TIM-nya sudah “ADUS KRINGET”, sudah bekerja keras membangun dan mengembangkan JARDIKNAS dengan harapan terwujudnya kemajuan pendidikan dan tekhnologi informasi di Indonesia, tapi ….. OOOO alah…. ramane …….

      priben ki…. Apakah “JARDIKNAS” akan “TAMAT”. (mudah-mudahan tidak)…..

      Bapak Kholid Mustafa yang terhormat kita Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman . Alloh SWT tahu setiap makhluk ciptaannya .. sampai ke dalam maksud dan tujuan serta niat yang ada di di dalam hati manusia. Jika kita IKHLAS kita pasti akan mendapat balasan yang besar dari Alloh SWT, tapi jika kita tidak ikhlas, ingat siksa Alloh teramat pedih… ( eh.. sok jadi kyai, gak papa lah).

      Jika Tim pustekom “IKHLAS” tidak ada tendensi apa-apa, tidak ada tujuan lain selain “MEMAJUKAN PENDIDIKAN DAN TEKHNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA” merekapun akan mendapat balasan yang setimpal dari Alloh SWT. Gitu kan Pak Khalid……. dan kita pun sama-sama siap membantu..

      Tapi kalo PUSTEKOM awalnya sudah menunjukan “KESERAKAHAN”seperti itu…. . oh.. Ya Alloh berilah kekuatan.. kepada kami bangsa Indonesia…….. mudah-mudahan “UANG RAKYAT” yang digunakan untuk pembangunan JARDIKNAS yang sudah terealisasi tidak akan “MUBAH/MUBADZIR” dan yang belum, mudah-mudahan dapat dibelanjakan sesuai dengan posnya masing-masing sehingga benar-benar kembali ke Rakyat Indonesia.

      Amien…. yaaa robbal ‘alamiin….

    7. epi haryanto says:

      kalau jardiknas akan hancur, biarlah hancur (semoga tidak demikian), tapi dapodik jangan. mari kita galang kebersamaan untuk menjaga dapodik tetap tegak. kita cari solusi koneksi lain selain jardiknas, misalnya menggunakan speedy. salam…

    8. upika says:

      yuk yuk bikin lagi yang baru, kita liat, apa direbut juga? hihihihi biar aja mereka jadi kebanyakan kerjaan

    9. Putra says:

      Jangan berfikir jelek dulu tentang pustekkom. Mungkin saja pustekkom bertindak seperti itu di kawatirkan terjadi sesuatu dengan server jardiknas yang mana pihak BPKLN BISA BERBUAT SEMAUNYA terhadap server diruangannya maka dari itu perlu 2 pihak yang harus mengawasinya. Mari kita berpikir yang RASIONAL dan masuk di akal demi bangsa jangan punya pemikiran yang lain. Sebenarnya DAPODIK pun bukan wewenang BPKLN pasti suatu saat akan ditarik yang berhak bertanggung jawab sesuai TUPOKSI dan PERMEN DIKNAS. Justru saudara Khalid dan teman – teman Data Center BPKLN harus berfikir lagi nasibnya. OK

    10. kalau seperti itu pak, secara otomatis kami juga tidak punya hak lagi dong untuk mengurusi jardiknas di daerah karena kami merupakan pendamping yang di sk-kan oleh PKLN, Dan itu membuat kami lebih senang dong pak hehehehe selamat bertugas pustekom dengan segala kesombongan dan keangkuhanmu

    11. Toha says:

      turut berduka cita saja… 🙁

    12. ukaclp says:

      Jangan pernah sesaLi apa yang sudah terjadi. aLLah pasti akan berikan yang terbaik untuk umatnya, karena aLLah maha pengasih lagi maha penyayang.
      Kita Lihat saja apa yang akan terjadi esok hari.

    13. cumos says:

      kenapa yang nama nya program pemerintah selalu berjalan dengan pertempuran di balik layar ………………….
      ZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…………………………….
      kapan majunya anak bangsa ……………..bah………
      kenapasih tidak saling mendukung satu sama lain ……………
      kalo bisa saling mendukungnya tuh dengan ikhlas…………….jangan memikir harus mendapatkan balas jasa yang tiada beda antar kedua pihak……….

      kalo bekerjasama dengan ikhlas kan bisa membuat kehidupan yang lebih baik.

      pesan bagi bapak bapak pengurus jardiknas baik yang lama maupun yang baru

      tolonglah bekerja sama karena jardiknas adalah masadepan yang mungkin bisa membuat negara kita bisa maju, lebih terdepan dari negara lain.karena ini adalah aset bagi anak bangsa

      masa bapak bapak sekalian tega melihat keturunan dari bangsa indonesia terpuruk diantara manusia lain di belahan negara lain di dunia ini hanya gara gara perdebatan yang menurut saya tiada guna (di sisi ilmu)

      apasih salahnya kalo saling memberi pengertian, membagi ilmu, berbagi tempat, dan berbagi hati diantara sesama. demi masa depan bangsa dan negara sendiri

      ingat pak orang yang saling berbagi akan mendapatkan anugrah yang tak terbatas yang di limpahkan tuhan kepada hambanya

      semoga jardiknas bisa maju dengan sukses untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

    14. cumos says:

      betapa sedih dan menderita bibit bibit bangsa jika dia mengerti permasalahan ini

    15. cumos says:

      orang yang mempunyai ilmu tinggi pasti lebih mengunakan akal sehatnya untuk berfikir lebih mengutamakan kepentingan publik dari pada kepentingan kelompok dan diri sendiri

    16. Eko says:

      Seleksi alam akan mebuktikan hwo’s the winner, kita lihat aja apakah pustekkom akan mampu melawan suara arus bawah sebagai ujung tombak Jardiknas di daerah dan kabupaten/kota se indonesia. yang pasti kami dari arus bawah TIDAK akan respek kepada Pustekkom setelah membaca dengan seksama keterangan Bapak terhadap “Arogansi” pustekkom atas pengelolaan secara menyeluruh Jardiknas kita yang tercinta ini. Keep Fighting pak, kami selalu ada bersama anda dan kawan-kawan PKLN..

    17. Memang kalo menyangkut soal pemerintahan itu pasti ada perebutan..keapa ya ..Orang indonesia ini tidak ada rasa kesadaran dan persatuan……baru selangkah Program JARDIKNAS ini, Ko udah 100 langkah Untuk mengarah kehancuran..Kok bisaya…Padahalkan Keterbukaan itukan lebih bagus daripada yang diam2…. memang Belanda Itu Udah Mati di negri Kita,Namun Setanya masi Bergentayangan Di Negri kita…Majuterus DUNIA PENDIDIKAN…..mari Mengabdi Pada Negara Demi Terwujudnya Pendidikan yang handal Di Negerikita,Biarkanlah…Setan belanda yang selaluh membuat onar..Asalkan Pendidikan Kita jangan Dimakan lagi…Demi kepentingan Kelompok….SALAM JARDIKANS MAJU TERUS SUKSES SELALU………

    18. anabad says:

      Do you know … itu perangkat belinya pake duit gw, emak gw, temen gw, musuh gw, partner gw, yang rajin bayar pajak. sekarang cuaman jadi sampah hasil tukar guling dengan keringat dan kekayaan alam Indonesia.

      Pernah gak sih ada yang mikir. kalo selama ini kita ekspor suber daya alam (kayu, ikan, CPO, dll) dan duitnya dipake impor teknologi yang nantinya bakal jadi besi tua, dan kita akhirnya hanya bisa gigit besi berkarat.

      btw. gw masih makan nasi. tapi sayangnya sawah moyang gw udah jadi WTC …

    19. Andik says:

      Memang perlu kedewasaan untuk menyikapi ini, dan pandangan yang obyektif. Dari tulisan Pak Khalid, seakan-akan PUSTEKOM itu seperti departemen kolot, egois dan mandul, pa bila ini benar, kayaknya Pemerintah bersama DRP harus melihat lagi kesesuaian orang-oang yang di tempatkan di PUSTEKOM dengan TUPOKSI yang ada. Kalau memang tidak sepadan, ya rekrut orang baru lah!!! Banyak anak bangsa yang siap menggantikan, yang idealis dan punya keinginan maju bukan, politis dan mata duitan.

      Kedepan, JARDIKNAS harus tetap eksis, apapun alasannya, JARDIKNAS adalah kemajuan penting dunia IT di Indonesia, kalau ini buyar hanya karena kepentingan sekelompok orang, IT Indonesia mau di bawa ke mana? kurang cukupkah kita di cap oleh didunia sebagai negara dengan pembajakn software terbesar? tidak malukah kita dengan negara ASEAN lain? padahal Bapak kita sudah mewakili di SEAMOLEC

    20. Herman says:

      PUSTEKOM itu anak mana sih? di makassar ada g?kalau ada ICT makassar anti PUSTEKOM.suruh aja kelaut semua itu anak pustekom…..

    21. Jaya says:

      Sesuai dengan kebijakan dari Departemen Pendidikan Nasional, bahwa mulai tahun 2008 program Jardiknas ini akan dikelola oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom). Berkenaan dengan hal tersebut, kami informasikan bahwa mulai tanggal 1 April 2008 secara resmi Jardiknas akan dikelola oleh Pustekkom. Dengan demikian maka pengelolaan Jardiknas yang meliputi: pengembangan, perbaikan, operasional, perawatan dan dukungan teknis akan dilaksanakan oleh Tim Jardiknas yang baru dari Pustekkom ( Ya Allah, tunjukanlah jalan yang Engkau ridhoi kepada para pemimpin kami dan jauhkanlah mereka dari jalan yang sesat, sucikanlah hati mereka dari prasangka yang buruk. Semoga kelak jardiknas ke depan dapat lebih baik dari sebelumnya
      Amin )

    22. Diana says:

      Teruslah berkarya pak… masih banyak orang yang membutuhkan jiwa-jiwa pembangun… semoga mrk bnr2 ingin memajukan jardiknas…karna sebagai mahasiswa, saya juga ingin maju.. dan berkaca dari pengalaman yang lalu bukanlah suatu hal mudah untuk dapat memegang peran sebagai “manager” dari jardiknas itu dengan lahan kerja yang luas.. mdh2an mereka bsa menjaga, memelihara, bahkan memajukan Jardiknas itu sendiri, demi anak bangsa… selalu berpikir positif itu baik.. namun memang tak ada salahnya untuk memikirkan sisi negativ segala sesuatu…
      Jayalah Jardiknas… kau selalu dihati dan dinanti….:)

    23. indramgl says:

      Ikut berduka cita.
      http://indramgl.wordpress.com

    24. dadang says:

      sabar ya pak

    25. arimogi says:

      memang sedih, hiks… saya nangis dulu… memang kalo makan sesuatu tapi gak ikut masak, masakannya cuma terasa nikmat pada saat dimakan aja, tapi kalo sudah masuk perut, ya rasanya sama saja… nah loh… hubungan ama jardiknas apa negh, hehehe… saya dulu pernah buka pintu data center lho… pernah pipis di toiletnya disana, dan pernah liat orang maen game disana, hehehehe… gak tau kalo sekarang… setelah digembok…

      @upika: bener mbak, ayo buat lagi… ntar kita ‘kasih’ kerjaannya ke orang lain, kita kan founder fathers ™… hehehehe….

    26. storm says:

      Gak ngerti harus komentar apa….

    27. julfan says:

      Kami mendukung Jardiknas

    28. den Koplak says:

      Mas biasa tuh PUSTEKOM iri dengan kinerja JARDIKNAS yang udah keliatan hasilnya, mungkin maunya sih PUSTEKOM numpang keren tuh… menyebalkan!!! Terus maju JARDIKNAS, lawan penindasan!!!

    29. arjoe` says:

      Apa karena ada perubahan pemimpin trs jd ada perombakan semau yah?

    30. Ya biasa lah.

      Intensitas kepentingan itu sebanding dengan jumlah kepala dan jumlah projek.

      Ini menunjukkan bahwa nilai projek di sini ruar biasa tinggi, sehingga ada pihak lain yang menginginkannya. Tentu saja pihak lain juga tidak asal menyerobot. Pasti ada akumulasi persoalan yang selama ini dipendam oleh kedua belah pihak. Sementara itu aksi ini hanyalah merupakan letupan dari akumulasi kecil-kecil yang dahulunya tidak (sempat) tersalurkan sebagaimana mestinya.

      Saya sebagai pihak luar merasakan kok seperti itu ya pengelolaan sesuatu yang penting di negeri ini. Jangan-jangan ada kasus serupa seperti ini yang jumlahnya banyak sekali hanya saja orang malu untuk mengangkatnya. Sementara itu, kasus yang terangkat ini memang diangkat oleh orang yang tidak malu mengangkatnya sehingga terangkat ke publik. Yang rugi siapa? Semuanya rugi.

      Kenapa rugi? Ya jelas rugi donk. Ini kan sebenarnya masalah internal. Kok dipublikasikan ke publik sampai anak kecil aja jadi tahu.

      Memang kita semua ini generasi gombal!

    31. sultanhabnoer says:

      capek deh….

    32. Mbah Kakung says:

      Pak Khalid dkk. mohon tetap aktif di milis ya…., kita pantau bersama tim jardiknasnya Pustekkom, ntar kalo mereka hanya merusak kita gebuk beramai-ramai….

    33. hyorinmaru says:

      Ah, tanyaken….apa 😡

    34. ILYAS AFSOH says:

      Saya,
      Pria sederhana ini
      Ingin mengutip ungkapan bahwa :
      DALAM HIDUP INI TIDAK ADA YANG FINAL
      SEMUA MASIH MUNGKIN BERUBAH

      UNTUK BAIK KITA TIDAK USAH MENJELEK-JELEKKAN ORANG LAIN

      Memang,
      APABILA KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH INGIN MEMAJUKAN NEGERI INDONESIA TERCINTA INI

      KITA SERING HARUS MENGHELA NAFAS PANJANG DAN MENGELUS DADA
      KARENA AKAN SELALU SAJA ADA
      PIHAK-PIHAK YANG TAK RELA BANGSANYA MAJU
      DAN BERPRESTASI

      SALAM PRIHATIN

      TETAPI,
      BUKANKAH MASIH BANYAK CARA
      UNTUK MEMAJUKAN BANGASA INI

      SALAM KEMUNGKINAN

      HORMAT SAYA

      ILYAS AFSOH
      MARKETER LBB BCC SURABAYA / 031 75 22 189

    35. kok bisa begitu ya? tanya kenapa?

    36. GWnya says:

      walah..berebut lahan kah ini?…..sorry klo salah….

    37. omparcom says:

      Kunci Ruangan IDC..?
      Kalau aku ta’ kasi semua kunci…..mulai dari kunci nomor satu sampai kunci inggris…. Dasar Tupoksi Ngawurrrr…..

    38. hacker amatiran says:

      Wah lumayan neh, ganti pengelola ganti admin dong hehehehe. Bisa nyoba2 lagi ah ngehack server2 di jardiknas yang belum pernah berhasil aku tembus sebelumnya he he he …. 😀

    39. Iyah says:

      Semoga Kuburan Orang2 yg Kerja di PUSTEKKOM tidak diambil

    40. Santri Jaya says:

      Kahlid JANGAN2 DAPODIK AKAN DI KUDETA OLEH BALITBANK…… BIASA IKUT JEJAK PUSTEKKOM. POKOKNYA SEMUA YG BAGUS2 DI KUDETA SEMUA………. DASAR OTAK UDANG

    41. Aku says:

      Ya begitu deh kelihatannya…dapodik diambil Balitbang coz bertahun2 mendata data pendidikan gak pernah sampe 90 % kan…..Dapodik udah 90%, kan asik thoh…gak usah kerja tinggal sikat aja…pake dalil tupoksi lagi ke DPR….trus pustkamamaya juga ntar disikat sama perpus depdiknas….sikat semua om…kan semuanya untuk anak bangsa….fiuuuhhh….Semoga Allah menunjuki jalan yang benar utk bangsa ini….Amin

    42. olan says:

      awas lu pimpinan pustekkom n antek2nya, kalo jardiknas gak jalan bagus kayak di BPLKN, dari Bima ntb gue samperin lu ke jakarta n gua culik satu2, jangan bangga dengan mencaplok hasil karya orang lain. Dasar idiottttt

    43. pengamat says:

      saya sebagai pengamat mungkin hanya melihat secara objectif. Kalo menurut saya instansi pemerintah harus bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. apa yg terjadi di Biro PKLN itu mungkin dampak dari perbaikan manajemen instansi pemerintah.
      Mungkin dilihat positifnya aja, selain sbg koreksi untuk Biro PKLN untuk berkarya sesuai dengan tusinya tapi juga menyatukan kembali fungsi dari semua instansi diknas.
      saya rasa temen2 di Biro PKLN akan sangat bangga jika karyanya bisa membantu banyak teman dan digunakan sebagai mana mestinya. Kl masalh data dapodik saya rasa memang seharusnya ada di balitbang or PSP. Gimana kalo temen2 PKLN lebih fokus untuk program sesuai tusi PKLN???tentu saja yg lebih spektakuler, ya ga????

    44. saifuladi says:

      Gelo bgt tuh pustekkom ya… Jgn gitu dong…

    45. Ferdi says:

      Harapan saya:
      Bagi anda Tim Jardiknas “Tereliminasi” bila memang anda mengatas namakan kemajuan pendidikan Indonesia, dengan pemindahan ini anda harusnya mendukung Tim Jardiknas “Terpilih” dengan begitu Jardiknas akan lebih maju dan nama-nama anda akan dikenal sebagai pencetus Jardiknas.

      Bagi anda Tim Jardiknas “Terpilih” kurangilah sikap arogan anda karena Jardiknas ada dicetus dan dirintis oleh Tim Jardiknas “Tereliminasi”.

      Bagi anda para komentator ngawur jangan “SOK TAU dan SOK GALAK” (kalian hanyalah BANCI KALENG) dateng saja ke PKLN or Pustekkom bilang secara langsung.

      Atau saya melihat dari perkembangan transisi Jardiknas ini jangan-jangan para “MAFIA KORUPSI” yang menjadi terusik atau akan merasa kehilangan lahan “KORUPSI”nya yang akan berimbas kepada kelangsungan hidup Jardiknas.

      Saran saya bagaimana kalau kita libatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia dan External Auditor di bidang IT agar mengaudit dan mengawasi Jardiknas dari awal (masa PKLN) sampai masa depan (Pustekkom) sehingga Jardiknas tidak punah.

      Terima Kasih. (dukung dan beri komentar bila anda setuju dengan saran saya)

    46. reyes says:

      Buat nickname pangamat:

      Anda hanyalah pengamat amatiran karena belum membaca posting-posting om khalid sebelum-sebelumnya. Saya menyimpulkan ada alasan lain yang tidak hanya sekedarr “tupoksi” dibalik pengalihan jardiknas ke pustekom. silahkan baca tulisan2 sebelumnya.

    47. […] Pembubaran Tim Jardiknas Biro PKLN Sesuai dengan hasil kesepakatan mengenai pemindahan pengelolaan Jardiknas, dari Biro PKLN ke Pustekkom maka pada tanggal 1 April […]

    48. kris says:

      musibah terjadi pagi ini,

      ketika saya monitoring netmon jardiknas pagi ini 4 april 2008, kebanyakan akses juniper jawa tengah down semua 🙁
      server2 juga dak bisa diakses.

      belum ada seminggu jardiknas sudah serasa “kembang kempis” seperti mau kehabisan tenaga. tapi banyak kempisnya dari pada kembangnya 🙂

      semoga tim pustekom tidak “cuek” dengan musibah ini, agar tidak mubadzir infrastruktur yg sudah dibangun rekan2 tim jardiknas BPKLN kemarin.

      terimakasih bang khalid atas bantuan di jardiknas selama ini, selamat bertugas di “tupoksi” yang baru 🙂

    49. iwan s says:

      Sebenarnya semua sama-sama berniat baik, baik dari pustekom maupun dari bpkln yaitu untuk mengembangkan Jardiknas. Langkah yg paling bijak dalam melihat permasalahan adalah tidak saling menyalahkan, tidak merasa yang paling benar (berjasa), bersikap khuzdnudzon. Itulah sikap yang lebih menyelamatkan. Apa gak malu kalau posting ini dibaca oleh masyarakat luas, hanya karena isinya sikap2 yang kurang dewasa, tidak bijak dan tiada menyelesaikan masalah dan itu artinya membuka aib kita sendiri. Semoga semua pihak bisa saling bekerja sama dengan niatan yang tulus untuk memajukan negeri ini menjadi lebih baik, tanpa prasangka dan pura-pura. Amin

    50. suhat says:

      Kadang perlu tidak mengikuti filosofi mikul duwur mendam njero. Dengan postingan mas khalid ini setidaknya kita jadi tahu kondisi sebenarnya. Kalopun tulis mas khalid ada kekeliruan harusnya pihak Pustekom juga buat tulisan juga untuk klarifikasi kalo memang tidak benar. Kalo pihak pustekom tidak ada klarifikasi maka sementara ini dapat disimpulkan apa yang disampaikan oleh mas khalid adalah benar adanya.

      Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi berbagai pihak khususnya di lingkungan birokrasi departemen pemerintahan. Bisa jadi kasus2 seperti ini juga terjadi di departemen lain namun off the record.

      Teruskan mas khalid tulisan2 anda membuka mata kami yang selama ini hanya dengar2 gosip saja. Dan saya salut akan keberanian anda menulis dengan apa adanya dan terkesan tidak takut kepada pihak-pihak lain.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.