Random Post: Pelatihan PBJ Kukar
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Salah Kaprah terhadap SimPATI PeDe (0,5 rupiah / detik)

    Tulisan ini saya buat berdasarkan beberapa komentar yang masuk pada tulisan tentang Perbandingan Tarif XL (0,1 / detik) dan Tarif IM3 (0,01 / detik), dimana pada tulisan tersebut beberapa rekan blogger meminta untuk turut membandingkan dengan SimPATI PeDe yang “katanya” 0,5 rupiah / detik.

    Untuk tulisan ini, saya mengambil data dari website resmi telkomsel di http://www.telkomsel.com, utamanya mengenai program khusus SimPATI PeDe.

    Pada web tersebut, saya menggarisbawahi kalimat: “Selain itu yang terbaru untuk pelanggan simPATI PeDe secara otomatis dapat menikmati Tarif hemat Rp. 0,5 per detik, berlaku untuk panggilan di atas 1 menit (atau mulai detik ke 61 dan seterusnya) dengan tujuan ke seluruh nomor Telkomsel di seluruh Indonesia, sepanjang waktu (tidak ada tarif offpeak.”

    Disini terlihat jelas, bahwa struktur tarif 0,5 Rupiah / Detik hanya berlaku ke SESAMA TELKOMSEL, tidak untuk operator lain.

    Inilah “salah kaprah” yang terjadi. Sehingga banyak yang “merasa” bahwa program SimPATI PeDe juga sejalur dengan program XL 0,1 dan IM3 o,01.

    Nah, kalau begitu, berapa tarif SimPATI PeDe ke operator lain ?

    Mari kita lihat dengan berpedoman pada tabel yang juga ada pada website tersebut.

    Disini terlihat bahwa SimPATI PeDE mengenal 2 jenis panggilan, yaitu Lokal dan Non Lokal. Sayangnya pengertian Lokal dan Non Lokal belum saya temukan pada web sitenya. Jadi saya coba susun saja sesuai dengan skenario pada tulisan sebelumnya.
    1. Pemakaian 90 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 90 = Rp. 2.250,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 90 = Rp. 5.400,-
    2. Pemakaian 120 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 120 = Rp. 3.000,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 120 = Rp. 7.200,-
    3. Pemakaian 180 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 180 = Rp. 4.500,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 180 = Rp. 10.800,-
    4. Pemakaian 240 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 240 = Rp. 6.000,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 240 = Rp. 14.400,-
    5. Pemakaian 270 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 270 = Rp. 6.750,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 270 = Rp. 16.200,-
    6. Pemakaian 360 detikUntuk Lokal, maka biaya yang dikeluarkan adalah 25 x 360 = Rp. 9.000,-
      Untuk Non Lokal, biaya yang dikeluarkan adalah 60 x 360 = Rp. 21.600,-

    Untuk lebih memudahkan dalam memberikan perbandingan, dibawah ini adalah tabel biaya percakapan dari 3 provider, yaitu XL, IM3 dan SimPATI PeDe ke operator lain.

    Nah…sekarang..silakan menyimpulkan sendiri πŸ˜€

    44 responses to “Salah Kaprah terhadap SimPATI PeDe (0,5 rupiah / detik)”

    1. Analisisnya bagus, tu Mas!
      Jika berkenan buatkan analis tarif untuk pemakaian kartu seluler untuk internet.
      Menurut pengamatanku sementara, Starone Indosat adalah paling murah dengan tarif Rp99.000 / 1 GB. Coba Mas buatkan perbandingannya dengan Fren, Hallo, Flexy, juga IM3 dan Matrix yang sama-sama Indosat!

      Tabik!

    2. Faradina says:

      Masih beda jauh dgn im3 dan xl. Tapi kita tunggu aja pemberlakuan regulasi interkoneksi yg baru dari pemerintah. Dengar2 bulan 4 ya?

    3. @zulfaisal, Insya Allah nanti nyari waktunya mas πŸ˜€

      @faradina, iyah…mudah2an nanti tarif bener2 turun tanpa embel2 “syarat dan ketentuan berlaku” πŸ™‚

    4. Sapr0l says:

      qe3……. jadi pengen belajar dari Om Khalid neh…..hiks…..hiks………KOk ada yach…….Ide Posting segala Operator Getoh……

      hueuheueee……… di Otak gw seh ga ada ……..

      Sampe…..sampe …… Blog gw Kosong truzzzz………

      qe3……..:D

    5. Jenova says:

      Kalo saya tetap pegang Fren sama XL untuk komunikasi. Untuk paket data saya pake StarOne.

    6. Salam kenal Pak. Menurut saya, setiap kartu ada keunggulannya masing-masing, tapi untuk lintas antar operator lain, kartu XL memang paling murah jika dibandingkan dengan kartu lainnya. Saya sempat membuat perbandingan tersebut, mungkin bisa dilihat di sini.

    7. han-han says:

      wah tetep mahal ya?, saya pake XL sampai skrg tetep hemat soalnya temen2 jg xl ya murah. internet juga pake XL, Xplor maksudnya

    8. julfan says:

      Simpati Pede masih Pede dengan kemahalannya.

    9. mybenjeng says:

      makasih infonya.
      sekalian tarif internet dari all operator, atau penyedia layanan internet lain, tolong dibahas donk, makasih salam…

    10. rickisaputra says:

      seru juga nih ulasannya..
      dari segi tarif memang bisa diterima mas..
      tapi bagaimana dengan dari sisi koneksi dan fasilitas cakupan jaringan??

      soalnya wakt saya pake xl, sering kali banyak yang komplain karena mereka tidak bisa menghubungi saya.. padahal hp saya tetap on.. begitu pula dengan sms yang sering kali gagal..

      waktu saya coba im3, sinyal terkadang hilang timbul,.. layaknya matahari yang terbit tenggelam…

      dan saat saya coba simpati pe de, kelemahannya yang saya temui adalah sulitnya untuk menelpon ke beberapa nomor di beberapa wilayah.. pada jam-jam tertentu, misal (yang saya alami) pada jam 7 malam sampai jam 9 malam, ke daerah di sumatera dan kalimantan.. biasanya sering kali amat snagat susah tersambung.. untuk panggilan sesama telkomsel…

      saya rasa hal ini patut enjadi bahan pertimbangan, sebelum memutuskan penilaian akan operator tertntu…

      best regards.

    11. westnu says:

      rumit..rumit..rumit

    12. terimakasih sudah melakukan perhitungan dan menghabisakan waktu untuk itu dan maanfaatnya untuk kita semua
      tetap semangat

      thk
      http://www.satyasembiring.co.cc

    13. @mybenjeng, wah…kudu nyari waktuyg lebih luas pak πŸ˜€ Tapi makasih atas “pemberian semangatnya”

      @rickysaputra, betul pak…makanya untuk tulisan ini saya benar-benar membatasi terhadap “tarif” saja, malah saya lebih membatasi dengan “tarif terhadap operator lain.” Kalau masalah kualitas jaringan, itu sudah rumit, karena harus melibatkan kajian terhadap beban masing-masing operator, waktu panggilan, jumlah BTS, jenis dan data BTS, dan lain-lain. Hal itu semua di luar kemampuan saya yang hanya pengguna biasa pak πŸ™‚

      @westnu, nah…mudah2an ini bisa mencerahkan, agar gak rumit lagi sehingga banyak pelanggan yg salah kaprah.

      @satya sembiring, makasih pak πŸ™‚

    14. varendy says:

      emang telkomsel paling mahal dan gatau diri, hmph, padahal saya dah langganan dari tahun 2000 lho. masih aja di dzolimi. hiks

      a comment from varendy.wordpress.com

    15. kalo begini tak jadilah ganti ke simPATI. Tetep setia sama XL bebas untuk komunikasi. Sedang untuk sms lebih ke As, soalnya, temennya banyak pada pake Telkomsel.

      Thanks infonya sangat bijaksana.

    16. dobelden says:

      karena merasa pelanggan paling banyak, telkomsel jd merasa ndak perlu ada tarif khusus antar provider πŸ˜€

    17. nurussadad says:

      makanya pake AS, tarif telepon tetep paling mahal, walau ke sesama operator…
      Sory, nie bukan jelekin, coz aq sendiri make AS

    18. alidabdul says:

      terus kapan ya bisa nelpon tanpa syarat????????????/

    19. zulmasri says:

      O, begitu ya. Kesimpulanne tarif di Indonesia masih mahal dan tdk normal.
      Hi hi kena deh gue

    20. Supri says:

      Yah itulah provider, yang namanya jualan ga mungkin mau rugi dahsat, walaupun di iklankan muarah. iya sih lebih murah dari biasanya, tapi ga murah-murah amat. ya mener juga kata RINGGO, GSM lagi perang tarif :D, tapi ya kalo dipakeknya butuh sih, tuh pulsa mau mahal kaya apa juga tetep aja dipake. ya ga sih….

      ====================================

      Kunjungi Juga : http://www.manipic.com

    21. margoncoy says:

      Sekarang memang lagi gencarnya perang tarif ??? merasa paling hebat.celakanya saling menjelekkan lawan main, bagi konsumen awam kayak saya jadi binggung???pingginnya mengirit malah mengorot-orot kantong.
      mudah2an regulasi interkoneksi segera diberlakukan biar konsumen diuntungkan.

    22. Andri A says:

      yah, jaman sekarang kayaknya emang gk ada provider yang jujur..

    23. dEwE says:

      kapan yah tarif internet jadi murah..??? OOT πŸ˜›

    24. arun says:

      Wah gitu yaaa. Thanx ya atas jawabannya. LAin kali deh baru nanya lagi……

    25. Syauqi says:

      memang, telkomsel memang paling mahal di banding operator lain. Ini aku masih setia dengan kartu mentari. Mentari emang oke!

    26. bambang ps says:

      Mas Khalid, urun rembug sedikit,
      dari perhitungan yang anda buat, sepertinya belum memperhitungan pernyataan dari web telkomsel/simpati pede sbb:

      Dan setelah 1 menit panggilan ke sesama nomor Telkomsel, tarif menjadi Rp. 0,5 per detik!

      apabila statemen tsb dimaskukkan maka perhitungannya menjadi sbb:

      Pemakaian 90 detik .
      Untuk lokal maka biaya yang dikeluarkan adalah (25X60)+(0.5X30)=Rp. 1.515,-
      Untuk non lokal biaya yang dikeluarkan adalah (60X60)+(0.5X30)=Rp. 3.615,-

      Pemakaian 180 detik
      Untuk lokal maka biaya yang dikeluarkan adalah (25X60)+(0.5X120)=Rp. 1.560,-
      Untuk non lokal biaya yang dikeluarkan adalah (60X60)+(0.5X120)=Rp. 3.660,-

      Pemakaian 240 detik
      Untuk lokal maka biaya yang dikeluarkan adalah (25X60)+(0.5X180)=Rp. 1.590,-
      Untuk non lokal biaya yang dikeluarkan adalah (60X60)+(0.5X180)=Rp. 3.690,-

      Pemakaian 270 detik
      Untuk lokal maka biaya yang dikeluarkan adalah (25X60)+(0.5X210)=Rp. 1.605,-
      Untuk non lokal biaya yang dikeluarkan adalah (60X60)+(0.5X210)=Rp. 3.705,-

      Pemakaian 360 detik
      Untuk lokal maka biaya yang dikeluarkan adalah (25X60)+(0.5X300)=Rp. 1.650,-
      Untuk non lokal biaya yang dikeluarkan adalah (60X60)+(0.5X300)=Rp. 3.750,-

    27. Pak, apa sudah dibaca paragraf 4 sampai 6 tulisan saya ???

    28. sebagai tambahan, ini sedang nyusun2 tulisan yang membandingkan biaya SESAMA OPERATOR, mudah-mudahan bisa selesai klu kesibukan udah sedikit mereda.

      Jadi yang saya posting sebelumnya memang adalah tarif KE LAIN OPERATOR

    29. Kurawa Team says:

      Pak…
      Mau Ijin..
      bolehkah saya Copy paste Artikelnya..
      Tuk. Blog kita..

      http://blog.spotpulsa.com

      mudah2an bsa bermanfaat tuk kita semua..

      sebelumya terima kasih..

    30. Junaidy says:

      Analisis yang sangat cermat. Ditunggu analisis lainnya boz..

    31. @kurawa, silakan saja πŸ˜‰

      @Junaidy, makasih banyak

    32. Ariv gresix says:

      Memang muahal semua produk telkomsel. Tp utk daerah pedesaan kyk tempat tinggalku (gresik utara) sinyal gsm yg plg stabil cuma telkomsel. Indosat lumayanlah walau kl hujan deras dikit sinyalnya amblas. XL? Cuma murah di tarif doang. Tapi pelayanan terutama sinyal ancur2an. Percuma kan bila pulsa penuh tapi tiada sinyal. Masih lbh bgs sinyal penuh walau gak ada pulsa krn msh bisa dihubungi.

    33. Betul..bahkan untuk XL, sebelum berlaku tarif Rp 1 / detik HP saya aman-aman aja, paling sinyal sering putus aja (biasalah itu mungkin trik “mereka”). Namun sesudah tarif Rp 1 / dtk berlaku, mati total sinyalnya….kirain HP-nya, taunya lain kartu OK dan normal kembali (kartu GSM manapun asal selain XL).

      Kata penjual “Harga murah kok mau kualitas bagus…”

      Lupus
      http://www.cafebisnis.com/cd

    34. dadang says:

      wah ternyata pak khalid ada kemampuan di analisa bisnis terutama harga layanan selular. yang jadi tanda tanya apakah sekarang apakah kemampuan ini muncul seiring dengan pindahnya layanan jardiknas ke pustekom..?
      atau pak khalid sekarang sudah punya calon istri sehingga perlu menganalisa biaya percakapan menggunakan kartu apa yang paling murah…….
      selamat ya pak…….

    35. luqi says:

      Klo saya sih dari dulu pake IM3 SMS banget….pulsanya awet gak habis2. Soale cuma dipake sms, kalo untuk telpon ya pake telpon kantor. GRATIS….TIS…..
      hehehee…

      Btw buat pak Kholid, makasih buat info perbandingan tarifnya. Itung2 untuk menambah wawasan tentang tarif telpon seluler.

      salam,

    36. […] Salah Kaprah terhadap SimPATI PeDe (0,5 rupiah / detik) […]

    37. […] Haruskah pindah ke lain hati ? (Lah emang operator lain sekarang gak mengalami hal yang sama juga ? Jor-joran harga dan drop-drop-an kualitas ? Ah semoga ini cuman su-udzhon […]

    38. […] Update 20 Maret 2008: Baca penjelasannya di Salah Kaprah terhadap SimPATI PeDe (0,5 rupiah / detik) […]

    39. […] Agar bisa dibandingkan dengan tulisan sebelumnya yang juga sudah membahasΒ  mengenai promosi 0,5 rupiah / detik dari SimPATI PeDe. […]

    40. RONI says:

      “salah kaprah”dan “berhentilah menipu” adalah judul yang pedas juga sangat menggigit dan membuat para operator semakin terjepit, tapi mas saya punya judul yang lain buat para (pembohong) pemilik perusahaan telekomunikasi indonesia. 1. plintat-plintut (buat telkomsel) Rp 0,5/ detik setelah 1 menit sampai dgn seterusnya sudah bubar, klo judul buat XL dan IM 3 apa ya….?, than’s ya mas atas pemberitahuan hitung-hitungan tarif pulsa

    41. Rudi Jasper says:

      Enakan pake 3 nggak ada syaratnya,

      hanya Rp 399/menit dari menit I untuk Lokal,
      dan Rp, 1000,-/menit ke zona dimanapun di indonesia

      Ke sesama :

      Rp 1,- / menit jam 1 pagi s/d 1 siang dari menit I loh ..
      Rp 150 / menit dari jam 1 siang ke jam satu malam dari menit I

      Hitung lagi dehhhhhhh….

    42. kasep says:

      moga aja tarif nya turun

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *