Random Post: Pelatihan E-Proc Kemdiknas
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Jardiknas dan Ruang Data Center

    Pagi yang cerah di hari ini, rupanya tidak berimbas pada sebuah gedung yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, khususnya pada ruang rapat 702 Gedung C Lantai 7.

    Sudah beberapa bulan sejak tulisan saya mengenai Pemindahan Jardiknas apakah anugerah atau musibah, serta beberapa kejadian “lucu” pada saat persiapannya, rupanya hari ini mencapai puncaknya…

    Sebenarnya, sejak 2 bulan terakhir, komunikasi dan diskusi intensif telah dilaksanakan. Berbagai kegiatan yang sifatnya “joint operational” juga telah dilaksanakan agar pemindahan ini dapat berlangsung dengan baik. Karena semua demi anak bangsa juga.

    Namun, seakan mendengar petir yang bersahutan, saya memperoleh informasi “miring” sewaktu dilaksanakan rapat pembahasan persiapan pemindahan yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 28 Maret 2008. Kebetulan saya tidak hadir pada saat itu, jadi tidak dapat menulis apa-apa. Apalagi belum dapat notulen rapatnya jadi tidak bisa dikonfirmasi.

    Hari ini, Senin, 31 Maret 2008, pukul 10.30 WIB, di ruang rapat 702, Gedung C, Lt. 7 Biro PKLN Setjen Depdiknas, saya memperoleh penjelasan detail dan langsung ikut serta dalam kegiatan jadi bisa langsung menuliskan kondisi nyata yang terjadi saat itu.

    Berita “miring” yang terdengar oleh saya adalah, sewaktu rapat para “petinggi”, salah satu permintaan dari Kepala PUSTEKKOM adalah membatasi akses ke ruang data center dan mengunci serta menyerahkan kunci ruangan tersebut kepada Pustekkom. Sehingga hanya orang-orang Pustekkom saja yang dapat memiliki akses kesana.

    Kebetulan seluruh tim inti tidak mengikuti rapat, karena kami sedang melaksanakan kegiatan lain di luar kota.

    Namun berbeda pada hari ini. Seluruh tim inti Biro PKLN hadir dan mengikuti langsung rapat lanjutan dari kegiatan Jumat tersebut.

    Diskusi sudah dimulai dengan cukup “hangat”, yang disebabkan beberapa permintaan “aneh” yang menganggap pelaksanaan rapat ini adalah sebuah investigasi terhadap aset-aset Jardiknas. Padahal sejak awal, seluruh dokumen telah diserahkan dan pengecekan fisik terhadap perangkat secara langsung juga telah dilakukan.

    Puncak permasalahan terjadi sewaktu membahas mengenai “penguncian” ruangan tersebut, yang rupanya benar-benar diminta pada rapat sebelumnya.

    Permintaan dari tim Pustekkom adalah:

    1. Perangkat Jardiknas yang sudah ada harus dipindahkan ke kantor Pustekkom yang terletak di Ciputat
    2. Karena ruangan NOC di Pustekkom belum jadi, maka sementara tetap disimpan pada ruang Data Center di Biro PKLN, selama maksimal 1 (satu) bulan.
    3. Ruang Data Center yang berada pada Gedung C Lantai 7 Biro PKLN harus dikunci dari luar untuk menjaga keamanan perangkat Jardiknas.
    4. Kunci harus dipegang oleh tim pustekkom saja
    5. Apabila tim PKLN hendak memasuki ruangan, harus meminta ijin dan persetujuan dari tim Pustekkom
    6. Untuk mempermudah pelaksanaan, akan disiapkan 2 orang per-hari dari Pustekkom sebagai petugas piket, diluar hari sabtu dan minggu.

    Mendengar permintaan dan syarat-syarat tadi, hanya ada satu kata dalam pikiran saya…yaitu GILA

    Ini orang-orang mau kerjasama memajukan bangsa atau mau MERUSAK ?
    Apa dasar saya mengatakan hal tersebut ?

    1. Ruang Data Center tersebut tidak hanya berisi server-server Jardiknas, tetapi juga berisi server Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sampai sekarang masing ditangani oleh Biro PKLN
    2. Akses ke ruangan sudah diatur dengan menggunakan sistem sidik jari yang memudahkan di dalam pengelolaan
    3. Setiap server di dalam ruang data center, telah dibagi-bagi ke dalam rak server sesuai peruntukannya
    4. Kegiatan di dalam sistem Jardiknas berlangsung 24 jam, termasuk sabtu-minggu

    Nah, dari dasar diatas maka muncul berbagai pertanyaan

    1. Apa hak Pustekkom mengunci ruangan yang jelas-jelas milik Biro PKLN ?
    2. Kalau dikunci, bagaimana dengan kewajiban kami untuk menjaga server Dapodik dan aplikasi diluar Jardiknas apabila terjadi permasalahan yang mengharuskan akses fisik ke server ?
    3. Kalau mereka menyediakan tim untuk menjaga ruangan, tapi tidak menyiapkan pada hari Sabtu dan Minggu, bagaimana apabila terjadi permasalahan pada hari tersebut ? Lha sehari-hari saja tim mereka munculnya siang kok…

    Kejadian ini dapat dianalogikan, seseorang tamu menitip lemari di dalam kamar anda. Di dalam kamar itu juga ada lemari pakaian anda. Kemudian tamu tersebut meminta kunci kamar dan mengharuskan tuan rumah meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar apabila hendak memakai pakaiannya sendiri…

    Akhirnya, setelah berdebat dengan cukup “panas”, disepakati usulan dari PKLN, bahwa akses ruangan diberikan bersama, namun akses ke masing-masing rak server dipegang sendiri-sendiri.

    Melihat kejadian ini…maka sudah semakin yakin bahwa pemindahan Jardiknas ini akan menjadi “Musibah” dan sudah hilang kepercayaan saya terhadap tim Pustekkom.

    Selamat menikmati “pengelolaan” Jardiknas, kami akan mundur total dari mengurus Jejaring ini, karena perintah pimpinan mengharuskan demikian.

    Biarlah masyarakat yang akan menilai ke depan, siapa yang berkarya…

    67 responses to “Jardiknas dan Ruang Data Center”

    1. kurniawan says:

      Setelah kita menyimak berita terbaru ini, yang mengoncangkan 1 April di Negri Nusantara ini, Negri yang haus membutuhkan pendidikan,
      Bukan suatu mustahil…JARDIKNAS Berkembang, Di seluruh penjuruh wilayah indonesia Mencetuskan program ini. adalah mereka orang-orang yang mendapat Ridho dari Allah SWT dengan ridho itu mereka mencapai tingkat keprofesional mereka dalam Mencetuskan JEJARING PENDIDIKAN NASIONAL……
      Dimanakah Para Pejuang KIta itu….?Yang peduli dengan ANAK Bangsa….?
      Akanka Kepedulian pendidikan Itu Akan Berakhir.Atau Bubar begitu saja…?
      Akankah kepedulian pendidikan itu akan kembali sukses ?
      Kapan berakhir Penindasan pendidikan Di Negri kita..?
      Dimana kepedulian pendidikan Para Petingi-Petinggi Negara kita…?
      Akankah Berakhir JARDIKNAS ini….?
      Salam kenal Pk.Khalid Mustafa Sya Rekan dari mahasiswa D3 TKJ,Bangga dengan tindakan bapak Menulis Sebuah Catatan kecil, yang pada intinya mengupas perjuanggan …..JARDIKNAS…..
      Wahlahuwalam…….

    2. kurniawan says:

      UCAPAN TERIMA KASIH
      Kepada Seluruh PERINTIS,PENCETUS JEJARINFG PENDIDIKAN NASIONAL

      Perlu Kitah ketahui Semua, bahwa para pejuang-pejuang kita yang Ihklas bawasanya.Mereka mampu mencetuskan bibit-bibit anak bangsa, sahut saja D3 TKJ mahasiswa jardiknas yang menjadi ujung tombak dimasa depan,

      Ucapan terima kasih dari kami mahasiswa D3 tkj jardiknas
      kepada para pencetus Program Ini…
      Berbangalah Para pejuang kami, kami akan mengenang perjuanganmu

      Salam Sukseskami Dari Mahasiswa D3 TKJ……Terima kasih Juga Sama Bpk.khalid Mustafa,
      Dengan Kepolosan Bpk.Menulis sebuah catatan kecil.dengan penuh kepolosan dan terbuka apa adanya….

      Pk.Khalid Kalo buat Bpk memang Ini adalah sebuah catatan kecil
      namun isinya adalah …………….Sebuah Catatan Penting…………………….

    3. double charlie says:

      sabar… teman-teman…
      kami tdk akan pernah diam kalau begini kondisinya, Pustekkom kapan bikin ulah macam macam nanti aku embat…sekarang aku masih sabar lihat pustekkom baru mengelola jardiknas kayak ulat bulu ber- jalan

    4. ramlisaid_papua says:

      Terakhir aku menginjakan kaki di PUSTEKKOM saat diklat TVe tahun 2006 ??
      waktu itu cukup bising kami praktek latihan membuat / shooting mini film durasi 15 menit karena ADA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU PUUSTEKKOM di barat gedung lama…..

      Aku membayangkan kemajuan teknolgi yang akan di miliki pustekkom tatkala masu gedung baru yang megah itu…..dan insya Allah akan di ikuti juga dengan perkembangan sikap kerja pegawainya yang mulai kelelahan dengan program kerja pustekkom dengan bayak tour ke seluruh indonesia . Indonesia di bangun tetapi bukan sebagai ONE MEN SHOW ……. Luas wilayah kita mesti di kelola dengan membangun kerjasama dengan semua tenaga yang tersebar dan dengan jiwa tanpa pamrih membangun sistim sehingga tercipta jejaring yang luas……
      Nah pihak pustekkom memang selama ini sudah terbiasa kerja antara 18 jam s/d 24 jam tetapi hanya berurasi untuk lima hari kerja …..sementara JARDIKNAS ini kita bangun selama 24 jam full day, full week and no vacancy ….
      Mereka harus mau mengikuti pola kita JARDIKNAS TEAM WORK dan klo gak sanggup serahkan DEH KEMBALI PENGELOLAAN NYA KE OPERATOR ASLINYA…..

      Semenit JARDIKNAS OFF SELURUH INDONESIA KIAMAT INTERNET …. APALAGI HARI LIBUR DI JADIKAN ALASAN TDK MENGERTI ADA GANGGUAN ……….????
      Waaaah ………………

    5. anto says:

      Pak Khalid, sepertinya beberapa postigan bapak tetang jardiknas dan pustekkom telah menghasilkan komen-komen yang kurang elok dari komunitas blog ini. dan ii tentu kurang baik akibatnya. ya bagi BKLN, PUstekkom, jardiknas dan ama bapak sendiri. Pak khalid sdah berhasil membuat banyak orang ikut sentime terhadap Pustekkom. Padahal tidak semua mereka tahu persis masalahya. Pak Khalid, saat ini anda kan jadi orang yang cukup penting di jardikas(seamolec?). Tlisan-tulisan Bapak banyak yang mbaca. Bapak harus makin bijak dan hati hati ketika membuat tulisan. Jangan ada kesan iri karena kehilagan sesuatu (saya percaya pak khalid tidak begitu). Ada beberapa ugkapan bapak yang memang bisa terbaca iri, tidak rela dan agak emosional. jadi orang penting nggak boleh begitu. Segera sambung silaturahmi dengan orang Pustekkom. saya yakin tak semua orang Pustekkom sejelek seperti yang bapak gambarkan (mudah2an, saya juga belum tahu persis). Siapa tahu suatu saat nanti Bapak memerlukan bantuan dan kerjasama Pustekkom untuk mesukseskan tugas-tugas baru bapak di seamolec. Saya ikut sedih kalo bapak ikut (atau malah penyebab) orang -orang yang berpkir sempit dan sesaat. Jangan tebarkan kebencian diantara kita yang sama -sama ingin pendidikan maju. Sayag kalo orang-orang yang selama ini bersimpati dan “mendukung” bapak lewat komentar2nya di blog ini, lama lama meghilang gara-gara bapak jadi tukang kompor. Ini saran, tulus. Salam hormat. Anto

    6. hehehe, makasih telah diingatkan mas anto.

      Blog ini bagi saya adah tumpahan rasa dan pikiran. Ini ibarat sebuah buku diary yang berisi semua isi pikiran saya. Jadi memang setiap tulisan akan sangat menggambarkan kondisi emosi dan perasaan saya saat itu.

      Seperti yang sudah saya sampaikan di berbagai milis, dan seperti yang teman-teman yg sudah kenal saya sejak lama, saya orangnya blak-blakan. Kalau tidak suka, saya akan bilang tidak suka. Kalau jelek, saya akan bilang jelek, apapun akibatnya. Dan semua pasti saya ungkapkan dengan alasan dan penjelasan tertentu.

      Terus terang, saya tidak menyalahkan pustekkom sebagai lembaga. Tujuan Pustekkom itu amat mulia. Juga tim teknis Pustekkom saat ini adalah korban. Yang masalah disana adalah “oknum” yang kebetulan memegang kebijakan luar biasa besar.

      Pada saat rapat yang saya tuliskan disini. Tampak jelas bahwa apa yang diminta itu juga tidak masuk akal bagi seluruh tim Pustekkom yang hadir, tetapi karena alasan “melaksanakan perintah”, jadinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
      Kalau saja…sekali lagi..kalau saja anda semua hadir saat itu, dan merasakan atmosfir rapat…pasti akan merasakan kondisi dibalik tulisan ini.

      Insya Allah saya tidak akan menjadi tukang kompor keburukan. Tapi kalau ada yang salah, dan itu memang terbukti salah, saya akan tetap menuliskan apa adanya.

      Saya menulis blog bukan mencari simpati dan dukungan. Saya tidak butuh itu semua. Yang saya butuhkan cuman Ridha dari Yang Di Atas. Dan sebagai sarana ungkapan hati nurani saya yang paling dalam.

      Masalah sambung silaturrahmi, akan saya jalankan berdasarkan Tupoksi dan pekerjaan. Sekarang harus berhati-hati dalam bertindak, karena sedikit saja salah, dianggap melanggar “tupoksi” 🙂

    7. aan_senayan says:

      Salam..

      Disinilah perlunya wisdom dalam berkiprah pada komunitas publik..
      Saya jadi inget dulu pas saya sering ikut demonstrasi…
      Ibarat Orang berkerumun dalam jumlah besar, jika ada provokatornya..
      Orang bodoh dan tak tahu apa-apa pun bisa langsung maen hantam dan pecahkan jendela, atau bahkan rusak fasilitas umum laiinya..
      Karena mendengar hasutan dan informasi yang sudah didesain sedemikian rupa..
      Jika ada aparat saat itu harusnya si provokatror tersebut langsung bisa diamankan supaya tidak menimbulkan efek yang semakin luas..
      siapa yang akan disalahkan kalau sudah begitu kejadiannya..
      Namun ini lah untungnya dunia maya..
      He..he..
      Undang-undangnya kan belom jelas..
      setiap orang masih bisa bebas berekspresi dalam berbagai hal..
      Sebagai Sebuah catatan kecil..
      Mari kita saling intropeksi diri lah..
      Malu kalau inget ternyata yang berkecimpung dalam blog ini adalah komunitas pendidikan…
      dimana value dan norma itu jadi ukurannya..
      bukan proyek apalagi keuntungan pribadi…

      salam..

    8. Anak Ilang says:

      Mungkin ini adalah permintaan yang kurang bijak menurut saya, akan tetapi sebaiknya tim Pustekom tidak melakukan hal yang demikian…. Akan tetapi mendukung Biro PKLN yang telah membangun Jardinas dengan susah payah, sebaiknya Tim Pustekom men-support Jardiknas dengan kebijakkan dan kekuatan yang Anda punya……

      Jangan hanya karena mentang2 TOPUKSI nya, sehingga menjadi sebuah kekuatan hukum untuk mengambil alih pengelolaan Jardiknas berserta perangkatnya….

      Menurut kacamata saya, Jardiknas adalah sebuah program impian yang mungkin sulit dikembangkan dan diterapkan, akan tetapi dengan adanya koordinasi daya dan upaya tim Jardiknas Biro PKLN yang dimotori Sang Kepala Biro PKLN x-Dir. Dikmenjur. Jardiknas bisa ada dan berdiri walaupun banyak godaan dan rintangan yang menghalagi. Jardiknas susah payah dikembangkan oleh tim Jardknas yang terdiri dari Tim Dikmenjur + Tim Jardiknas PKLN.

      Jardiknas telah dinikamti oleh hampir semua kalangan pendidikan di Indonesia, walaupun masih banyak kalangan pendidikan yang blm menikmatinya…. Tp dengan Jardiknas kalangan pendidikan Indonesia Timur telah melek akan dengan Teknologi Informasi.

      Konten Jardiknas yang menurut saya paling unggul adalah Dapodik “Data Pokok Kependidikan” ini merukan konten Gila, dmn dalam situs ini termuat data siswa se-Indonesia Raya. Suatu konsep yang cemerlang. Semoga Dapodik tetap eksis demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

      Selain itu dalam program Jardiknas ada yang namanya D3 Teknisi Jardiknas, yang diperuntukkan untuk menciptakan tenaga Teknisi Jardiknas yang handal guna menjaga koneksi Jardiknas di 1104 titik di Indonesia…..

      Dengan ini kami ingin memberi suatu gambaran kepada Tim Pustekom, mohon kiranya untuk dapat menjaga kestabilan koneksi Jardiknas untuk selamanya….

      Karena Jardiknas adalah suatu alat untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia, Jardiknas telah Anda “Pustekom” ambil alih pengelolaannya, tolong jaga amanat anak bangsa yang ingin maju……

      Jauh kan dari kepentingan Politik dan pribadi. Saya yakin Seorang Kepala Pustekom juga mempunyai seorang anak atau keluarga yang masih duduk dibangku sekolah……
      Kalo Anda sayang dengan keluarga, jangan biarkan Jardiknas menjadi kepentingan POLITIK/PRIBADI……… Majukan Jardiknas demi kepentingan Pendidikan Indonesia dimasa mendatang

      Semoga aspirasi ini bisa dibaca oleh orang banyak…..

      Salam Jardiknas Perjuangan……………………………….

    9. mikaru says:

      saya mengeluh tentang Pendidikan di indonesia

      Saya Sendiri siswa sma yang terancam tidak naik ke kelas 3
      karena saya kurang mengerti arti dari pendidikan ini

      sebenarnya semakin lama sistem pendidikan ini makin terpuruk
      bukan nya saya meledek ataw apa namun kenyataan nya spt itu

      saya tiba2 di hadapkan dengan sistem yang asing
      dan setiap guru memiliki pendapat yang berbeda2

      ada yang memasukan nilai tugas saja dan ada yang memasukan ulangan saja
      dan ada yang memasukan kedua2nya
      dan yang pasti nilai mid ma semester sudah pasti di masukan

      dan ternyata ada beberapa guru tidak mau memberikan tugas
      karena si anggap tidak sah sedangkan saya tidak begitu bisa pel tersebut
      saya sering meminta tugas harian namun tdak di berikan

      bagaimana kebijakan pemerintah ini
      saya jadi ngeri sendiri dengan sistem pemerintah yang seperti ini

      tolong hal2 di adukan ke mentri pendidikan nasional

      pikirkan kami yang kurang bisa dan harus seperti ini
      kami hanya memiliki modal pas pasan
      kami bukan semuanya orang yang mampu membayar uang sekolah swasta kira2 1/2 jt per bulan
      kami memiliki kelemahan dan kelebihan semua tau hal itu
      di pendidikan saya lemah kimia dan fisika
      saya tidak berkenan bahawa saya ini menjelekan pemerintahan ini
      namun saya sudah tidak mengerti tentang rencana depdiknas yang “PDS”
      “PEMIKIRAN DIRI SENDIRI”
      jgn lah kalian ini menganggap semua nya mampu
      kami kaum yang tak memiliki ilmu seperti kalian “Empu Pendidikan Indonesia”
      yang mampu untuk berpikir cepat
      kalau nilai jelek nilai nanti juga akan di lihat oleh perusahaan yang di lamar kerja
      dan di terima atau tidak itulah keputusan mereka
      SMK dan SMA sama2 namun lebih rumit di SMA sistem pengajaran bisa berubah2 setiap waktu
      bagai mana nasib kami ini

      kalau ada pesan di ym Shinji_hikaru@yahoo.co.id

      tolong jangan di gugat ini adalah suara hati
      bukan untuk menjelekan

    10. waduh……..
      bagaimana ya!!!!!
      PUSTEKOM tuhkan PUSAT TELEKOMUNIKASI
      Lah kok jadi…: Pusat Tentara Komunis Oprasi Militer…… he3x

      Bener-gak3x…
      AQ harap PKLN Merdeka Kembali…………………….!!!!!
      Jangan ada Penjajah Yang hidup di bumi pertiwi kita……..
      tolong contoh Kyai Haji Dewantoro……….. tokoh pendidikan

      Klo Enggak, Bagi HACKER2 Terhomat………..
      ciptakan algoritma kalian untuk merusak server2 yg membatasi pendidikan alias PELIT………………………..

      trims…

    11. Hermansyah says:

      Buat Pak Khalid, kita sudah mengeluarkan uneg2 dlm milis namun menurut saya sia-sia dan yang kami harapkan pada bapak serta para petinggi jardiknas terdahulu yang telah berjuang untuk membangun jaringan ini dari nol besar sehingga menjadi sebuah jaringan yang dapat di nikmati oleh seluruh pelosok nusantara agar bisa membicarakan dengan pihak Pustekom terutama dan pihak pihak lain yang terkait untuk mencarikan jalan keluar terbaik bagi kita semua.
      terima kasih

    12. Yah, ini adalah sebuah dinamika. Kita perlu berfikir positif. Kita perlu instrospeksi. Apa memang benar bahwa kitalah yang paling benar, apa memang benar bahwa kitalah yang paling berhak, apa memang benar bahwa kitalah yang paling berwenang, apa memang benar bahwa kitalah yang paling …
      Jangan jangan dikelola PUSTEKOM justru akan menjadi lebih baik. apalagi sesuai dengan tujuan didirikannya pustekom, salah satunya sebagai pusat pengembang teknilogi pendidikan. Asal kita lepas dengan ikhlas dan bijaksana, apalagi semua adalah dalam rangka upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita coba legawa. Saya rasa P Gatot sebagai penggagas telah legawa. Di benak kita beliaulah (P Gatot) pahlawan jardiknas. Dalam hati kita juga akan tetap tertulis BKLN lah yang pertama menggagas, sekaligus mendirikan jardiknas. Andaikan dalam waktu sebukan, dua bulan, bahkan setahun kok belum berkembang sebagaimana mestinya, kita perlu memberi masukan dan memgantu mereka. Bukan meniggalkan apalagi mencibir. Di tubuh PUSTEKOM sendiri, penuh dengan orang-orang pandai dan pakar dalam bidang pendidikan. Insya Allah Allah tetap membimbing kita asal kita tetap bersatu memajukan dunika pendidikan.

    13. D3TKJ NTB says:

      terus bagaimana nasib teman-teman kita yang lainnya??????
      setelah Wisuda lulusan D3TKJ di lupakan begitu saja oleh Pemerintah terutama Pemda setempat…..
      padahal program pemerintah malah tidak ada kejelasan apa”….

    14. abualatas says:

      perlu ada kilas balik jardiknas sampai awal 2015

    15. UniversityQU says:

      Our College provides the highest level of quality in nursing education to meet the needs of national and international service requirements

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *