Random Post: Hari Kasih Sayang ?
RSS .92| RSS 2.0| ATOM 0.3
  • Home
  • Album Foto
  • Jadwal Diklat PBJ
  • Jadwal Saya
  • Tentang Saya (1)
  • Tentang Saya (2)
  •  

    Telkom Speedy Penipu ?

    Nah lho,  judulnya kok provokasi gini yah…nah…ini ada penjelasannya kok 🙂

    Judul di atas merupakan subjek sebuah email yang dikirimkan melalui mailing list jardiknas yang saya terima beberapa hari yang lalu…

    Isi lengkap emailnya dapat dilihat di bawah ini:

    ——————————-

    jika kita perhatikan brosur telkom speedy menyatakan kecepatan download sampai
    384 kbps, jika kita hitung 384 kbps = 384 000 bit/second. Ketika kita melakukan
    proses download yang tertera pada dialog box adalah nilai KBps (Kilo Bytes per
    second) bukan nilai kbps (kilo bit per second). itu artinya kalo pake telkom
    speedy paling sekitar (384/8) = 48KB/sec. Itu pun kalau kondisi ideal dapat 30
    KB/second udah cukup bagus. Bagi pengguna awam yang belum mengerti benar
    perbedaan Kbps dan KBps , melihat angka yang diberikan telkom speedy sangat
    besar 384 Kbps padahal ya itu hanya sekitar 48KB/sec

    —————————–

    Email lengkapnya dapat diperoleh pada mailing list Jardiknas pada link http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/2930

    Nah…apa yang salah dari pernyataan di atas ?

    Saya akan mencoba menjawab dengan sebuah analogi 🙂

    Alkisah (ceileeee…seperti menceritakan sebuah dongeng saja 🙂 )  ada seseorang yang membutuhkan beras untuk keperluan sehari-hari. Kemudian dia menuju ke pasar dan masuk kedalam sebuah toko beras.

    Selanjutnya terjadi dialog antara penjual dan pembeli:

    “Pak, saya hendak membeli beras nih”

    “Berapa banyak bu ?” tanya penjual tersebut

    “5000 gram saja pak” jawab pembeli itu sambil melihat-lihat jenis beras yang ada

    “beras apa yang diinginkan bu ?”tanya penjual sambil menuju ke rak penyimpanan beras yang sudah dipacking dengan ukuran dan jenis tertentu.

    “yang itu saja pak” tunjuk pembeli itu pada deretan beras yang berada pada pajangan…

    Nah, penjual tersebut langsung memberikan beras yang diinginkan kepada pembeli itu.

    Kebetulan, pada  sampul depan tertulis “Berat bersih 5 Kg”

    Melihat tulisan ini, sontak pembeli tersebut protes, “Anda ini mau menipu saya yah…saya khan minta 5000 gram, kok saya diberikan 5 Kg ? Saya ini pembeli awam, harusnya anda tulis 5000 gram, jangan tulis 5 Kg dong !!!”

    Nah…silakan menilai sendiri 🙂

    29 responses to “Telkom Speedy Penipu ?”

    1. catatan rate Speedy itu UP TO 384 kbps . jadi kalau gak sampe UP ya , nasib dech 🙁

    2. hoeda says:

      Memang ada apak di Indonesia koneksi yang sesuai dengan promonya ?
      paling juga walaupun ada saat promo saja pak, habis itu ya dicekek lagi koneksinya biar “irit”…
      jadi ingat sebuah komentar ” kalau masih bisa di persulit, kenapa harus dipermudah ? “

    3. Memang harus di jelaskan kepada masyarakat……apalagi kondisi saat ini, seperti kejadian didaerah Kabupaten Lumajang – Jawa Timur, baru saja produk speedy masuk (belum 1 tahun). Masuknya speedy disambut baik oleh masyarakat disini. Banyak sekali yang memilih paket HOME dengan harga Rp. 200.000,00. Karena kurang detilnya informasi tersebut yg didapat dari masyarakat, setelah 1 bulan kemudian banyak yg kaget, tidak percaya………karena apa…??? Karena mereka tidak tahu, atau tidak jelas kalau ternyata paket HOME SPEEDY itu hanya utk 50 jam pemakaian atau utk penggunaan dg kapasitas 1 Gb.
      Akhirnya……..ada yg kena tagihan sebesar Rp. 350.000 ada yg Rp. 500.000 bahkan ada yg melebihi dari PAKET OFFICE………karena masyarakat tidak teliti atas quota. Masyarakat yg baru tahu INTERNET mengira bisa dipakai selama 1 bulan penuh.

      Saya minta ijin memuat di http://www.lumajang.net, topik TELKOM SPEEDY PENIPU?

    4. nama says:

      Nama`nya masyarakat itu tidak semua`nya mengerti secara teknis kan? wajarlah… seharus`nya pihak Telkom mampu untuk memaklumi hal ini. Bagaimanapun juga, adalah HAK KONSUMEN untuk diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

      Saya tidak membela pihak manapun, dalam hal ini saya mencoba untuk menjadi pihak yang netral. Walaupun konsumen marah” karena “ketidakmengertian`nya”… Telkom juga harus mampu memberikan penjelasan yang dapat diterima.

    5. hmcahyo says:

      yah.. di jardiknas… kota malang memang itu sering terjadi pertanyaan… dan kebanyakan sekolah-2 nggak ngerti jadintya salah paham.. kok tiba-2 tagihan bengkak dan seterusnya… gimana yah baiknya ?

    6. Gyl says:

      Maklum lah pak… paling cuma orang2 yang gemar IT, atau bergerak di bidang IT yang ngerti hal sperti itu.

      Secara teknis telkom benar, telah mencantumkan semua penjelasan. Baik dengan ukuran font kecil sekali pun. Masalah paham tidaknya pelanggan, memang seringkali promosi tidak bertanggung jawab dengan hal itu.

      Masalah koneksi… kalo di lihat secara teknis ( sekali lagi ) itu benar pak. Secara teori bisa sampai segitu. Memang secara terapan susah sekali sampai segitu kecepatan koneksinya.

      Yang menjadi penyakit memang promosi yang tidak bertanggung jawab. Baca postingan ini : http://manusia.wordpress.com/2007/11/30/secara-teknis-saya-benar/

    7. Mardies says:

      Hahaha… benar. Tapi katanya kalo paket langganannya beda kecepatannya beda. Trus kalo temenku nelpon CS (semarang) biasanya kalo sebelumnya lambat jadi cepet. Trus lambat lagi, trus nelpon lagi. Lucu, ya. Mungkin soal jalur layanannya

    8. elmawardi says:

      kebetulan saya termasuk yang awam, jadi tertipu yang tak paham, mungkin demikian. Atau ada tipuan lain dari speedy? Saya juga tak paham. Suuwun yoooo

    9. teman saya berkata “telkom=telat komunikasi” 😀

    10. TH says:

      Saya termasuk salah satu pemakai Speedy, belum sampe 1 th sih. Selama ini rasanya baik2 saja, memang kadang terasa cepat, nanti lain saat terasa lambat …. memang tidak stabil sih. Hal ini menurut hemat saya karena masalah banyaknya pengguna, kalo trafficnya lagi rame …. ya lambat. sebaliknya kalo lagi sepi ….. terasa cepet. Seperti lalu lintas saja, pada jam masuk dan pulang kerja/kuliah … pasti macet deh.
      Sudah seharusnya kita sebagai konsumen, selalu minta penjelasan detail dalam setiap transaksi ……. memang pihak penjual biasanya tidak akan menjelaskan kelemahan dari suatu produknya, padahal dia tau. Inilah barangkali yang disebut dengan penipuan secara halus. jadi kitalah yang harus kritis.

    11. pokona says:

      ………..bandingin ama warnet yg ga pake speedy, masih speedy lah………..
      kalo makin stabil makin oke kali ya
      apalagi kalo makin murah
      kita tunggu aja

    12. Biar begitu masih banyak lho daerah-daerah yang menantikannya.
      Utamanya di luar Jawa 🙂

    13. popokbabi says:

      YAELAH, SEMUA TU TERGANTUNG ORANGNYA. . . untungnya dulu saya telusuri dahulu si Speedy yang super murah itu. ternyata 200 rb itu per 1giga. 400 rb per 3 giga. memang para konsumen perlu adanya konfirmasi dari pihak telkom. kalo perlu bikin talk show about seputar speedy hagghhaghhagh

    14. pnsgila says:

      Hmm…judulnya provokatif banget yak..

    15. itu memang benar….

    16. fahry00 says:

      yah, beginilah indonesia. penderitaan tiada batas (Patkay -11:123-). :p

      judul prokovatif? saya kira tidak, selama fakta itu udah kerap kita temui.

    17. bee says:

      Mengharapkan koneksi internet (apapun) selalu cepat rasanya tidak mungkin, walaupun membayar. Ibarat bayar tiket jalan tol, yg katanya bebas hambatan itu, toh bisa macet juga. Gmn gak macet kalo semua org mau lewat disitu? 😛 Analogi yg sama berlaku juga untuk koneksi internet (apapun), baik membayar atau tidak. Mungkin sudah saatnya dipasang traffic light di internet? 😉

      Tentang ke(salah)pahaman, bisa jadi dua2-nya salah. Bisa jadi telkom udah menjelaskan dgn baik dan detil, eh… usernya gak dengerin. 😛 Bisa jadi juga telkom gak menjelaskan, atau menjelaskan dgn singkat, eh… usernya juga gak mau nanya. 😛 Begitu ada masalah, semua saling tunjuk hidung dan cari kambing hitam. Indonesia banget lah! 😀

    18. jia kakak… aku tertipu… 🙂

    19. Herianto says:

      Aslinya satuan bandwidth dalam transfer data kan memang kbps bukan kBps, karena yg dilewatkan data bit per bit (ada bit kontrol transmisi dsbnya), bukan langsung data yg biasa satuannya Byte.
      Satuan KBps biasanya digunakan untuk menyatakan ukuran kecepatan download file, karena satuan besar file memang Byte bukan bit.
      Saya pikir speedy tidak menipu, karena secara akademis pun orang2 menggunakan satuan seperti itu. CMIIW.

      Sebenarnya baru2 ini saya juga merasa ketipu ama speedy, tapi bukan masalah bandwidth ini, tapi masalah… ada deh. 🙂

    20. danalingga says:

      Ah, soal itu, semua ISP juga pake bps, soale nyewa bandwithya juga pake bps. Nah yang salah tuh windows, kenapa dia buat pake Bps yak? 😆

    21. unto3100 says:

      hehe….memang kalo pake speedy untuk download yang kita dapet cuma rata2 30 sampe 48 KB/s…kalo memang itu 384 KBps harus nya lebih besar, tetapi saya rasa dengan harga segitu harusnya TELKOM menjelaskan dengan detil bagaimana proporsi bandwidth yang mereka jual benar2 384 ataukah 384 yang di-share, sehingga semakin banyak pemakai throughput dari bandwidth itu akan anjlok dengan sendirinya…..hehehe….sebelum berlangganan sebaiknya cari orang2 yang ngerti tentang hal2 demikian supaya tidak merasa tertipu….terima kasih…

    22. Andry Ginting says:

      …….. No Comment ……

    23. […] Berkata: Januari 21, 2008 di 4:13 pm Maklum lah pak… paling cuma orang2 yang gemar IT, atau bergerak di bidang IT yang ngerti hal […]

    24. bosskajur says:

      sudah dari dulu mas,….. kayak gitu

    25. Telkom Speedy Customer says:

      Internet nowadays just like water, electricity and phone ‘almost’ everyone uses it and
      become a public need but unfortunately telkom as a national company, a huge one, in
      indonesia holds monopoly with a motto : If we can make it expensive, why make it cheap ?

      Those sons of b****es should be really ashamed, with such an expensive rate we can at least get 1 MB/s download speed in other countries and i never heard any download limitation.

      Picture this, Indonesians income’s rate are much lower than other countries whose internet’s fee are much cheaper, while we pay 750k rupiah/month (unlimited crap) here, they pay almost the same /year (decent unlimited). Not to mention they support sucks!

      I challenge you to find appropriate general setting to setup speedy on their website, you just can’t find it, who to call ? ghostbusters? no, their technicians and off course they’d ask fees for troubleshooting. They suck d**ks !

      Too bad that no other companies here could compete telkom, and yet we cant blame them alone, because the government are behind their back. Until then we could only pray and curse them.

    26. Ahmada says:

      Telkom Speedy Penipu ?
      Sah kalamak…….
      Benar…….. Benar-benar Penipu….!!!

    27. The_thinking says:

      saya stuju telkom speedy PENIPU!!!!!!
      di iklan untuk warnet perbulan Rp.1,750.000,- setelah di bayar total nya jd Rp1,900.000,- alasan kena pajak……klo emng kena pajak knp ga langsung di iklanin saja sekalian sama pajak2 nya jgn bohongi konsumen dgn harga untuk warnet perbulan 1.750.000. awal nya sebelum langganan speedy sempet nanya dl dgn pihak speedy.. apa bnr perbulan untuk warnet hanya 1.750.000 dan tnpa biaya lain2 nya?? jwban dari pihak speedy adalah meng iya kan….ternyata setelah langganan sebulan wah ketahuan bohong nya dan penipuan!!!

    28. hmc says:

      inipengalaman buruk saya…

      http://hmcahyo.wordpress.com/2009/05/13/billing-telkom-speedy-yang-menyesatkan/

      dan banyak tanggapan serupa di bawahnya :d

    29. y8 says:

      It’s hard to find educated people on this topic, but you sound like you recognize what you’re talking about! Thanks

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *